logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Pembangunan kilang minyak

Puluhan tahun tidak membangun kilang baru sehingga kilang minyak di Indonesia memprihatinkan. Selain tua, kilang yang ada tidak mampu memproduksi dan mencukupi kebutuhan minyak rakyat. Dengan alasan itu, pemerintah sebelumnya melakukan kebijakan mengimpor minyak yang sudah diolah.
Meningkatnya kebutuhan minyak buat rakyat dan tidak adanya komintmen pembangunan kilang minyak serta terhalangnya pembangunan kilang minyak oleh permainan mafia minyak, pemerintah Jokowi berencana membangun kilang pengolahan minyak mentah (refinery) mulai 2015 dan target selesai 2018.
Ini langkah Presiden Jokowi dalam kerjanya 1 tahun Pembangunan Kilang Minyak Baru di Indonesia :
– Diterbitkannya Perpres untuk mendorong pembangunan kilang minyak.
– Bulan April 2015 dimulai pembangunan Kilang Minyak di Bontang, Kaltim kapasitas 300 ribu barel/hari.
– Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp 140 Triliun.
– Beroperasinya Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap dan Kilang Trans Pacific Petroleum Indonesia (TPPI) telah menurunkan 30% impor Premium. (http://www.beritateratas.com/2015/10/omg-ternyata-jokowi-punya-30-prestasi.html?m=1)-FatchurR

——————-

Artikel lainnya, monggo disimak :

  1. Pendirian pabrik semen di Papua
  2. Membubarkan Petral sebagai sarang mafia migas
  3. Mengenal RC raja minyak (?)

—————

 

Pendirian pabrik semen di Papua

Ini adalah pembangunan pabrik semen pertama di Papua. Pembangunan Pabrik Semen di Papua ini untuk mengatasi mahalnya semen di Papua yang mencapai Rp.1.500.000,-/sak.

 

Pemancangan tiang pertama pabrik berkapasitas 1 juta ton semen/tahun ini ditargetkan Januari 2016. Investasi US$ 150 juta atau Rp 2 triliun. Pabrik semen ini rencananya akan diselesaikan dalam waktu sekitar 3 tahun ke depan. (http://www.beritateratas.com/2015/10/omg-ternyata-jokowi-punya-30-prestasi.html?m=1)-FatchurR

————–

 

Membubarkan Petral sebagai sarang mafia migas
Setelah pembubaran (Petral), Pertamina menghemat US 22 juta dollar (Rp 250 miliar). Transaksi impor minyak yang beredar tiap hari 150 juta dollar AS atau setara Rp 1,7 triliun per hari. Pembubaran Petral ini memudahkan pemerintah untuk menjaring mafia migas.
Bubarnya Petral tidak sulit karena yang dibutuhkan pemerintah keberanian dan komitmen mewujudkan tata kelola migas yang bersih. Hanya Presiden Jokowi yang berani membubarkan sarang mafia, mesin ATM-nya pejabat tinggi negara ini. (http://www.beritateratas.com/2015/10/omg-ternyata-jokowi-punya-30-prestasi.html?m=1)-FatchurR

————–

 

Mengenal RC raja minyak (?)
Inilah Profil RC.  Tidak banyak yang berhasil ‘mendekati’ dan ‘mengambil hati’ Ketua DPR. Tetapi RC  gampang melakukan. Dalam rekaman kasus yang diputar di MKD (2/12/2015), RC bercerita lugas dialah yang mengumpulkan para elit partai KMP pasca kalah Pilpres untuk berbalik mendukung Jokowi.

RC minta elit KMP tidak mengganggu lagi Jokowi-JK. Tujuannya bisnis berjalan lancar. Usul RC disetujui KMP dan terbukti, KMP tidak pernah lagi mengganggu Jokowi. Hebat, RC mampu menyihir-menjinakkan para elit. Terkait negosiasi Freeport, SN mempercayakan ke RC. Menurut SN, bila RC mengatur bisnis di Freeport, mereka semua happy, bisa ber-senang2, main golf dan beli pesawat Jet.

RC dan SN yakin perpanjangan kontrak karya Freeport itu jadi kenyataan dan disetujui Jokowi. Caranya, melalui Luhut, kepercayaan Jokowi. SN yakin Luhut bisa mempengaruhinya. Karena kalau Jokowi nekat menghentikan kontrak karya Freeport, dia bisa dilengserkan. Hebat, RC mengatur bisnis di Freeport.

Kehebatan RC tercermin dari kemampuan mengendalikan bisnis Petral puluhan tahun. Pria ini sejak lama dikenal dekat keluarga Cendana, Bambang Trihadmodjo. Ia disebut ‘penguasa abadi’ bisnis minyak di Indonesia, karena setelah Cendana berakhir, ia pindah ke rezim lain. Lewat HR, RC mampu menusuk masuk ke rezim Cikeas.

RC bermanufer dan ikut membantu anggota keluarga besar SBY untuk memiliki bisnis impor ekspor minyak mentah. Menurut George Aditjondro dalam ‘Gurita Bisnis Cikeas’, jika dulu RC (Global Energy Resources) membayar premi keluarga Cendana, maka kini RC membayar rezim selanjutnya 50 sen dollar per barrel (jika itu benar).

Jadi kalau ekspor Indonesia 900 ribu barrel/hari, maka yang masuk kepada keluarga itu mencapai USD 450.000 / hari ditambah bonus boleh mengekspor minyak mentah sebesar 150 barrel per hari. Ini yang membuat Dirut Pertamina, Karen Agustiasan, mengancam meletakkan jabatan karena tidak tahan  menghadapi tekanan penguasa.

Keberhasilan RC masuk dalam lingkaran rezim itu, membuat ia leluasa mengatur orang nomor satu di Pertamina. Walau RC sebagai orang rendah hati, namun siapapun pejabat di Pertamina yang melawan, dipastikan terpental. Itu dialami Ari Soemarno, mantan Dirut Pertamina.

 

Saat itu, Ari Soemarno berencana memindahkan Petral dari Singapura ke Batam. Reza tidak setuju dan menganggap rencana Ari Soemarno itu berbahaya. Ari Soemarno selanjutnya dipecat dari Dirut Pertamina.

Maka tak heran jika pejabat  di Pertamina termasuk Dirut Pertamina, akan ‘gemetar dan tunduk’ jika bertemu RC. Bukti kehebatannya dirasakan Dahlan Iskan (DI). Saat itu, DI bernafsu membubarkan Petral, memindahkan Petral ke Indonesia dan mencegah  boneka2 RC, cs menjadi Direksi Pertamina.

DI berjanji untuk mengalahkan BUMN Malaysia seperti Petronas dalam 2 tahun. Nafsu DI itu kandas di tengah jalan karena ia takhluk dari penguasa yang disusupi RC. Dia dengan cerdik makin menusuk ke istana lewat Menteri ESDM dan adik Ny. Ani. Jelas melalui HR. AMIEN RAIS yg tdk bisa diyakinkan pemain politik perlu uangpun dikotak HR cs dikurung dgn tetap diberi jabatan tanpa punya Alat Menjalankan kekuasan dalam PAN.

Kedekatan RC dan HR dilihat dari kemesraannya pada Pilpres 2014. RC membiayai media partisan dan oportunitis menaikkan popularitas HR dan mendiskreditkan calon presiden lain. RC menggelontorkan puluhan miliar rupiah membeli rumah sebagai markas tim pemenang pasangan capres-Cawapres.

RC mengakuisisi Rumah itu. Dengan kekuatan bisnisnya, RC menghalangi rencana pembangunan kilang pengolahan BBM dan perbaikan kilang2 minyak di Indonesia yang uzur. Contoh, penyelesaian PT TPPI Tuban yang mangkrak dengan kerugian besar negara, disebut karena pengaruh Reza.

 

Global Energy Resources, induk perusahaan RC pernah diusut karena temuan penyimpangan laporan penawaran minyak impor ke Pertamina. Tetapi kasus itu hilang dan penyidiknya diam tak bersuara. Kasus ditutup. Padahal kasus itu hanya sebagian kecil saja.

Di Singapura, RC sangat mentereng. Di sana RC dikenal semua pengusaha minyak Singapura sebagai pengusaha hebat. Semua pengusaha minyak di Singapura tak berani melawan RC.  Kehebatannya tergambar dari cara ia bermain. Separuh impor minyak Indonesia RC kuasai. RC merupakan sosok yang membuat Indonesia tergantung dari import BBM.

Karena kehebatannya, maka di negeri Singa, RC dijuluki ‘The Gasoline Godfather’ di Singapura. Disebut demikian karena kepiawainya mengurusi tender2 pengadaan minyak. RC kerap disebut sebagai mafia yang mengatur pat gullipat penjualan minyak impor lewat gurita bisnisnya Global Energy Resources.

Perusahaan RC ini pemasok pengadaan minyak mentah Pertamina lewat Petral.  Dalam menjalankan gurita  bisnis, RC memiliki lima anak perusahaan, yaitu Supreme Energy, Orion Oil, Paramount Petro, Straits Oil dan Cosmic Petroleum. Di Indonesia, RC dikenal sebagai pengusaha kaya raya. Selain perusahaan minyak, Reza  diketahui memiliki banyak usaha lainnya.

RC disebut pemilik dari Pacific Place, yang di dalamnya ada tempat hiburan anak Kidzania, mall elit di Jakarta, di samping beberapa property elit lain. Ia mengantongi konsesi tambang2 dan perkebunan besar di beberapa wilayah Indonesia. RC memiliki saham 51% di maskapai Air Asia Indonesia, lewat PT Fersindo. Itulah secuil kehebatan RC.

Seorang pengusaha yang mampu menusuk masuk ke jantung para elit negeri ini. Dengan kekuatan uangnya, RC mempengaruhi kebijakan elit di legislatif, yudikatif dan eksekutif. Celakanya, elit negeri ini  gampang disogok, disuap, diimingi fasilitas agar menuruti kehendak pengusaha. Para elit ini rela dan tega menjual negeri demi kepentingan pribadi dan keluarganya. [Go Hwie Khing-A59; truncated by WhatsApp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita