logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

PEMIKIRAN OBAMA-5

SETELAH menduduki jabatan sebagai senator di tingkat federal mewakili Negara Bagian Illinois dan berkantor di Capitol Hill, Washington DC (2005), nama Barack Obama mulai diperhitungkan di kancah politik Amerika Serikat (AS).

Ia sukses berkarier dengan gemilang. Sebagai senator kulit hitam ke-5 dalam sejarah AS, Obama kritis terhadap pemerintahan Bush. Dikenal peduli masalah kesejahteraan sosial rakyat miskin dan pendidikan anak. Obama semakin bersinar terang dan dikenal luas oleh rakyat AS dan kancah internasional.

Tapi, sinar terang itu tampaknya belum membuat Obama puas. Dia pun kemudian menggebrak gelanggang perpolitikan AS untuk jabatan politik lebih tinggi dengan “mengumumkan diri” sebagai calon presiden dari Partai Demokrat di dalam pemilihan presiden AS pada 2008.

Meski hasil jajak pendapat menunjukkan tingkat popularitas Obama masih berada di bawah senator Hillary Clinton (calon terkuat dari Partai Demokrat) sekitar 8-10 persen, tapi ia tetap berani menerjang harapan.

Buku Menerjang Harapan; Dari Jakarta menuju Gedung Putih ini, selain mengisahkan tentang riwayat hidup Obama sejak kecil juga perjuangan menangani hak sipil; perjalanan politiknya menjadi senator; pandangannya tentang politik, agama, sosial hingga dunia internasional; dan alasannya terjun ke dunia politik bahkan hingga mencalonkan diri sebagai presiden.

Buku otobiografi ini juga sebuah atribut kampanye dari Obama. Lahir di Hawai, 04/08/1961 dari pasangan Barack Husein Obama Senior (Muslim  Kenya) dengan Ann Dunham (kulit putih dari Kansas), Obama tumbuh dalam kabut 2 warna kulit, juga gonjang-ganjing rumah tangga yang tidak benderang.

Kedua orang tua Obama bercerai saat ia berusia dua tahun. Ibu Obama lantas menikah dengan orang Indonesia, Lolo Soetoro. Konsekuensi itu membuat Obama yang saat itu berusia enam tahun (pada 1967) hijrah ke Indonesia.

Tak pelak Obama pun sempat mengenyam pendidikan di Jakarta, di SD Franssiscus Assisi dan SDN Menteng dengan riuh duka dan kenangan yang sampai kini masih tak terlupakan. “Tak punya uang masuk sekolah international, saya masuk sekolah lokal dan bermain dengan anak-anak petani, pelayan, penjahit, dan juru tulis,” kenang Obama (hal. 37).

Sewaktu ekonomi ayah tirinya membaik, selepas dari ABRI ia lalu bekerja di perusahaan minyak AS. Saat itulah dia baru menikmati jok empuk sedan. Tetapi hal itu tak berlangsung lama karena tahun 1971, ibunya mengirim Obama ke Hawai untuk tinggal bersama kakek-neneknya. Setahun kemudian, ibu dan adik tirinya menyusul (hal 39).

Obama lulus pendidikan SLTA dan kuliah di Columbia University, New York City, dan sempat bekerja di bursa saham, di Wall Street. Tahun 1985 ia bergabung di community organizer (di Chicago). Dia bertemu Michelle (1988) ketika keduanya bekerja di Sidley & Austin dan kemudian menikah. Kini mereka sudah dikaruniai dua putri, Malia dan Sasha.

Setelah menamatkan pascasarjana di Harvard Law School (1991), dia terjun ke politik. Awalnya, ia terpilih sebagai senator di Negara Bagian Illinois. Setelah berkantor 8 tahun di Chicago, 2005, terpilih sebagai senator federal mewakili Negara Bagian Illinois, di Capitol Hill, Washington DC.

Tahun 2007, dia menerjang harapan mencalonkan diri sebagai calon presiden AS dari Partai Demokrat yang digelar pada 2008. Tapi sebagai senator dan calon presiden AS, Obama seorang politisi yang punya nilai jual.

Selama 8 tahun di Senat Negara Bagian Illinois, prestasi Obama juga tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan getol ia telah memperjuangkan program kesejahteraan sosial bagi rakyat miskin, perluasan program pendidikan anak, dan dikenal cukup menggebu memperjuangkan UU etika politik yang kerap menjadi celah untuk sebuah skandal korupsi.

Dia sempat jadi anggota di komisi-2 yang berprestasi. Dengan prestasi itu, Obama meraih harapan lebih tinggi untuk menjadi orang nomor satu di AS. Dengan latar belakang perpaduan dua ras dalam diri Obama, dia menjual visi (dilontarkan saat tampil di Konvensi Nasional Partai Demokrat 2004) yang ternyata mengundang rasa simpati, “Tak ada orang Amerika hitam atau Amerika putih, orang Amerika Latino atau Amerika Asia—yang ada hanya Amerika Serikat.” (hal 196-197).

Dengan visi itu Obama ingin membawa AS ke arah yang dicita-citakan pendiri bangsa AS, karena ia mencintai AS. Ia berharap, dengan sumbangan yang diberikan, AS menjadi yang lebih baik.
Buku yang aslinya berjudul The Audacity of Hope; Thoughts on Reclaiming the American Dream ini tak dapat disangkal lagi.

Meski merupakan kelanjutan dari buku pertama Obama Dream My Father; A Story of Race and Inheritance yang ditulis sekitar 14 lalu, tetap tidak bisa dilepaskan sebagai “obor perjuangan politik” Obama untuk mewujudkan harapan itu. Memang, pada satu sisi buku ini adalah atribut kampanyenya.

Tapi di sisi lain itu tetap sebuah perjalanan hidup sang fajar baru bernama Obama sebagai pemimpin Amerika yang tak bisa ditepis menginspirasi sejuta orang. Di dalam buku ini ia menjelaskan pandangan politik baru yang menggali pemahaman bersama yang bisa menyatukan warga Amerika, tanpa memandang ras dalam memberi penilaian terhadap seseorang.

Hal itu adalah sebuah bentuk keberanian yang bisa meneteskan harapan akan masa depan AS sebagai bangsa dan polisi dunia. (Sidharta yong; bahan dari : N Mursidi alumnus UIN Yogyakarta Jurusan Filsafat.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita