Sepiring Makanan Sajian Ibu

kasih sayang ibuKeadaandan aktivitas rumah itu berubah ketika Katrin sakit dan harus terbaring di RS. Siang itu, Agus, suami Katrin pergi ke sekolah menjemput Marvel, putranya. Setelah itu, ia pergi sebentar mengurus sesuatu. Sementara itu, pembantu yang biasa mengurus rumah juga tidak ada karena ada urusan.

 

Setibanya Marvel di rumah, ia menyeru, “Mama”  Suara itu menimbulkan sukacita di hati ibu yang terbaring lemah karena Marvel yang duduk di TK itu merupakan hiburan. Belum sempat membuka sepatu, Marvel ke kamar mamanya.  Kepolosan dan ketidak-mengertianya, ia minta makan karena kelaparan, “Mama aku lapar, mau makan!” Lalu Katrin menjawab. “Mama sakit, nak!”

 

Marvel belum mengerti penyakit yang diderita mamanya itu. Marvel mendesak dengan suara yang lebih nyaring, “Tapi aku lapar Mama!”  Mendengar hal tersebut, naluri keibuan Katrin mulai terusik.  Dengan terseok-seok ia lalu melangkah ke dapur untuk menyajikan sepiring makanan.

 

Baru selesai menyajikan, tiba-tiba Agus, sang suami pulang. Melihat hal itu, ia segera berlari menyusul istrinya. “Apa yang kau lakukan, sayang,” ujarnya dengan lembut sambil menggendong Katrin kembali ke dalam kamar.

 

Disertai kasih yang terpancar dari bola mata Katrin, dengan suara lirih ia berkata, “Aku tidak tega melihat anak kita kelaparan, Pa.”  Rasa haru merebak di hati suami tatkala mendengar jawaban istrinya itu. Seminggu setelah kejadian itu, tidak ada yang menyangka, Katrin wafat.

 

Pada tanggal 12/10/2012, sehari setelah kepergian Katrin, Agus menceritakan “kisah” sepiring sajian makanan yang menjadi sebuah kenangan indah yang tak terlupakan baginya itu. “Masih segar di dalam ingatanku, dengan susah payah ia mempersiapkan makanan itu untuk anak kami. Bagiku sepiring sajian makanan itu meninggalkan pelajaran berharga, besarnya kasih seorang ibu,” demikian ucap Agus dengan berurai air mata. Hampir semua orang yang mendengar cerita tersebut menangis karena rasa haru.

 

Sepiring sajian makanan itu melukiskan besarya arti sebuah perhatian dan kepedulian Katrin sebagai seorang ibu. Itulah ibu, bahkan ketika sakit parah, ia berusaha menunjukkan cinta kasih dan perhatian pada anaknya. Mari kita bersyukur bagi setiap keberadaan ibu kita, sebab ia adalah wanita luar biasa. Sayangi, hargai, dan hormati ibu, karena ia telah membagikan dan menunjukkan kasihnya kepada kita.

 

Tuhan, aku bersyukur buat ibu yang Kau karuniakan bagiku, keberadaanku ini tak lepas dari jasanya. Berkati dan lindungilah dia. Amin.

 Setiap ibu harus menggunakan natur keibuan yang telah dia terima sebelum sang pemilik waktu mengambilnya. (Andre Wahjudibroto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita