logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Mencari Satu Yang Hilang-Lupa 99 Kenyamanan

Mencari Satu Yang HilangDikisahkan seorang Raja termenung melihat taman didepan istananya. Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit menemukan kebahagiaan.

 

Kesehatannya menurun karena ia susah tidur akibat banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur di kamar mewah dan kasur yang empuk. Ditengah lamunannya, sang Raja melihat  tukang kebun bekerja sambil tertawa.

 

Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. Padahal gajinya pas-pasan dan rumahnya sederhana. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan seadanya dan keluarga kecil ini makan dengan bahagia.

 

Raja heran melihat orang ini. Ia panggil penasihatnya, “Hai penasihat, aku lama hidup ditengah kegelisahan padahal aku punya segalanya. Aku heran melihat tukang kebun itu. Tak pernah sedih, kadang ia tidur di bawah rindangnya pohon, seperti tak ada beban, padahal ia tidak memiliki apa2”.

 

Si Penasihat senyum dan berkata, “Semuanya ditentukan dengan resep 99. Bila tukang kebun itu terkena resep ini, maka hidupnya gelisah dan ia tidak akan bisa tidur.”

“Apa yang kau maksud dengan resep 99?” tanya Raja.

 

“Besok malam wahai Raja, perintahkan prajurit untuk mengantarkan hadiah kepadanya. Sediakan satu kotak uang dan tulislah 100 Dinar. Namun isi lah kotak itu dengan 99 dinar saja.”

Raja menuruti saran dari penasihatnya. Ketika hari mulai gelap, prajurit mengetuk pintu rumah tukang kebun ini dengan membawa hadiah.

 

Si tukang kebun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat prajurit membawa kotak hadiah.

“Ini hadiah dari Raja untukmu.” kata si prajurit.

“Ya, sampaikan terima kasihku kepada Raja.” jawab tukang kebun sambil kegirangan melihat kotak dengan tulisan 100 dinar. Belum pernah ia memiliki uang sebanyak itu.

 

Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga. Namun anehnya, jumlah uang didalam kotak itu hanya 99 dinar. Dia menghitung ulang lagi, tapi tetap jumlahnya 99.

 

Dia yakin, pasti ada uang yang jatuh. Dia cari di sekitar pintu, tapi tak menemukan apa2. Akhirnya dia mencoba menelusuri sepanjang jalan ke istana. Semalaman ia cari tapi tetap tidak menemukan apa-apa.

 

Matahari mulai terbit, Raja beserta penasihatnya menanti tukang kebun ini. Tak berapa lama dia datang dengan wajah masam dan merengut. Raja kaget dan bertanya pada penasihatnya, “Apa yang terjadi? Tak biasanya ia datang dengan wajah seperti ini ”

 

Penasihat, “Duhai Raja, begitulah kehidupan. Kita memiliki banyak hal namun kita cari yang tidak kita miliki. Orang ini mendapat 99 dinar secara Cuma2 namun ia sibuk mencari 1 dinar yang hilang.”

“Munculnya kegelisahan hati karena kita mencari sesuatu yang tidak kita miliki, sementara kita tidak pernah mensyukuri banyaknya anugerah dari Tuhan yang kita punya.”

 

Kisah ini memberi pelajaran yang sangat berharga bahwa nikmat Tuhan telah dicurahkan begitu banyak kepada kita, namun kita sibuk menanti sesuatu yang belum datang.

 

Saudaraku , Bila kita selalu sibuk mencari sesuatu yang tidak kita miliki, maka kita tidak akan punya waktu untuk menikmati kenikmatan yang sudah kita miliki.* Semoga bisa membuka hati. (Aguk; dari grup WA-sebelah)-FR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita