logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Detoks Mental Membersihkan Pikiran dari Sampah(1/2)

Detoks Mental Membersihkan Pikiran dari Sampah (entrepreneur.bisnis.com)-ADA ANAK KECIL yang senang mengumpulkan mainan. Dari tahun ke tahun, mainan yang tersimpan itu makin banyak, hingga suatu hari kardus penyimpannya penuh. Akibatnya, mainan2 baru tidak ada yang bisa dimasukkan ke kotak kardus itu.

 

Masalahnya, si anak itu tidak rela membuang mainan2 yang tak diperlukan. Hingga suatu hari Ibunya menasihatinya, “Nak. Mulailah melihat kembali mainan2 yang dikumpulkan. Tidak semua mainan itu kamu perlukan. Buanglah mainan yang tak perlu, supaya mainan baru bisa kamu simpan. Ibu gak  kasih kotak kardus baru karena rumah kita terlalu kecil. Tidak akan muat banyak kotak mainan.

 

Si anak kecil itu tidak mau buang mainan lama, sehingga tidak ada mainan baru bisa disimpan di kardus itu. Ada kisah lain tentang 2 pengembara yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Satu pengembara, selalu riang  dan santai. Satu lagi bersusah hati dan mengeluh. Salah satu keluhannya adalah beban di pundaknya.

 

Masalahnya, dari tahun ke tahun, barang yang dibawa pengembara kedua itu makin lama makin banyak. Dan, ia tidak pernah mau melepaskan beban2nya. Malahan, dari tiap tempat yang ia kunjungi ia tambah beban. Akibatnya, hidupnya terseok-seok. Temannya hidup ringan. Pasalnya tiap waktu ia me-milah2 bebannya dan berusaha membuang yang tak dibutuhkannya.

 

Kisah ketiga terjadi di sebuah rumah, yang tiba2 banjir, padahal bukan musim hujan. Setelah dicek bak di atas rumah yang biasa dipakai untuk menampung air ternyata luber. Kok bisa? Saluran tempat biasa air mengalir tersumbat oleh kotoran2 air hujan yang selama ini tidak dibersihkan.

 

Coba perhatikan, kesamaan dari ketiga kisah di atas. Ketiga kisah itu, prinsipnya sama, gara2 timbunan yang dibiarkan tanpa mau dilepaskan ataupun dibersihkan, timbunan itu jadi beban yang mengganggu. Begitu pula yang terjadi dengan hidup kita.

 

Ber-tahun2, kita biarkan banyak sampah pikiran, beban dan masalah dari masa lalu, hidup kita ditimbun di pikiran kita. Begitu juga pikiran2 emosi menyakitkan, kebencian, kemarahan, dendam, dengki, iri. Belum lagi info2 salah yang mungkin tanpa sadar, tidak kita cek-ricek dan terus tertanam di benak kita. Akibatnya, hidup kita terseok-seok karena beban itu.

 

Sama seperti tubuh, mental dan pikiran secara berkala perlu dibersihkan. Diisi informasi yang baik dan mengikhlaskan pikiran2 negatif itu berlalu dari hidup kita. Kita perlu melakukan detoks mental!

 

(Anthony Dio Martin; CEO  HR Excellency & Miniworkshopseries Indonesia, trainer, penulis, executive coach,  host di radio bisnis SmartFM. Website: www.anthonydiomartim.com; Editor : M Taufikul  Basari; Bahan dari : https://entrepreneur.bisnis.com/read/20190313/52/899130/cara-detoks-mental-membersihkan-pikiran-dari-sampah)-FatchurR * Bersambung………..

One Response to Detoks Mental Membersihkan Pikiran dari Sampah(1/2)

  • Sidharta says:

    “Detoks mental membersihkan pikiran dari sampah,” berita yg menarik patut diikuti ceritanya. Saya tunggu sambungannya cak Fatch. Thx.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita