logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Legenda-Minuman Dewa dari Tanah Jawa(1/2)

(cnnindonesia.com/gaya-hidup)-JAKARTA, Dalam buku Air Kata2, Sindhunata atau akrab disapa Romo Sindhu mencantumkan puisi : Cintamu Sepahit Topi Miring. Hanya Sindhunata saja yang terpikir, atau setidaknya menuliskan imajinasinya, ‘mengacak-acak’ Sriwedari lewat tokoh bernama Ranto Gudel.
Bait awal puisi ini jadi ‘menggugah’ siapapun yang pernah bersinggungan kisah wayang, khususnya yang tersiar di tanah Jawa, karena keliarannya yang tidak karuan. Mulai Sengkuni hingga Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) semua ‘dihajar’ oleh kemabukan.
Berikut kutipan bait puisi karya Sindhunata, yang juga pernah dipopulerkan dalam bentuk lagu oleh kolektif hip hop Jogja Hiphop Foundation:

Ke mana Ranto Gudel pergi,
panggung selalu harum dengan arak wangi.
Di Sriwedari jadi petruk,
Garengnya diajak mabuk,
Bagongnya menggeloyor,
Semarnya berjualan ciu cangkol,
dengan terang lampu semprong.

Mengapa kita mesti bersusah?
Hiduplah seperti Joko Lelur,
siangnya melamun minum limun,
malamnya bangun minum berminum,
lapen ciu cangkol arak bekonang.
Sekarang di sudut-sudut rumah,
botol-botol cangkol dipasangnya,
untuk menolak dan menakut-nakuti tikus.
Di hari tuanya Mbah Ranto mengenang
bayangkan, ciu cangkol hanyalah spiritus,
yang bisa mengusir tikus,
padahal dulu aku minum sampai lampus.
Ada tiga nama jenis minuman yang disebut Sindhunata di puisi itu : Lapen, Ciu Cangkol, dan Arak Bekonang. Meski akhirnya tokoh Ranto Gudel menyesali kebiasaan mabuknya di masa muda, tiga minuman yang disebut di puisi ini eksis di dunia nyata bahkan ada yang usianya sangat tua.
Antropolog UI, Raymond Michael Menot, menuturkan minuman beralkohol ada di tanah Jawa sejak era kerajaan Kadiri, masa pemerintahan Jayakatwang. “Pada masa itu, minuman beralkohol jadi taktik perang mengendalikan lawan (pasukan Mongol). Saat pasukan Mongol mau menyerang, Jayakatwang membuat mereka mabuk,” ujar Raymond, ke CNNIndonesia.com.
“Di era Majapahit, tuak dibuang ke kolam Segaran. Kebiasaan itu untuk memperluas daerah kekuasaan.” Sejarawan makanan Unpad sekaligus penulis buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, Fadly Rahman, menuturkan catatan sejarah tertua minuman fermentasi ada sejak abad ke-VIII Masehi.
“Catatan itu ada di prasasati2 dan naskah kuno jawa, abad VIII sampai abad ke-XIII” ujarnya. “Banyak minuman fermentasi yang diolah dari nira, beras, ketan, dan namanya bervariasi dari Badeg (diolah dari gula kelapa), Tampo, dan Arak (diolah dari beras), serta Tuak (diolah dari aren). Kalau di Jabar ada Lahang, tapi ini jarang ditemui.”

 

Menurutnya, sebelum Islam menanamkan pengaruhnya di Nusantara abad ke-XIII hingga abad ke-XV Masehi, kebiasaan minum2 fermentasi berlangsung lama sebelum masa Hindu-Budha berkuasa. Di kitab Nagara Kertagama disebutkan, menu pesta di Istana Majapahit dipenuhi minuman2 fermentasi.
Hang Tuah (tokoh Melayu), pernah bertandang ke Istana Majapahit dalam perhelatan, dan menyaksikan Mahapatih Gadjah Mada dan punggawanya mabuk berat. (asa; Agung Rahmadsyah; Bahan dari : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190310005145-262-375875/legenda-kecil-minuman-dewa-dari-tanah-jawa?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop)-FatchurR * Bersambung……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita