logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Jejak Kongregasi SPM

HISTORIA

SEJARAH MATER DEI PROBOLINGGO

Saat ini Sekolah Mater Dei di Probolinggo berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Santa Perawan Maria (SPM). Akan tetapi tentu tidak banyak dari kalangan alumni civitas akademika Mater Dei yang mengetahui bagaimana sejarah perjalanan SPM di Probolinggo mulai dari tahap terbentuknya hingga berkembangnya sekolah Mater Dei di Probolinggo sekarang ini. Dalam edisi perdana ini akan mengulas tentang perjalanan Kongregasi SPM di Probolinggo yang merupakan embrio dari sekian banyak karya Kongregasi SPM di Langkah pertama itu…

Tujuh Suster Perintis yang memulai Kongregasi SPM di Indonesia. Dari kiri ke kanan : Zr. M. Emiliana, Zr. M. Agnesia, Zr. M. Rosario, Zr. M. Vincenta Depan : Zr. M. Arnolda, Zr. M. Oda, Zr. M. Bernadetta

Tujuh Suster Perintis yang memulai Kongregasi SPM di Indonesia. Dari kiri ke kanan : Zr. M. Emiliana, Zr. M. Agnesia, Zr. M. Rosario, Zr. M. Vincenta Depan : Zr. M. Arnolda, Zr. M. Oda, Zr. M. Bernadetta

Kabar untuk kepentingan seluruh Gereja yang kuterima pada ‘ Pesta Santa Perawan Maria menerima kabar gembira ’, tidak boleh kukesampingkan begitu saja.” Itulah yang terlintas dalam pikiran Moeder Marie Philomena di Amersfoot Belanda, saat menerima surat permohonan dari Pater Clemens Van der Pas selaku Pater Provincial Ordo Carmel pada tanggal 25 Maret 1926, untuk membantu karya misi di Jawa Timur. Peristiwa inilah yang menjadi awal jejak langkah masuknya karya misi Instituut der Zusters van Onzelieve Vrouw yang kemudian disebut Kongregasi Santa Perawan Maria di Probolinggo.

Mengapa Probolinggo termasuk prioritas utama dalam perjalanan Karya Misi Kongregasi Santa Perawan Maria? Semua itu tidak lepas dari pergulatan batin Pater Elias Wouters, O.Carm selaku pastor Paroki pertama di Probolinggo.Beliau melihat begitu banyak kegiatan religius sosial, khususnya dalam hal pendidikan dan kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan terlantar, yang belum sepenuhnya terjamah. Semua itu tidak dapat terlaksana dengan sendirinya tanpa adanya tenaga yang lebih banyak lagi dan penuh pengabdian terhadap tugas tersebut. Berangkat dari pemikiran inilah Pater Elias menguraikan kegelisahannya kepada Pater Cyprianus Verbeek, O.Carm , selaku pimpinan tertinggi Provinsi Ordo Carmel di negeri Belanda. Permohonan tersebut mendapat tanggapan yang positif, sehingga dalam waktu singkat setelah Moeder Marie Philomena mendapat surat permohonan dari Pater Clemens, beliau mempersiapkan segala sesuatunya untuk segera mengirimkan delegasi para suster kongregasi SPM yang pertama ke Indonesia.

Halaman depan gedung Gereja Katolik Probolinggo tanggal 11 Oktober 1926 jam 5 sore itu menjadi saksi langkah ketujuh misionaris SPM yang pertama yaitu : Moeder M. Oda sebagai pimpinan karya misi pertama , Sr. M. Arnolda, Sr. M. Rosario, Sr. M. Bernadetta, Sr. M. Agnesia, Sr. M. Emiliana dan Sr. M. Vincenta untuk memulai karya misi mereka di Probolinggo dan sekitarnya.

Singkat cerita, dibawah kepemimpinan awal Moeder M. Oda (yang berkarya sejak tahun 1926 hingga tahun 1956) dengan segala lika-liku perjalanan misionaris SPM untuk memajukan karya misi di Jawa Timur dan Probolinggo khususnya, kongregasi SPM terus berjuang tanpa kenal lelah. Pada waktu itu situasi di Indonesia masih diselimuti pergolakan peperangan, mulai dari kependudukan Belanda hingga masuknya Jepang. Mereka juga harus menghadapi respon antipati dari masyarakat sekitar di awal karyanya. Hal tersebut juga berimbas kepada eksistensi kegiatan kongregasi SPM di masa itu.

“Apabila Tuhan Yang Maha Baik itu menghendaki Karya Misi ini, pasti juga akan memberi sarana-sarananya,” demikian kepercayaan yang dipegang teguh oleh Moeder M. Oda. Terbukti kemudian pada 01 Desember 1926 dibuka sekolah Taman Kanak-Kanak yang awalnya terdiri dari 9 anak. Disusul kemudian pembukaan sekolah rendah ELS (Europese Lagere School = SD) pada tanggal 06 Januari 1927 kemudian berhasil melakukan pembelian tanah di jalan Heren Straat (Jl. Suroyo) pada tanggal 02 Februari 1927 untuk memperlancar kegiatan SPM di Probolinggo. Pada tanggal 01 Agustus 1928, asrama puteri yang pertama telah berdiri di Probolinggo. Fasilitas sekolah bertambah lagi dengan hadirnya Taman Kanak-kanak HIS (Holland Indische School) pada tanggal 01 Juni 1929 yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Dasar HIS.

Dan yang lebih menggembirakan adalah disetujuinya pembukaan Noviciat di Probolinggo pada tangagl 08 Agustus 1932 oleh Roma dengan Sr. M. Heribertha sebagai pemimpin yang pertama.

Perkembangan pembangunan sekolah masih terus berlanjut dengan berdirinya Sekolah Menengah dengan nama Middelbare Meisjes School (MMS) di rumah sewa di jalan Laut (sekarang Jl. Dr. Moch . Saleh) dan pada 01 Agustus 1950 sekolah tersebut berganti nama menjadi SMPK Mater Dei dan sekolah SD baik di Jalan Suroyo dan Jl. Bromo mulai menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, sesuai dengan peraturan pemerintah pada waktu itu. Terbukti selama perjalanan masa baktinya di Indonesia, Moeder M. Oda telah berhasil mewujudkan 7 Sekolah yang ada di Probolinggo dan sekolah-sekolah di wilayah Jawa Timur meliputi : Jember, Lawang, Malang, Lumajang, Surabaya dan Banyuwangi. Sekolah -sekolah dan asrama di Probolinggo ini dalam perkembangannya mengalami pasang surut diantaranya mengalami penutupan di masa kependudukan Jepang pada tahun 1942. pada tahun 1947 dengan Moeder M. Heribertha sebagai pimpinan biara saat itu, kongregasi SPM kembali ke Probolinggo untuk membangun dan mengumpulkan kembali aset-aset yang sempat tercerai berai, sehingga dapat beroperasi kembali melanjutkan karya misi yang sempat terpenggal karena situasi politik masa itu. Selepas masa tugas Moeder M. Oda sebagai pemimpin karya misi, pada tanggal 26 Januari 1956, Moeder M. Martha de Wit, melanjutkan tanggung jawab sebagai pemimpin misi. Karya SPMpun semakin berkembang di Probolinggo dengan adanya perluasan gedung SMPK, SGB (Sekolah Guru B) dan tiga asrama besar di Probolinggo. Pada 01 Agustus 1957, Keuskupan Malang mendirikan SMAK Mater Dei di Probolinggo dengan kepala sekolah yang pertama adalah Rm. Roesmandjojo, Pr. Hingga pada akhirnya pada 01 Agustus 1981, persatuan SPM mengambil alih SMAKMD Probolinggo yang tadinya adalah milik Keuskupan Malang dengan kepala sekolah Sr. M. Benedicta Soerbardjini, SPM.

Perjuangan masih berlanjut…

“Sepanjang kurun waktu 19271981, Kongregasi SPM telah melahirkan 10 sekolah yaitu : VS, ELS, HCS, HIS (ELS, HCS, HIS sekarang melebur menjadi SDK Mater Dei), MMS menjadi SMPK Putra dan SMPK Putri, sekarang kita kenal sebagai SMPK Mater Dei, SMAK Mater Dei, SGB, SKP, Sekolah Guru (SGB, SKP, Sekolah Guru sekarang sudah tidak ada lagi). Selain itu juga, Kongregasi SPM telah mendirikan 3 asrama di Probolinggo yaitu: Asrama Putri St. Josef, Asrama Mater Dei (Panggung) dan Asrama Putra Sint Jan, yang hingga kini masih berdiri dan aktif membina tunas muda di Probolinggo.”

Kini setelah 82 tahun kehadiran SPM di Indonesia, kehadiran Kongregasi SPM melalui Yayasan Pendidikan SPM terus mengembangkan sayap pelayanannya, terlebih sebagai ibu yang mengayomi putera-puteri yang saat ini telah berkembang menjadi bagian dari masyarakat luas. Dan masih akan terus berlanjut pada tunas-tunas muda yang saat ini masih ditempa dengan semangat penuh cinta kasih dan kedisiplinan melalui civitas akademika Mater Dei dibawah naungan Yayasan Pendidikan SPM. Tidak berlebihan kiranya bagi segenap alumni dan keluarga besar civitas akademika Mater Dei untuk terus saling mendukung dan bekerja sama agar SPM terus bergerak kearah yang lebih baik dan menuai lebih banyak lagi tuiuan yang berkualitas bagi masyarakat luas.


“Apabila Tuhan Yang Maha Baik itu menghendaki karya misi ini, pasti juga akan memberi sarana-sarananya”
demikian kepercayaan yang dipegang teguh

15 Responses to Jejak Kongregasi SPM

  • devywaluyo(A-93) says:

    jadi ingat waktu sma…hidup 3tahun diasrama,bergaul dengan banyak teman dari berbagai daerah,banyak suka-duka hidup berdampingan dengan banyak orang.jadi rindu mengulang masa lalu….

  • TOTA CHRISTI PER MARIAM
    Sungguh alangkah baiknya Tuhan yang Mahabaik yang hidup dalam IAMDP.
    Proficiat, ikut bangga atas tumbuh kembang anda dalam gereja dan masyarakat.
    Terima kasih kami boleh menikmati web anda!

  • Trima kasih Anda telah menjadi saudara kita dan memperluas persaudaraan SPM. Tota Christi Per Mariam. Indah pada waktunya. Proficiat, maju untuk mengembangkan pelayanan Tuhan khsusnya bagi yang membutuhkan, miskin dan terlantar.

  • Trima kasih atas kehadiran Anda dan persaudaraan di IAMDP. Indah pada waktunya kehadiran para alumni sangat memperkaya, memberi  semangat dan salah satu wujud Spiritualitas SPM. Pelayanan Anda sangat berguna dan memperhatikan kualitas Pelayanan SPM turut memperhatikan kebutuhan Pendidikan dan pembinaan yang merupakan perutusan yang terbesar bagi SPM. Pendidikan ini sejak tahun 2002 bernaung di lembaga Perkumpulan Dharmaputri( yang lalu bernama Yayasan Pendidikan SPM). Proficiat saya ikut bahagia dan bangga.
     
     

  • gedhang kukus says:

    ….setelah sekian puluh tahun meninggalkan SDK Mater Dei II , baru saat lebaran kemarin sempat menjenguk sekolah ini lagi berikut Asrama St Jan dan kapelnya , walau hanya dari luar halaman. Ingatan kembali ke masa lalu…sedih dan mengharu biru…..

  • Sr. Felisita says:

    Dari Belanda saya dapat mengikuti berita dan kegiatan alumni Mater Dei.
    PROFICIAT dan selamat melanjutkan.
    Tuhan memberkati dengan kasih yang melimpah.

  • Sr. Mariani says:

    Terima kasih, kini kita saling tersambung ketika saya klik, anda telah menlink situs kami ditempat web Anda, para alumni. Senang bahwa saya juga dapat mengikuti gerak dan pelayanan saudara – saudari alumni. Semoga kebaikan Tuhan senantiasa dirasakan oleh semua orang yang kita layani. Salam dan doa saya untuk anda semua

  • Sr. Vianney says:

    Terima kasih untuk cinta dan perhatian para alumni yang selama ini boleh kami alami. Perhatian kalian sungguh memberi kontribusi bagi kemajuan kualitas sekolah-sekolah Mater Dei. Tuhan memberkati para alumni sekalian dalam karya dan hidup.

  • Banyak terima kasih atas kunjungan para suster dan para alumni MDP ke web kita http://www.alumnimaterdei.com serta perhatian dan doa2nya. Kami terus mencari bentuk dan sumber dana, agar kami bisa terus melaksanakan tugas merealisasikan Visi dan 4 Misi IAMDP dg maximal, demi kemajuan Almamater MDP beserta para siswa/i nya, para alumni dan masyaraakat. May GOD bless us!

    Salam IAMDP,
    Sidharta K – Ketua Umum.

  • Heru Indargo dr says:

    Semoga tulisan perihal sejarah berdirinya sekolah2 Materdei sempat terbaca oleh para rekan2 alumni MDP.dan memberi inspirasi timbulnya semangat serta tindakan nyata untuk meluangkan waktu ditengah2 kesibukannya ,bersama-sama IAMDP terus berkarya bergotong royong melestarikan MDP.

    Alumni A’59

  • GoHwieKhing King Gaudi D50 A60 says:

    Dari Los Angeles saya ikut banggadan mensyukuri, sejarah sekolah kita yang telah berusia 82 tahun oleh karya para Zuster Van Onzelieve Vrouw ini masih berlanjut dan berkembang. Ikatan Alumni Mater Dei Probolinggo juga ikut menunjang karya kerasulan ini. Semoga selalu terjadi peningkatan mutu serta jumlah alumni yang berkwalitas. Terima kasih saya kepada para Zuster yang sampai sekarang tanpa pamrih ikut mencerdaskan Bangsa Indonesia.
    Saya masih mensyukuri bisa mengalami diasuh Para Pendiri Sekolah Mater Dei, Moeder ODA, Moeder MARTHA, Romo ROESMANDJOYO dll. Saya menikmati pembekalan di Sekolah di Mater Dei Probolinggo sejak tahun 1950 sampai 1960.

    Saya usulkan di web ini, setiap menjelang akhir tahun pelajaran sekolah Riwayat Besar Pendirian sekolah Mater Dei Probolinggo dan di Indonesia ini dimuat ulang. Ini salah satu cara kita berterima kasih kepada sekolah Mater Dei Probolinggo dan Karya tulus para Zuster serta Guru, dengan mempromosikan sekolah Mater Dei Probolinggo.
    Kalau uusul ini diterima, saya harap ada perbaikan tulisan demi kejelasana bagi pembaca yang jauh beda usia dari sejatah sekolah ini.
    Misal:
    1. Singkatan SD untuk ELS saya yakin seharusnya Sekolah Rendah itu dulu
    disingkat SR, kemudian diubah jadi Sekolah Rakyat, tetap SR. Saya dari
    sekolah SR lho.
    2. Istilah Noviciat, asing bagi umum, tolong diterjemahkan bahasa Indonesianya.
    3. Karena tulisan ini riwayat yang berkurun waktu puluhan tahun, yang tidak
    luput dari perubahan nama jalan, dll. Harap selalu dijelaskan urutan
    perubahannya. Misal Jalan ” Heren Straat ” urutan gantinya adalah Jl.Besar
    kemudian Jl.Soeroyo dan Jl.Bromo jadi Jl. R>A.Kartini lalu…Jl…. Agar Alumni
    bisa mengenangnya lebih mudah dan membantu kejelasan sejarah
    kontemporer Probolinggo.

    Terima kasih, kalau pembaca lain punya usul dan kenangan, silahkan menyusul.

  • Heru Indargo dr says:

    Saran pak Khing tepat sekali ,agar para murid Materdei & para alumni MDP bisa mengetahui sejarah masa lalu Materdei.

  • Saya memulai pendidikan sejak usia 5th di TK MDP pd 1951, sp lulus SMA juga di Mater Dei Probolinggo 1964 (A-61). Tp sy baru mengetahui sejarah SPM dan Mater Dei pd 2008 yl bertepatan dg adanya IAMDP, dan saya mengusulkan mengupas sejarah SPM sbg topik utama di Bulletin Media Alumni IAMDP terbitan Perdana. Aneh tapi nyata saya mengenal SPM pd usia 62th. Apakah saat diceritakan sejarah SPM & MD saat sekolah, saya sedang tΐϑαƙ hadir karena sakit atau apa? Ataukah memang pihak sekolah belum pernah menceritakan kepada anak didiknya?

  • GoHwieKhing King Gaudi D50 A60 says:

    Saya yakin, pihak sekolah tidak pernah memperkenalkan karya Kerasulannya kepada para murid dan Orang Tua Murid. Ini memang ciri pengabdian tanpa pamrih bagi diri pribadi para Zuster maupun bagi Zuster Onzelieve Frouw sampai SPM dan Katolik. Jadi tugas IAMDP lah yang ada BEN DUNDA dan BASTIAN untuk dikoordinir Dr. HERU INDARGO bergiat memperkenalkan Sekolah Mater Dei kita dan SPM nya. Maka jadi dikenal dan disayang untuk menjadi pilihan para orang tua menyekolahkan puter puterinya di Sekolah Katolik Mater Dei Probolinggo yang lengkap dengan asramanya ini. Tentu saja keakraban pihak sekolah di Probolinggo untuk sering berkomunikasi dengan IAMDP nya sangat diharapkan. Kiranya bisa juga diberi Ruang untuk Sekretariat Cabang IAMDP disalah satu Sekolah Mater Dei Probolinggo. Terima kasih.

  • Salam damai sejahtera,

    Membaca komentar-komentar diatas, saya tergerak juga untuk ikut memberikan tanggapan dan memberitahukan kepada teman-teman semua, bahwa kami dari KERABAT SPM Surabaya, ingin mengundang siapa saja yang ingin bergabung dengan KERABAT SPM ini. Kami bertemu sebulan sekali dirumah para kerabat secara bergantian.

    Untuk bulan Juli ini, kami akan mengadakan pertemuan tahunan di Lawang, dirumah retreat St. Jullie Billiart dan biasanya sudah diatur oleh para pengurus SPM, para suster yang inti pertemuannya untuk lebih mengenal secara lebih dalam Misi dan Visi SPM yang sudah berusia 190 tahun. SPM sudah banyak menelorkan orang orang yang berkwalitas sangat baik secara spiritual didunia ini. Dengan demikian SPM juga ikut melukiskan segaris warna dari pelangi yang indah itu untuk memperindah alam raya ini.

    Kesan dan pesan setiap kali pertemuan dg para suster dan kerabat, sangat membuat hati kami menjadi sangat teduh, layaknya kami diingatkan kembali akan masa-masa hidup penuh kenangan dimasa bersekolah / berasrama di Mater Dei Probolinggo.

    Kerapian, keserasian, kebersihan, ketenangan, kegembiraan, kesederhanaan dan kedalaman diri dalam DIA, persaudaraan semua kerabat dan para suster membawa kami kepada suatu hidup yang sangat berbeda dengan keadaan dunia luar saat ini yang hanya bernilai materi saja.

    Semoga saudara-saudara mau menyempatkan diri untuk bertemu / bergabung walaupun hanya sederhana dan sejenak ( 1 x sebulan ) untuk mengenang dan lebih mengenal SPM. Berkat Tuhan selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita