Seminar Kolintang Goes To Unesco Pinkan Perjuangkan Pengakuan

Seminar Kolintang Goes To Unesco Pinkan Perjuangkan Pengakuan(beritasatu.com)-JAKARTA; Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) menggelar seminar “Kolintang Goes to Unesco” di Jakarta, (25/3/2021). Seminar ini upaya Pinkan terus memperjuangkan pengakuan dunia pada seni musik tradisional kolintang.

Kegiatan digelar agar alat musik kolintang kayu (AMKK) Minahasa, yakni Kolintang Minahasa sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia pada Badan PBB bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Seminar yang mengangkat tema “Ansambel Musik Kolintang Kayu Asli Minahasa Dipersembahkan Sulawesi Utara untuk Dunia” digelar atas kerja sama Pinkan dan RRI. Diharapkan kolintang jadi warisan budaya tak benda milik Indonesia dapat dipilih dan dipersembahkan jadi warisan yang berharga bagi dunia oleh Unesco pada 2023.

Ketua Dewan Pembina Pinkan Laksamana (Purn) Marsetio mengatakan, ansambel musik kolintang itu  tradisi kehidupan di Minahasa awalnya ritual kuno, seperti memanggil arwah leluhur, pakai 3 bilah kayu. Lalu, alat musik berkembang dengan bahan logam berbentuk gong kolintang atau kolintang gong 5 di era Majapahit.

“Berlanjut pada kolintang 7 bilah pengganti tala nada. Masa masuknya Portugis, Spanyol, dan Belanda, memungkinkan masyarakat Minahasa mengadaptasinya ke bunyi-bunyian memiliki keteraturan, yang  menjadi nada-nada sesuai pengaruh yang di bawah bangsa-bangsa asing itu,” kata Marsetio.

Disebutkan, kekristenan membuat ritual bunyi-bunyi kayu ini terpinggir dan nyaris punah karena ritual atau ritus itu dianggap berhala. Akibatnya, kolintang yang berkembang dari permainan 3 bilah hingga 7 bilah jadi permainan musik yang digunakan saat proses olah kelapa membuat kopra di ladang perkebunan.

Keberadaan Nelwan Katuuk, (difabel) yang memiliki kemampuan bermain kolintang, punya alasan mengapa Kolintang dipopulerkan olehnya. Hal ini karena Nelwan tak dilarang oleh komunitas di Tanah Tonsea, termasuk pemimpin umat atau jemaat gereja, karena kuatnya kekristenan di tanah Minahasa.

Dengan perjuangan gigih Nelwan yang mentransmisikan nilai bunyi-bunyian ke nada-nada universal kepada orang orang sekitar. Ini menjadikan dukungan dengan memberikan tempat untuk Nelwan dalam satu grup permainan musik yang berupa alat-alat musik barat, seperti gitar, banyo, ukulele, dan bas string.

Hal ini bertransmutasi pada kolintang gong ke kolintang kayu, dan  berlanjut dari orkes kolintang jadi kolintang melulu dan jadi Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa. Melalui Nelwan Katuuk, kolintang yang di luar garis masyarakat yang berubah dengan masuknya budaya barat, tetap terhubung dengan tradisional dalam lingkup budaya namun tanpa ritual.

“Pada era peperangan, masyarakat sipil mengungsi di hutan/perkebunan, ada kesulitan ketika musik dibutuhkan untuk ibadah, terutama ketiak alat musik barat ini putus senarnya. Suasana ini memunculkan perkembangan pemikiran menggantikan alat musik barat dengan kayu yang ada di hutan,” ujar Marsetio.

Kini, kata Marsetio, kolintang mampu jadi salah satu alat diplomasi, baik antar daerah dan di luar negeri dengan transformasi nilai-nilai harmonis dan kebersamaan. Tanpa disadari, ini juga merupakan penetrasi budaya dalam eksistensi dari pengaruh globalisasi modernisasi.

Hal ini didukung data penyebaran AMKK yang eksis dari Sabang sampai Merauke dengan lebih dari 1.000 grup kolintang aktif. Selain itu, berdasarkan catatan Pinkan Indonesia, para pengrajin kolintang telah mengirimkan lebih dari 500 set instrumen kolintang ke berbagai negara dari 1975 sampai 2016.

“Jadi, selain diperjuangkan untuk dicatat pada daftar warisan budaya dunia (Ingentable Cultural Heritage) Unesco atau Warisan Budaya Hidup, bangsa Indonesia pun sekaligus mempersembahkan kolintang untuk dunia,” kata Marsetio.

(Asni Ovier; AO; Bahan dari : BeritaSatu.com dan https://www.beritasatu.com/hiburan/751061/gelar-seminar-kolintang-goes-to-unesco-pinkan-terus-perjuangkan-pengakuan-dunia)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita