Perayaan Tri Suci Waisak

Perayaan Tri Suci WaisakPerayaan Tri Suci Waisak 2558 BE/2014 M yang dirayakan sebagian etnis Tionghoa di Parepare diwarnai pelepasan berbagai jenis binatang seperti burung-penyu, Minggu 11/5/14. Perayaan tahun ini, bertajuk Kerukunan Dasar Keutuhan. Pelepasan itu simbol kebebasan mahluk menjalankan kepercayaan menurut keyakinannya.

 

Pelepasan ratusan burung berbagai jenis dan penyu di Pantai Sabbangparu, Desa Tasiwalie, Kec. Suppa, Pinrang. Sebelum dilakukan ritual Fanshen (pelepasan mahluk hidup) di Suppa, umat Buddha dipimpin Bhikkhu Khemanando Thera melakukan tradisi Pindapata di pagi hari dalam rangkaian Waisak. Puncaknya 15/06/14.

 

Pindapata sebagai umat Buddha memberikan derma kepada Bhikkhu. Derma yang diberikan umat pada Pindapata, biasanya berupa barang kebutuhan sehari-hari yang nantinya dikumpulkan untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan.

 

Tradisi Pindapata itu, Bhikkhu bersama umat Buddha berjalan kaki tanpa alas kaki berkeliling ke rumah umat. Pindapata ini kesempatan bagi umat Buddha, tiap tahun di perayaan Tri Suci Waisak untuk mewujudkan kedermaan kepada Bhikkhu. Umat Buddha di berbagai kota lain menjalankan Pindapata saat Waisak.

 

Pindapata ini dihadiri Wawalkot Parepare, HA Faisal A Sapada. “Terima kasih kepada bapak WaWali  Faisal Andi Sapada, rekan-rekan media serta warga Parepare yang telah turut berpartisipasi dalam acara ini,” kata seorang pantia perayaan William.

 

Sementara Ketua Panitia Perayaan Tri Suci Waisak, Peter Herjaya mengatakan, sebanyak 190 ekor burung dari berbagai jenis dan 15 ekor penyu dilepas dalam tradisi Fansheng sebagai rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2558 EB/2014 M di Kota Parepare. “Perayaan di Kota Parepare mengangkat tema kerukunan dasar keutuhan yang disesuaikan proses pelaksanan pilpres,” katanya.

 

Peter menyebutkan, rangkaian perayaan Waisak di Parepare berbagai agenda-tradisi yang dilakukan. Diantaranya, Pindapata (berderma), Fangsheng (pelepasan mahluk hidup), donor darah, dan bakti sosial. “Acara puncak, kita akan melepas sebanyak 500 lampion pada malam hari,” ujarnya.

 

Pelepasan burung itu simbol kebebasan seluruh mahluk dalam melakukan seluruh aktivitas tanpa ada belenggu, termasuk menjalankan kepercayaan menurut keyakinannya. “Burung juga makhluk hidup. Semua mahluk hidup layak menikmati kebebasan. Sesuai ajaran Buddha tentang cinta kasih,” katanya.

 

Pindapata, kata Peter, mengajak umat berbuat kebajikan dengan berdana. Dana yang terkumpul disumbangkan kepada pihak yang butuh, yakni penghuni panti asuhan, panti jompo, dan pihak lain. “Berbuat kebajikan membuat kita bahagia. Jadi, Waisak ini bukan hanya umat Buddha yang bahagia, tapi juga orang lain,” harapnya.

 

Bhikkhu Khemanando Thera yang memimpin upacara pelepasan burung dan penyu mengatakan, bermakna memberikan kebebasan kepada hewann yang juga mahluk hidup di alam ciptaan. “Ini untuk mendapatkan kebebasan-kebahagiaan. Pelepasan hewan juga bermakna kita mencintai sesama makhluk dan memberi kelestarian makhluk hidup,” jelasnya.

 

Prosesi Pindapata berlangsung dari halaman Vihara Buddha Darma. Sambil melantunkan parita (kidung pujian), para bhikkhu menyusuri sepanjang jalan di Kota Parepare. Sementara umat Buddha berdiri menunggu untuk memberikan bingkisan kepada bhikkhu yang melewatinya di sepanjang jalan tersebut.

 

Bhikkhu Khemanando Thera mengatakan, pindapata merupakan peringatan sejarah Buddha. Dahulu, Buddha memiliki tradisi berkelana dan kehidupannya ditanggung umat. Tradisi ini juga memberikan kesempatan pada umat untuk bersedekah guna mendatangkan kebaikan dan keberuntungan.

 

“Buddha mengajarkan sedekah ke umat agar tidak serakah, selalu berbuat baik dan berbagi sesama umat. Tradisi ini me; http://parepos.co.id/index.php/metro-pare/84-pare-pos/152-menyambut-tri-suci-waisak-di-parepare)

Selamat merayakan Tri suci Waisak-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita