logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Penjaga terakhir kursi Katedral Jakarta

Jakarta, CNN Indonesia-Bangunan megah bergaya neo gothic ala Eropa dikenal sebagai Gereja Katedral Jakarta, usianya menginjak 114 tahun. Tanggal 21/4/1901, gereja yang dibangun arsitek Marius Hulswit ini, diresmikan. Siapapun yang lihat dan masuk Gereja Katedral pasti berdecak kagum. Bangunan yang terlihat bak istana di negeri dongeng ini memiliki arsitektur indah.

Dinding dan tiang2 penyangga atapnya kokoh. Jendela2 besar, pintu besar menambah megah. Ornamen2 kaca dan dinding menyumbang keindahan. Tahun 1993, Gereja Katedral dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya. Gereja ini dianggap warisan budaya karena bernilai sejarah dan budaya tinggi.

Di usia tidak muda, dengan status bangunan cagar budaya, Gereja Katedral butuh perawatan ekstra. Semua keasliannya tetap terjaga. Kokohnya dinding2 gereja beserta ornamen2 yang menghiasinya, altar suci, orgel tua buatan Belgia 1988, dan berbagai barang yang asli sejak dibangun harus diperhatikan agar tidak rusak. Tak terkecuali kursi2 yang terbuat dari kayu jati yang mengisi ruang gereja.

Kursi2 butuh perhatian dan perawatan khusus. Sebab, tiap hari, jemaat yang datang, duduk di kursi itu sehingga kursi rentan rusak jika tidak dijaga. Bagian tersering ditemukan rusak adalah rotan2 yang jadi alas duduk dan sandaran. Tidak sedikit ditemukan sandaran bolong atau alas duduk yang bisa jebol sewaktu-waktu.

Tapi, kondisi itu tidak dibiarkan begitu saja. Seorang laki-laki paruh baya cekatan memperbaikinya. Laki-laki itu Samin. Setiap ada rotan di kursi yang rusak, jemari lincah Samin cekatan merangkai rotan2 kecil untuk menjadi sandaran dan alas duduk kursi.

Pak Samin bukan umat Nasrani. Namun Pak Samin tak merasa tabu masuk dan duduk di bangku rumah ibadah umat Nasrani itu. Tahun ini, 2015, merupakan tahun ketujuh bagi Pak Samin memperbaiki bangku2 Gereja Katedral yang mulai koyak.

 

Yang ia tahu, ia cari uang menyambung hidupnya dan keluarganya dengan profesi halal. Profesi yang mungkin dianggap remeh sebagian orang, tapi sebenarnya sungguh berjasa, memberikan kenyamanan bagi orang lain saat beribadah.

Heri Gunawan, jemaat Gereja Katedral sering membantu mengelola gereja, bangga terhadap Samin. Ia begitu heran melihat Samin yang usianya sudah tua, masih lihai dan ulet merangkai bilah-bilah rotan di kursi-kursi bangunan cagar budaya itu. “Saya heran, dia tua, lebih tua dari saya. Saya saja 66 tahun. Tapi dia benerin kursi tidak pakai kacamata. Saya pakai kacamata,” kata Heri kepada CNNIndonesia.com.

Rasa kagum Heri semakin bertambah mengingat perjuangan Samin bekerja di Gereja Katedral tidak mudah. Samin bercerita ke Heri kalau tiap hari ia menempuh perjalanan 3 jam dari rumahnya di Cisalak, Depok. Tiap hari Samin berangkat 05.00 pagi. Sampai di Katedral, pukul 08.00. Setelah menyelesaikan pekerjaan pukul 15.00 petang, ia bergegas pulang dan sampai rumah jam 20.00.

Di tengah kekagumannya, Heri khawatir. Samin satu2nya yang bisa membetulkan kursi2 Katedral. Tidak ada orang lain yang bisa membantu karena butuh keahlian khusus. Mulai belanja rotan, merangkainya di kursi, semua Samin lakukan sendiri. Satu hari, Samin bisa merangkai rotan untuk dua bangku sekaligus.

“Dia sendirian. Makanya banyak yang belum selesai. Masih ada kursi2 bolong. Tidak sempat dibetulkan keburu Natal,” ujar Heri. Ia khawatir, ketika Samin sudah tidak mampu bekerja lagi, lantas siapa yang akan menjaga keaslian kursi2 Katedral yang terbuat dari kayu jati dan dilengkapi anyaman rotan.

 

Heri sempat menanyakan hal ini pada Samin, apakah anak Samin mewarisi keahliannya merangkai rotan. “Tidak ada yang nerusin. Anak saya tidak bisa,” kata Heri menirukan Samin. (les/les; http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151225162323-277-100359/kisah-penjaga-terakhir-kursi-katedral-jakarta/)-FatchurR

One Response to Penjaga terakhir kursi Katedral Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita