Pembunuh itu rokok

merokok unik-1Banyak saya lihat iklan rokok yang besar dan mencolok. Di bawah iklan itu  tampak peringatan, “Rokok dapat membunuh”. Melihat itu terbayang beberapa pasien yang sedang dirawat, dan berjuang  dengan penyakitnya akibat racun rokok yang selama ini disedotnya.

 

Mengingatkan saya sebulan lalu di poli Internis, 3 pasien hadir dengan keluhan sama, batuk dan sesak nafas. Ironisnya lagi, mereka Bapak, Ibu dan Anak, satu keluarga pecandu rokok. Sang Bapak (53), disamping mengeluh  batuk dan sesak nafas, juga ada nyeri dada dan penurunan berat badan.

 

Pada pelacakan diagnosis ternyata beliau menderita keganasan  paru sebelah kanan. Ibu, 49 tahun, juga mengeluh batuk, serta sangat sesak, akftitas sedikitpun sudah sesak. Tidurpun tidak bisa berbaring, harus duduk menunduk kedepan.

 

Sang Ibu bernafas seperti bersiul, berusaha keras meniup nafasnya, ada yang menyebut seperti ikan benafas. Tanda yang khas bagi  penderita penyakit paru obstruktif menahun ( kronis). Anak lelaki (25) juga mengeluh batuk, sesak nafas, dan mengalami asthma.

 

Pasien dari desa di tepi pantai, itu petani dan nelayan. Lebih dari 80 % penduduk dewasa, laki-perempuan  di desa ini perokok, dan umumnya dimulai sejak remaja. Sang Bapak penderita keganasan paru itu,  ber-riwayat merokok sejak SD. Sang Ibu merokok tidak berapa lama setelah nikah. Sang Anak ikutan merokok sejak masuk usia remaja.

 

Melihat kondisi bapak, Ibu, dan anak ini, saya terenyuh. Bapak, Ibu,  yang harusnya jadi tulang punggung keluarga, kini tidak dapat berkerja memberi nafkah keluarganya, malah jadi beban keluarga. Sang Ayah, harapan hidupnya mungkin hanya tinggal beberapa bulan ke depan.

 

Disamping tidak punya biaya, prognosis kanker paru seperti itu sangat jelek. Sang Ibu juga, yang seharusnya mengurus keluarga, dengan penyakit yang dideritanya sekarang, jangankan untuk itu, mengurus dirinya mengalami kesulitan.

 

Sang anak (25), kalau tetap merokok, saya yakin, beberapa tahun ke depan akan mengalami hal sama. Saya tidak kebayang nasib 3 anak-ananya yang lain. Tiga orang pasien yang kebetulan satu keluarga ini adalah gambaran  ribuan-jutaan pasien lain dengan kondisi dan penyakit yang sama di Indonesia.

 

Menurut WHO (2001) lebih dari 1,3 juta kasus kanker paru di dunia dengan kematian lebih dari 1,1 juta. Angka kanker paru di Indonesia belum saya ketahui, cukup tinggi (lebih dari 170.000 kasus baru tiap tahun) . Di Indonesia adalah konsumen rokok no 5 di dunia (200an miliar batang rokok tiap tahun dihisap) setelah Jepang, Rusia,Amerika dan Cina.

 

merokok unik-2Sementara di negara lain seperti AS ada kecendrungan penurunan konsumsi rokok, di Indonesia, sebaliknya, semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai dokter, saya prihatin kondisi ini. “Apakah ini akan tetap kita biarkan?” Membiarkan taipan industri rokok menari di atas penderitan manusia lain?

 

Rokok tak hanya masalah petani tembakau, masalah konglomerat pabrik rokok, tapi juga rakyat banyak penderita dan mati prematur. Secara ekonomis, rokok dan akibatnya menurut Menkes membebani masyarakat dan negara lebih dari 22 trliun tiap tahun. Jumlah yang besar. Beberapa aturan iklan rokok kini sudah membaik.

 

Tingginya konsumsi rokok di Indonesia kemungkinan ada hubungannya dengan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok yang masih sangat kurang, sementara iklan rokok tetap berlanjut. Dimana-mana kita masih mudah menemukan iklan rokok.

 

Di tepi jalan, di tempat umum, di media massa, dan di sekitar lingkungan sekolah bertebaran iklan rokok. Perusahaan rokok barangkali masih dapat menjadi sponsor banyak kegiatan, tertutama kegiatan yang berkaitan remaja. Rokokpun dibagi gratis pada waktu-waktu tertentu.

 

Akibat iklan rokok ini,  ada stigma di kalangan anak muda dan remaja,  bahwa merokok itu gaul, gagah, hebat. Heran juga, “apa gaulnya?” …..”apa sih  hebatnya?”……. Apalagi, ketika untuk beli sebatang rokok mereka harus minta uang kepada orang tua mereka.

 

Peringatan, “rokok dapat membunuh”, tampaknya hanya tinggal di papan iklan itu, sebagian besar kita tidak peduli. Batang-demi batang racun itu tetap setia kita isap. Tidak heran, disamping 3 pasien di atas, setiap tahun puluhan-ratusan ribu  saudara-saudara kita direnggut nyawanya lebih dini, akibat langsung atau tidak langsung dari rokok.

 

Trliunan rupiah jadi beban ekonomi akibat rokok, belum beban sosial lain. Rokok itu kejam. Menjadi pembunuh walau kebanyakan kita tidak menyadarinya, tidak percaya, atau dikendalikan candu rokok itu. (Irsyal Rusad; http://m.kompasiana.com/post/read/693291/2/rokok-memang-membunuh.html )-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita