Mahasiswi miskin tapi berprestasi(1)

Mahasiswi-miskin-tapi-berprestasiKetidakmampuan bukan masalah besar meraih prestasi setinggi langit. Latar belakang keluarga miskin bukan alasan kuat untuk tidak berpikir positif dan mewujudkan cita-cita. Tekat serta kemampuan dari dalam diri yang tinggi mengalahkan segalanya dan membawa kehidupan jauh lebih baik.

 

Hal itu dibuktikan beberapa mahasiswa (i) dari berbagai wilayah yang membuktikan ketidakmampuan fisik dan materi bukan halangan, justru malah bisa selangkah lebih baik, membanggakan negara sendiri dihadapan negara asing. Mahasiswa/mahasiswi tidak mampu dan berprestasi ini,  Berikut kisahnya :

 

1. Anak pencari ikan jadi wisudawan terbaik di IAIN Walisongo

 

Zumrotul Choiriyah (23) berhasil diwisuda Sarjana ke-LXV Diploma XV Magister (S2) XXXII Doktor (S3) VIII IAIN Walisongo. Zumrotul diwisuda bersama 1.114 mahasiswa program Sarjana, Magister dan Doktor di universitas itu, pada Rabu (6/8) pagi kemarin.

Dia anak buruh tambak ikan di Bojonegoro yang tidak menonjol di kampus. “Jadi dia anak buruh tani yang kadang membantu mencari ikan di tambak milik warga desanya. Ekonominya pas-pasan. Saking miskinnya dia tidak punya HP,” ujar dia, kepada merdeka.com, Kamis (7/8)

Keterbatasan materi yang dihadapi tak meruntuhkan tekatnya tetap berprestasi. Hasilnya, Zumrotul berpredikat wisudawan terbaik karena mampu meraih nilai indeks prestasi 3,93. Atas raihan prestasi itu, gadis kelahiran 11/11/1991 itu bisa melanjutkan kuliah S2 di IAIN Walisongo.

 

2. Anak buruh tani lulus dari UNS dengan IPK 3,98

Angga Dwituti Lestari, anak ke-2 pasangan Supriyanto-Sugiyarti, warga desa Cibuk Lor I, Margoluwih, Sayegan, Sleman, Yogya ini  lulus dari Fakultas MIPA UNS Solo, Jateng, dengan IPK 3,98. Meski dari keluarga buruh tani bergelut kemiskinan, Angga membuktikan dirinya mampu menjadi lulusan terbaik.

Selain dari keluarga miskin yang terbelit utang, kedua ortunya bekerja sebagai buruh tani, yang hanya cukup untuk makan seadanya. “Sejak kecil saya makan nasi dengan lauk kerupuk. Atau sayuran yang dipetik di sekitar rumah. Makan mie ayam bagi kami sangat istimewa. Sampai kini Ortu masih seperti itu.

 

Setiap makan enak ya mie ayam. Mereka tidak mau, saya ajak makan di rumah makan, meski saya lagi ada rezeki sedikit,” kenangnya. Bersambung ………………  (Reporter : Indra Komara Nugraha; mdk/hhw; http://m.merdeka.com/peristiwa/kisah-para-mahasiswi-tidak-mampu-tapi-berprestasi.html)-FatchurR

One Response to Mahasiswi miskin tapi berprestasi(1)

  • GoHwieKhing King Gaudi D50-A60 says:

    Niat Indonesia Merdeka yang pertama adalah mencerdaskan Bangsa, kemudian Mencerdaskan Bangsa untuk Martabat bangsa dan Negara. Karena itu kalau upaya mencerdaskan Bangsa sejak dulu diprioritaskan, akan terbukti akan lebih banyak anak dari kaum yang terbatas berbagai kemampuannya ini yang berprestasi akademik dan dimasyarakat. Dibanding mereka yang dari keluarga kaya.
    Ini terbukti dari risearch yng dibukukan dalam ” DAUD Melawan GOLIATH “. 73% anak keluarga kaya yang sejak Preschool sampai Highschool berprestasi tinggi, ternyata dalam 2 tahun dropped dari 7 Univ.Elit USA yang termasuk Ivy League. hanya 5% dari sisa mereka yang 23% yang sampai lulus, hanya 1% yang berprestasi diakademik maupun masyarakat.
    Dari mereka yang tidak mampu, yang masuk dengan beasiswa karena prestasi diluar akademik, hanya 18% yang dropped out. dan 72% sisa ini 37% sampai lulus dan 9% berprestasi diakademik maupun dimasyarakat. Bukti yang aktuil adalah BARACK HUSEIN OBAMA yang dari keluarga amburadul, meski kedua Ortunya Cendekiawan, dengan kemampuan ekonomi minim. Dia prestasi akademiknya sampai Highschool normal saja. Masuk Ivy League karena kemampuannya berbicara didepan umum sejak SMP, ternyata di Univ. dan Masyarakat berprestasi tinggi sampai jadi Presiden USA dua kali.

    Jadi tepatlah ada sistem pemberian bea siswa tidak hanya bagi yang berprestasi diakademik saja, tetepi juga dinilai dari prestasi diluar akademik. Anak dari keluarga kurang mampu lebih punya kesempatan membangun leadership dirinya sehingga tahan banting dari menghadapi segala macam persoalan yang harus dihadapinya sendiri.

    Ibarat GOLIATH yang mapan selalu menang dalam kondisi fisik maupun fasilitas serta pengalaman tanding. Saat menghadapi DAUD sigembala domba tak dikenal,berperawakan kecil dari dia. Yang tidak meladeni tantangan GOLIATH untuk menuruti maju, mendekat berperang tanding. DAUD mendapat ilham kiat lain melawan musuh yang pasti melibasnya kalau tanding berdekatan. Dari jauh dia menyambit GOLIATH dengan batu. Sreet tepat kena jidatnya, tanpa sempat mengelak GOLIATH mati.

    Anjuran dari research ini adalah, agar anak orang kaya juga diberi kesempatan menghadapi persoalannya sendiri dan persoalan masyarakat agar kepribadiannya utuh dan unggul berprestasi dimasyarakat maupun diakademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita