logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Kisah unik Walikota Surabaya

Risma dan Lingkungan Pondok Sosial KalijudanKisah Teladan dari Walikota : Saat bu Risma pulang, dia berada di kamar mandi, Anak Cacat Mental ini Menangis Sambil memanggil Mana Ibuku. Apa Gerangan Yang terjadi ?.
Hari ini saya dapat pengalaman yang mengesankan, Mengikuti acara Penganugerahan Pendamping terbaik bagi para mahasiswa di Surabaya yang sukses membina adik2 asuh untuk kembali bersekolah.

 

Acara berlangsung meriah, anak-anak jalanan yang telah berubah menjadi pelajar tampil di panggung. Prestasi mereka beragam, ada yang juara menyanyi, berprestasi di sekolah, hingga meraih medali perak tingkat nasional untuk balap sepeda.
Walikota Surabaya tidak canggung menyebutnya sebagai “Anak2 Saya”. Tapi bukan itu yang membuat saya dan belasan orang mengharu biru… Ketika acara berakhir, dan Walikota dan rombongan telah meninggalkan acara, yaitu Liponsos/Lingkungan Pondok Sosial Kalijudan yang menampung anak berkebutuhan khusus.
Tiba2 dari dalam gedung pertemuan terdengar anak menangis me-raung2, menyebut ibunya. Lama dia menangis sehingga banyak yang datang padanya, termasuk saya. Dia seorang tuna grahita berusia 15 tahun. Pada acara pembukaan tadi saya lihat si Umay (nama anak itu) asyik berjoget gembira.
Tangisnya makin menggema, sambil me-manggil2 di mana Ibuku… di mana Ibuku….Ada apa gerangan? Menurut penjelasan pengurus Pondok, Umay kehilangan “Ibunya” yang Walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Rupanya, saat bu Risma pulang, dia berada di kamar mandi. Istilah Jawa-nya adalah “kelayu”.
Tak seorang pun bisa mendiamkan Umay, sehingga pimpinan Pondok berinisiatif menelpon seseorang. Saya dengar beliau melaporkan bahwa Umay tidak bisa berhenti menangis. Ternyata yang ditelpon adalah bu Risma.
Saya cuma berpikir. Ah, mungkin itu hanya bersifat laporan, mana mungkin walikota mau kembali hanya untuk menenangkan anak tuna grahit?. Sekitar 5 menit kemudian, Subhanallah, masuklah sebuah mobil Innova hitam yang tadi dikendarai bu Walikota ke dalam halaman Liponsos.

 

Bu Risma pun turun. Orang2 segera memanggil Umay, dan berbaurlah bocah itu ke pelukan “Ibunya”. Bagaikan sikap seorang Ibu kepada anaknya, bu Walikota mendekap dan bertanya, kenapa tadi Umay tidak ikut mengantar? Terlihat si Umay begitu manja dan tak mau lepas dari pelukan “Ibunya” itu.

 

Akibatnya bu Risma harus mengatakan “Ibu harus mencari uang untuk makan kamu, supaya kamu bisa belajar joget dan menyanyi…” Akhirnya Umay mau melepaskan pelukan, disertai senyuman. Sungguh… sebuah kejadian yang sangat jauh dari rekayasa, apalagi pencitraan… (Ary Gang Pen P-65 Umay, Disadur dari Status fb Farida Hardaningrum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita