Bangga hasil dan proses

bimbingan belajarSenin itu sebagian besar siswa akan meneriakkan pekik keberhasilan perjalanan panjang, masa SMA. Hanya sebagian kecil terpaksa harus mengulang Ujian Nasional. Tidak seperti tahun2 lalu, tahun ini ada dua hal yang berbeda yaitu :

 

Adanya ujian ulangan buat yang gagal dan naiknya tingkat ketidak lulusan. Dua hal itu tentu sejalan, jika dianalisa lebih jauh, seharusnya tingkat kelulusan berkurang. Banyak faktor yang menjadikan hal ini terbukti. Lihat saja perubahan waktu UN dari tahun2 sebelumnya.

 

Tahun itu dimajukan. Yang kedua, sebelum UN, dua Perguruan Tinggi Negeri ternama dan paling banyak menyedot peminat, mengadakan Ujian Mandiri, yaitu UGM dan ITB. Keduanya hanya berselang 1 hari dari Ujian Nasional.

Hal ini mengundang keraguan siswa, ditengah persiapan siswa harus berpikir tentang UN. Untung ada Ujian Susulan, hingga UN jadi no. 2. Ini terlihat dari sebelum UN dan Ujian Mandiri. Siswa mulai stress tinggi. Banyak siswa memilh ke Bimbel, dari pada ke sekolah. Tujuannya realistis. ITB atau UGM.

Buat sebagian pemerhati dan pelaku pendidikan, hal ini jadi sesuatu yang tidak pada tempatnya. Kep Mendiknas dengan jelas menentang PTN yang mengadakan Ujian Mandiri sebelum pelaksanaan UN. Nyatanya Mendiknas tak mampu menghalangi niat PTN-PTN favorit menjaring siswa.

 

Tanpa terasa UN jadi legalitas belaka. Kadang ada sindiran keras, kalau ujian PTN bisa lulus, mana mungkn siswa gagal UN. Demikian rendahnya UN di mata para siswa dan masyarakat. Kepergian siswa meninggalkan bangku sekolah menuju Bimbingan Belajar terasa pada beberapa tahun terakhir.

 

Hal ini dimulai saat Ujian PT makin sulit diprediksi, dari tingkat kesukaran soal, jumlah peminat, batas kelulusan, biaya mahal dan tentu waktu ujian. Waktu ujianlah yang jadi kendala. Bayangkan 3 bulan sebelum Ujian, baru ada pemberitahuan.

 

Hal ini mengundang “gejala masalah”. Mulailah siswa berlomba mencari “bimbbel yang paling banyak membuat soal identik ujian PTN”, bahkan yang menggunakan janji dan jaminan. Kondisi ini membuat posisi UN jadi lemah. Siswa pasti pilih lulus PTN dulu, UN urusan nanti.

 

Tanpa disadari dalam 3 tahun ini pengajaran di bimbel atau apa pun namanya, kreatif dan inovatif. Ini yang harusnya ditiru pendidik di Sekolah. Membuat belajar integral benda putar jadi menyenangkan, menjadikan kesetimbangan kimia hal yang biasa, atau menghitung kecepatan mobil tabrakan dengan lenting sempurna menjadi keindahan, banyak hal yang membuat pelajaran menjadi berbeda.

Tetapi tidak semua hal jadi indah dan positif, ada hal2 yang membuat kita para pendidik berpikir ulang. Ada apa dengan mental siswa? Kadang ada siswa yang menggunakan jalur cepat, dan bukan dari proses pendidikan, tetapi hanya melihat hasil ujian, apa pun caranya.

 

Mendiknas mengakui ada kebocoran, tiap tahun berulang dan tidak membuat kita bangga sebagai guru. Selalu tanpa penyelesaian, yang mendidik dan terhormat. Apa pun hasil UN, akhirnya akan berpulang pada pendidik, siswa, Ortu dan akhirnya penentu kebijakan negeri ini.

 

Banggakah dengan hasil tersebut ? Atau berpura-pura dengan kondisi nyata, bagaimana mereka ujian. Kita berhasil mengajar, tetapi gagal mendidik. Tanpa mengurangi sisi perjuangan guru, tentunya kita tidak mungkin membiarkan, mata kejujuran menjadi hilang di dunia pendidikan.

 

Selamat buat yang Lulus dari UN dan Ujian Kejujuran, mohon maaf buat yang di luar hal itu. Secara kognitif anda lulus, tetapi moral dan mental anda perlu di revisi selama hidup. (Wangsa Jaya; http://m.kompasiana.com/post/read/126204/3/antara-kebanggan-hasil-dan-proses.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita