logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

IKHLAS DAN KUNCI SUKSES

Ikhlas dapat diartikan : Bersih hati dan Suci jiwa. Masalah hati sama halnya dengan awal dari aktifitas hidup dan kehidupan manusia, karena segala amal (aktifitas hidup) manusia berawal dari niat sebagai pekerjaan hati, bukan pekerjaan mulut atau anggota badan lain.

Bila hati baik, maka seluruh amalannya akan baik dan sebaliknya apabila hati kotor maka seluruh amal-amalnyapun akan rusak pula. Itulah sebuah pesan Nabi kita yang sangat berharga dan dapat menjadi bekal dalam hidup kita.

Kita sering mendengar pengertian ikhlas diidentikkan :  ”Dengan amal yang tidak menghiraukan aspek lahiriyah / duniawi”, alasannya ia beramal untuk akhirat, sehingga yang dilakukannya hampir tidak menampakkan hasil optimal malah keyakinan itu menjadi penghambat dalam pengembangan Islam.

Ikhlas bila dimaknai pengertian yang benar, sangat luas bahkan aspek lahiriyah terkadang dapat menjadi penunjang terhadap berhasilnya tujuan dan cita-cita perjuangan Islam menuju ridho Allah, jika diawali dengan bersihnya hati dalam menjalani amalan / pekerjaan tersebut.

Bila kita perhatikan sejarah perjalanan orang-orang besar yang meraih sukses dimata Tuhannya baik didunia atau di akhirat, justru merekalah yang dapat memelihara dalam menjaga keseimbangannya kepada Allah.  (QS.2:201,201)

Mari kita ambil contoh orang sukses yang dapat memelihara kebersihan hatinya (ikhlas) yang sangat banyak digambarkan dalam Al Qur’an. “Dan ingatlah hamba Kami : Ibrahim, Ishak dan Ya’kub yang mempunyai karya/sukses besar dan ilmu pengetahuan tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikannya dengan akhlak tinggi yaitu selalu mengingatkan manusia kepada dunia-akhirat.”  (QS.38: 45,46)

Ayat diatas adalah wahyu Tuhan yang menjadi bukti kuat bahwa bersihnya hati adalah sebuah kunci sukses dalam hidup.  Dalam ayat itu ada dua tanda yang menunjukkan seseorang dapat dikategorikan sebagai orang bersih hatinya atau ikhlas dalam arti yang benar dan makna yang luas, diantaranya :

(a)    Orang yang bersih hatinya selalu bersikap dan berkata baik dan benar, dengan kata lain ia akan menampakkan sikap dan perilaku (akhlak) yang baik.

Hal itu dapat difahami karena sebuah dinding bejana akan terlihat bening, jika air yang ada didalamnya berwarna bening. Demikian pula dinding bejana akan kelihatan berwarna hitam, jika air yang ada didalamya berwarna hitam.

Atau mulut sebuah poci akan mengeluarkan air sesuai dengan apa yang ada didalam poci tersebut,  artinya seseorang yang bersih jiwanya akan baik dalam aktifitasnya, baik dalam katanya dan akan terlihat benar dalam tindakannya, karena itu semua adalah cerminan jiwa yang ada didalamnya.

Artinya, hati yang bersih paling tidak akan melahirkan optimisme yang besar dan akan melahirkan sikap mental yang positif dalam menjalani segala aktifitasnya, sehingga ia akan meraih apa yang dicita-citakannya.

Semuanya dapat diraih, karena stabilitas mental yang mapan, disamping itu bersihnya/ beningnya hati akan membuat hidup menjadi terasa tenang dan akan terhindar dari rasa gundah gulana resah gelisah.  Itulah sesungguhnya awal dari sukses pertama yang kita raih di dunia.

Dari sisi akhlak, selengkapnya kita dapat mengambil contoh dari suksesnya nabi Muhammad SAW sebagai orang yang berhasil membawa misi yang di-embannya melalui kekuatan moral atau khusnul khuluq. Simak firman-Nya :

“Maka karena rahmat Allah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.  Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka , mohonkan ampun bagi mereka”… (QS. 3 : 159)

(b)     Seseorang yang telah bersih hatinya, akan senantiasa mengajak kepada jalan yang diridhoi Allah SWT untuk menuju kebahagiaan kampung akhirat, karena ia meyakini bahwa kampung akhirat adalah tujuan dan cita-cita hidup yang sebenarnya yakni “alam keabadian yang tak kan berakhir”.

Itulah hidup yang sesungguhnya bersama Tuhan yang abadi, hidup dialam keindahan, hidup yang kekal dan langgeng selamanya.  Dan inilah puncak kebahagiaan yang sempurna yang abadi yakni “kenikmatan  rohani yang bersifat syurgawi di akhirat.”

Firman Allah : “Berbahagialah mereka yang membersihkan diri (hati)nya dan ia ingat kepada Tuhan (selalu berdzikir) dan ia shalat (menyambungkan jiwanya kepada Nya),  akan tetapi kamu hanya memilih kehidupan duniawi sedang kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal”.  (QS.87 : 14-17). Subhanalloh. (FatchurR; bahan dari H.M ; sumber: Penyejuk Qolbu Penguat Iman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita