logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Perkawinan silang Tempura-Katsu ditusuk Sate

Perkawinan silang Tempura-Katsu ditusuk Sate(cnnindonesia.com)-Siapa yang tak tergoda renyahnya aneka gorengan. Setiap negara rasanya punya hidangan gorengan, tak terkecuali Jepang.  Meski Jepang dikenal dengan hidangan sehat, namun gorengan tetap primadona, sebut saja tempura dan katsu.

 

Lauk goreng yang terbuat dari seafood, sayuran, dan daging yang dicelup tepung dan digoreng ini jadi lauk istimewa dan renyah. Pesona gorengan Jepang bukan cuma soal tempura. Kushiage atau kushikatsu juga jadi salah satu satu jenis gorengan Jepang yang tak kalah nikmat dengan tempura.

 

Sekilas, bentuk kushiage/kushikatsu mirip katsu. Keduanya sama2 menggunakan adonan tepung basah dan tepung kering sebelum digoreng dengan minyak.  Katsu dan kushiage sama2 harus dicelup dalam adonan tepung cair dan dibalut tepung panir (tepung roti). Dalam kushiage ada pengaruh dari tempura, khususnya bahan yang dipakai dalam gorengannya.

Tempura dan kushiage sama2 gorengan ‘mini’. Sedang katsu biasanya dihadirkan dalam satu potong daging yang berukuran besar. Tapi tampaknya, ke-dua pengaruh makanan tradisional Jepang ini belum bisa menggambarkan ‘sosok’ kushiage yang seutuhnya.

Pasalnya, kushiage mengadaptasi gaya robatayaki atau yakitori. Aneka konyaku, irisan sayur, irisan daging, sampai potongan buah ini harus ditusuk dengan tusukan sate atau kushi. Kushiage berasal dari kata kushi yang berati tusuk dan age berarti goreng.

 

Setelah semua bahan2 itu ditusuk satu per satu, sate mini ini diharus dicelup dalam tepung cair dan dibalut tepung panir. Setelah siap, kushiage siap digoreng sampai kecoklatan. Tak perlu waktu lama menggoreng kushiage, butuh 3-5 menit. Pasalnya aneka sate gorengan ini dibuat dalam bentuk mini sehingga bisa digoreng dengan cepat.

Kushiya Monogatari, salah satu restoran yang menghadirkan sensasi makan kushiage. Restoran ini menghadirkan kreasi2 kushiage dan shabu2 all you can eat. Kushiya Monogatari tak cuma menghadirkan pengalaman bersantap kushiage. Namun seperti restoran shabu2 dan barbeque Jepang, restoran ini juga menghadirkan pengalaman menggoreng satenya sendiri.

 

Di setiap meja makannya terdapat ‘penggorengan’ deep fried kecil untuk menggoreng satenya. Anda harus memilih ingin sajian goreng atau rebus. Namun sayangnya Anda tak bisa menjajal keduanya dan harus memilih salah satu (goreng atau rebus) jika hanya pergi berdua.

Restoran ini menerapkan aturan, bisa mix (goreng dan rebus) jika minimal tamu yang hadir dalam satu kelompok lima orang. Dengan konsep all you can eat dan self service, Anda bisa pilih semua jenis sate yang diinginkan dari etalase. Setelah memilih gorengan, pelayan restoran menyalakan kompor listrik untuk menggoreng. Dia akan menyajikan dua jenis tepung di meja.

Sate scallop fish cake, fried crab stick, mini fish ball, sosis, bola ikan, daging sapi, konyaku, sampai mini taiyaki yang berisi pasta kacang merah. Setelah dilapis tepung cair dan tepung roti, sate ini bisa digoreng selama beberapa menit. Usai digoreng, kushiage ini ditiriskan sebentar di sisi penggorengannya.

Jangan lupa tambahkan aneka saus cocolan sebelum disantap. Ada jenis2 saus cocol, saus sambal sampai saus wijen yang unik. (cel/chs; Christina Andhika Setyanti; bahan dari   :  (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170305143133-262-197957/kawin-silang-tempura-katsu-dalam-setusuk-sate)-FatchurR

4 Responses to Perkawinan silang Tempura-Katsu ditusuk Sate

  • Harry Reksosanudra says:

    Pertama kali mengenal menu yg dimask sendiri diatas meja kala th 1978 yaitu dg cara ada kuali berikut kompor kecil, racikan bumbu tersedia yg bisa ditakar sendiri sesuai selera serta aneka sayur/lauk mentahnya.
    Namanya beraksen China/Taiwan, krn bgt disukai publik, di resto2 lain menjamur, skrg jg msh tetap ada, malah tersedia dlm basket2 tinggal pilih.
    Dlm artikel ini, dikenalkan yg model Japan dg saucenya, tinggal dimasak, aplgi halal all you can eat, jd tdk risih buat umat moslem bersantap berbaur

  • Fatkhurr says:

    Makanan menu enak perlu dicoba dinikmati tapi juga perlu diwaspadai jumlahnya, untuk meminimalkan risiko kesehatan masing2

  • Harry Reksosanudra says:

    Nasehat bijak pak Redaktur perlu diapresiasi shg tubuh tetap bugar bisa kembali kerumsh tanpa singgah di UGD krn komplikasi akibat asupan lewat batas. Untungnya, sy dikasih Tuhan bisa mkn tanpa waswas sama sekali, mk dr itu kesehatan perlu dijaga sejak dini dr anak2 sp tua, shg nikmat Allah yg disediakan, all you can eat

  • Fatkhur Rochman says:

    Benar komentar p. HRS. Sekedar pengingat, bahwa kini penyakit tidak menular salah satu penyebabnya makanan, melaju pesat dibanding penyakit lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita