Pengantar Nyawa-Tubuhmu Tak tertolong lagi(2/2)

Gelas Pengantar Nyawa (today.line.me)-“Kenapa kau rajin isi gelas dengan air, Jon?”tanya Opa Tono melihat Jon menuangkan air di gelas bertatakan dan tutup ungu. Jon senyum dan terus menuangkan air ke gelas bening itu hingga penuh lalu menutup rapi. “Supaya gelas ini berisi saja, Opa, Sayang kan ada gelas, tapi kosong”

 

Ganti Opa Tono senyum. Ia pandangi perawat kesayangan orang2 ini. Opa tahu Bruder Jon membawa teman2nya dalam kedamaian sebab sebelum dirawat baik olehnya. Opa Tono tahu, saatnya nanti kelak di tangan Bruder Jon, jiwanya akan dihantarkan ke kedamaian abadi.

 

“Kalau aku pergi, maukah kau terus isi gelas itu sampai H+7 ?” tanya Opa meminta. Kali ini Bruder Jon tertegun, baru ada yang titip pesan demikian. Selama ini Opa2 yang dia tunggui, tidak memperhatikan rutinitasnya ini. “Maukah, Bruder Jon?” tanya Opa Tono 1x lagi.

 

Kepala Jon mengangguk. Seperti ada yang memintanya demikian. Ritual mengisi air di gelas bening bertatakan dan tutup ungu itu pesan omanya almarhum. Kata Oma, air itu menandakan jiwa bersih dan ketika waktunya tiba, air itu meluruh meski tidak ada yang minum. Warna ungu  menandakan bawah dan atasnya seperti penjaga agar aura jiwanya tetap dijaga baik.

 

Percaya tidak, Jon menemukan air di gelas itu meluruh pelan sampai menguap habis padahal baru dia isi beberapa jam. Itu tanda, yang ia tunggui harus pergi. Maka bagi Jon, kode ini membuatnya lebih tenang saat harus melihat pasiennya pergi ke haribaanNya.

 

Seminggu setelah ngobrol tentang air bersama Opa Tono, Bruder Jon menemukan tanda2 di gelas itu seperti yang terjadi pada opa2 lain. Entah kenapa kali ini, ada rasa sedih melihat air di gelas makin hari semakin berkurang padahal sering dia isi ulang.

 

Setelah matahari bertengger di tengah cakrawala, gelas itu tiba2 kosong. Jon yang baru dari kamar mandi, kaget. Segera ia periksa Opa Tono. Nadinya lemah sekali. Tarikan nafasnya tak terasa bahkan tangan Jon diletakkan di pinggiran hidung.

 

Jon menyatakan Opa Tono sudah pergi. Pihak panti akan memastikan dari pemeriksaan dokter di RS. Semua hal disiapkan. Bruder Jon membantu dengan baik. Dia ingin menghantar Opa Tono pada kedamaian dan kebahagiaan abadinya dengan sebaik-baiknya.

 

Sebelum tubuh kaku Opa diangkut ke RSt, mata Jon sempat melirik ke gelas yang tidak jauh dari tempat tidur Opa Tono. Air di dalam gelas itu makin habis dan mungkin sebentar lagi seperti gelas kosong.

 

Jon menarik nafas panjang. “Opa, Selamat jalan. Temuilah keabadianmu. Aku kan tepati janjiku seminggu ke depan” Begitu tubuh kaku masuk ke ambulance, badan Jon ia bungkukan sedikit. Itu tanda hormat terakhirnya buat Opa Tono. Lima hari sudah Jon mengisi gelas bening itu seperti pesannya.

 

Setiap pagi, dia isi penuh gelas itu dengan air putih. Juga esok paginya, Jon akan melakukan hal yang sama. Tapi, hari ini ada yang aneh. Setelah Opa wafat, Jon minta izin cuti dulu menenangkan diri. Maka hari2nya ia isi dengan kegiatan di rumah yang lama ia tinggalkan. Seperti tadi pagi, ia naik sepeda kumbangnya ke pasar beli bahan masakan. Sepulang dari pasar, dia baru sadar belum mengisi gelas.

 

Baru saja gelas itu diisikan oleh Jon, tak lama menguap habis. Tanpa sisa air sedikit pun. Padahal tidak Jon minum atau orang lain yang iseng. Jon termenung. Apakah gelas ini bocor? “Sudah, Jonj angan kau isi lagi gelas itu. Terimakasih, kami tidak dahaga lagi.” Suara Opa Tono mendadak terdengar di telinga Jon. Dalam keremangan dia melihat senyum Opa Tono begitu jelas.

 

“Biarkan gelas itu kosong bersih, seperti jiwa2 yang kembali kepadaNya dengan bersih, Bruder Jon…” Kali ini suara Opa Ridwan terdengar di telinga. Jon terbelalak. Antara percaya dan tidak. “Kamu sudah damai juga bersama kami sejak tadi pagi, Bruder Jon…”

 

“Hah?! Sejak tadi pagi?”

“Ya, sejak kecelakaan di pasar. Tubuhmu tak tertolong dan jiwamu kini bersama kami”. Jon diam. Dalam diamnya dia merasakan kesegaran tersendiri laksana air yang membasahi jiwa raganya. Begitu ringan dan segar sekali. (Bahan dari : https://today.line.me/id/pc/article/Gelas+Pengantar+Nyawa-6vQ3nX)-FatchurR * Tamat….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita