logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Ngetest kegilaan

rumah sakit jiwa porongBeberapa hari yang lalu, Toni berkunjung untuk menjenguk kerabat di RS-Jiwa. Seorang dokter menghampiri Toni untuk mengajak dia ngobrol-ngobrol tentang segala hal, mulai dari bagaimana penanganan pasien sampai ke masalah2 umum dalam hidup Toni.

Sampai tiba saatnya ketika Toni bertanya kepada dokter itu, “Dok, gimana sih caranya dokter ngetest pasien-pasien dokter itu masih gila atau sudah waras ?”

“Oh mudah saja, kami mengisi bak mandi dengan air sampai penuh, lalu kami suruh mereka mengosongkan bak mandi dgn memberikan ke orang itu : – Sendok The; – Gelas dan – Gayung
Pilih yang mana ?

Lalu kita minta dia untuk mengosongkan bak mandi itu”,  jawab si Dokter.
“Ooooh… kalo gitu saya pasti pilih gayung, soalnya itu paling
gede & cepat”, kata Toni
Terjadi keheningan sejenak . .

Lalu Dokter berkata, “Tidak, kalo orang itu sudah normal, dia akan cabut penyumbat bak mandi nya…”
Sejak itulah Toni dirawat . . .
Bagaimana dgn Anda…???
Jujur yah, barusan pilih gayung juga kan (Krestina Suwarningsih-A68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita