logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Monarki Jepang-Budaya Sistem Dan Simbol Negara

Monarki Jepang-Budaya Sistem Dan Simbol Negara (cnnindonesia.com)-Jakarta; Sejak lama, Jepang dikenal adat dan budayanya yang kuat. Penduduknya memegang teguh warisan leluhur, tetap mengikuti dan jadi pionir untuk perkembangan teknologi. Tak banyak negara yang sanggup melakukan hal serupa.
Di akhir April ini, Jepang mencatat sejarah. Pertama kali dalam 200 tahun terakhir, Kaisar Akihito, turun takhta dan menyerahkan kekuasaan kepada Putra Mahkota Naruhito. Upacara turun takhta  digelar pada Selasa (30/4) pukul 17. Naruhito resmi jadi pengganti ayahnya Rabu (1/5) di upacara berbeda.
Monarki di Jepang ikut sistem kalender tersendiri, dianggap sebagai monarki tertua di dunia. Dimulai sejak 660 Sebelum Masehi, Kaisar Jimmu yang dipercaya menemukan Jepang, jadi kaisar pertama dalam sejarah. Ia bertakhta sampai 585 SM.

 

Naruhito jadi kaisar Jepang ke-126, dengan nama kekaisaran ‘Reiwa’ artinya harmoni yang indah. Sejauh ini, Jepang mengalami 250 era. Kadang, para penguasa memulai era baru sebagai penanda mulainya awal setelah periode tertentu.
TIME melaporkan, keputusan turun takhta dari Kaisar Akihito tak lazim. Pada 1889, ditentukan kaisar harus memimpin sampai saat terakhirnya di dunia, demi menghindari perebutan kekuasaan. Namun pengecualian dibuat Akihito, yang sempat menjalani operasi jantung dan perawatan kanker prostat.
Sejumlah pertemuan dan diskusi digelar setelah Akihito minta turun takhta. Parlemen Jepang menyetujuinya pada Juni 2017. Sebelum Akihito, kaisar yang juga turun takhta dan menyerahkan tongkat kerajaan pada putranya adalah Kokaku, yang memimpin Jepang pada 1817.

 

Kaisar, bukan Dewa

Dalam monarki Jepang, wanita tidak diizinkan memangku tahkta kepemimpinan. Selain itu, bangsawan wanita harus menyerahkan status mereka pada negara jika menikahi warga biasa.
Ketika Putri Aiko lahir sebagai anak tunggal Naruhito (2001), Jepang disebut mulai mempertimbangkan kemungkinan dipimpin wanita. Partisipasi wanita didiskusikan di banyak pertemuan, terutama lantaran ada kekhawatiran terhentinya monarki. Namun hingga kini, mereka belum menemukan titik temu.
Sebuah jajak pendapat menyatakan publik Jepang mendukung amandemen UU untuk memungkinkan pewaris perempuan, sementara Naruhito diyakini mendukung perubahan itu bila terjadi kelak. Reuters menulis, UU yang mengizinkan Akihito mundur dari kursi kekaisaran juga memperdebatkan gagasan  membolehkan bangsawan wanita tetap tinggal di tengah keluarga kerajaan setelah menikah.
Sebagai negara yang mempercayai mitologi, penduduk Jepang percaya kaisar dan keluarganya itu keturunan langsung dari Amaterasu, Dewi Matahari yang berperan penting dalam kepercayaan Shinto.
Sejarah menyebutkan, kaisar terdahulu hanya jadi ‘boneka’ negara dan kendali pemerintahan dipegang oleh Shogun yang punya kekuatan militer. Pada 1800-an, di periode Restorasi Meiji, hal ini berubah. Jepang, yang ingin memperkuat diri mengatasi ancaman dari Barat, memutuskan menyatukan kekuasaan di bawah satu kekaisaran.
Kaisar ditentukan jadi kepala kepercayaan Shinto. Hal ini jadi kontroversi di era Perang Dunia II, ketika Sekutu berniat menghilangkan kekuasaan dari kaisar yang serba-Maha setelah perang. Mereka sempat mengeluarkan arahan mencegah terulangnya penyimpangan kepercayaan Shinto jadi propaganda militer dan ultra-nasionalis, yang disebut sebagai penipuan, menjebak rakyat Jepang dalam perang.
Menanggapi hal itu, kekaisaran minta rakyatnya menolak konsep yang menyatakan kaisar itu ilahi, serta ras Jepang lebih unggul. Setelah mengumumkan hal itu, New York Times menulis sang kaisar berpaling pada istrinya dan bertanya, “Apakah kau lihat bedanya? Apakah saya jadi manusia untukmu sekarang?”
Pada tahun 2000, PM Yoshiro Mori jadi kontroversi ketika ia membandingkan kaisar dengan dewa. “Jepang adalah negara para dewa dengan kaisar sebagai pusatnya,” katanya, dilansir dari The Guardian.
Kini, kaisar Naruhito dipastikan memimpin dengan cara lebih modern. Namun ia harus menghadapi sistem kekaisaran yang ada ribuan tahun dan kaya sejarah dengan bijak. Monarki ada dan tetap jadi simbol penting untuk budaya Jepang. (rea; Bahan dari : https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20190430122253-241-390791/monarki-jepang-budaya-sistem-dan-simbol-negara)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita