Mengejar ikan sampai jauh

NelayanDi dunia fisika, kita dapatkan tokoh-tokoh klasik bernama Ampere, Heisenberg, Newton, Einstein, atau Feynman dan lainnya. Mereka dikenal pemikirannya yang sangat terukur dan bisa jadi logis. Cobalah tengok, kisah-kisah berikut:

Andre Ampere, fisikawan Perancis, punya 2 ekor kucing, satu besar, yang lain kecil. Ampere amat mencintai kedua kucing itu. Hanya ketika pintu kamar kerja Ampere ditutup, ada problem. Kucingnya tak bisa keluar-masuk leluasa. Ampere dengan ide jenialnya, membuat pintu khusus bagi masing-masing kucing itu.
Dalam posisi berdampingan, ia membuat satu lubang besar untuk kucing besar, dan di sampingnya persis membuat satu lubang lebih kecil untuk kucing kecilnya. Jenius bukan?

Fisikawan Jerman, Werner Heisenberg, dikenal dengan prinsip ketidakpastian (uncertainty principle atau Heisenberg’s inequality). Dalam prinsip itu, salah satunya ketidak-mungkinan hasil pengukuran yang sama-sama akurat antara posisi dan momentum jika diukur secara bersamaan (simultan).
Suatu ketika Heisenberg mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Dan polisi  menghentikan laju kendaraannya, “Tahukah Anda seberapa kencang melaju?” “Tidak,” jawab Heisenberg, “tetapi saya tahu di mana saya kini berada. Dan Anda datang belakangan.”

Dengan prinsip masing-masing, fisikawan itu bisa jadi berantem kalau bertemu. Bayangkan fisikawan Inggris, Isaac Newton, jika bertemu Albert Einstein. Cobalah tanyakan pada mereka, “Kenapa bebek sering tiba-tiba bergerak menyeberangi jalan raya?”
Newton menjawab, “Bebek yang sedang diam akan cenderung diam, bebek yang bergerak cenderung tiba-tiba menyeberangi jalan raya. Itu yang disebut inersia”. Sementara jawaban Einstein. “Apakah bebek itu menyeberangi jalan raya, atau jalan raya yang menyeberangi bebek?” jawab Einstein yang dikenal dengan teori relativitas, “itu tergantung pada cara Anda memandangnya.”

Tapi, di Indonesia, sejenius-jeniusnya seseorang, pasti pusing dengan kejeniusan suku tertentu. Lihatlah nelayan yang ditangkap di Malaysia. Tanya Presiden “Gimana sampeyan kok sampai melanggar aturan? Kan nggak boleh menangkap ikan milik pemerintah Malaysia. Itu ‘kan sama dengan mencuri”
“Lho, saya tak mencuri ikan milik pemerintah Malaysia,” tukas nelayan itu meyakinkan, “Ikan yang saya tangkap itu, saya kejar dari perairan dekat pulau didekat saya bertempat tinggal, Gus!”
Untung gak dibalang sendal sampeyan, (Apung GWAP)-FR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita