logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia(2/3)

kutukan juara bertahan piala dunia(kumparan.com)-Serupa manusia, kutukan Piala Dunia agaknya juga butuh rehat sejenak. Brasil yang jadi juara pada 2002 tetap berhasil melewati fase grup 4 tahun setelahnya. Langkah mereka tak terlalu baik, hanya sampai perempat final.

 

Cerita kutukan kembali menebar terornya saat Piala Dunia digelar di Afrika Selatan (2010). Italia yang jadi kampiun pada 2006 terjebak di fase grup. Kebanyakan pihak menyetujui faktor skuat menjadi masalah Italia. Pelakon sepak bola macam Diego Maradona angkat bicara, ketiadaan Alessandro Del Piero dan Francesco Totti berpengaruh besar dalam permainan tim.

 

Walau berstatus pemain uzur, efektivitas Totti dalam permainan Italia tak dapat dimungkiri. Dalam tim, Totti kerap diserahi tugas mengemban peran fantasista. Keberadaan Totti tak hanya menyoal produktivitas, juga kreativitas. Ia cerdas perihal penguasaan bola, pemahaman akan ruang, sentuhan pertama yang tidak ber-tele2, umpan yang berkualitas, dan kharisma di atas lapangan.

 

Peranan ini merupakan peranan ala sepak bola Italia. Namun, seiring berjalannya waktu, tak ada banyak pemain yang sanggup mengemban predikat masyhur ini. Akibatnya, begitu ditinggalkan Totti, Italia seperti kehilangan roh permainan.

 

Keberadaan Andrea Pirlo tak bisa disepelekan, karena dia pemain penting. Namun, tugas Pirlo bertambah di Piala Dunia 2006. Ia harus membagi peran antara membangun serangan dan pertahanan.

 

Satu kesalahan Marcello Lippi pelatihnya, ia tak mempersiapkan pemain lain yang sepadan dengan Totti dan membangun pemain yang dapat membebaskan Pirlo dari tugas pertahanan. Padahal, Lippi juga jadi otak taktik Italia di gelaran Piala Dunia 2006. Akibatnya tak main2, Italia kalah 2-3 melawan tim sekelas Slowakia.

 

Di Brasil 2014, Spanyol yang menjadi juara pada 2010, terpuruk di fase grup. Tergabung di Grup B, Spanyol bertemu dengan Cile, Australia, dan Belanda. Spanyol bukannya kekurangan pemain hebat dan taktik mumpuni.

 

Tiki-taka yang tetap diusung Spanyol bukan taktik buruk. Yang jadi masalah, saat Spanyol masih sibuk berkutat dengan tiki-taka, tim2 lain sudah mencari cara bagaimana mengatasi tiki-taka.

 

Salah satu contohnya, terlihat jelas dalam laga melawan Cile dan Belanda. Tiki-taka yang diibadahi Spanyol itu mengedepankan permainan umpan-umpan pendek. Pokoknya, yang diutamakan Spanyol adalah penguasaan bola.

 

Sebagai respons taktik, Cile dan Belanda sama2 menyebar pemain di area-area tempat Spanyol melepaskan operan2 segitiga. Strategi ini makin ampuh karena kedua lawannya juga mengambil keuntungan dengan kecepatan para pemain mereka.

 

Di akhir perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2014, Xabi Alonso angkat bicara. Ada 2 hal yang harus diubah di Timnas Spanyol: pendekatan taktik dan susunan pemain. Bagi Alonso, skuat Timnas Spanyol di Brasil diisi banyak pemain yang sudah merebut gelar juara di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

 

Akibatnya, mereka bertanding tanpa rasa lapar gelar juara. (Editorial Team; Bahan dari : https://kumparan.com/@kumparanbola/di-balik-kutukan-juara-bertahan-piala-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita