logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Keanehan Masjid Tiban Malang(3/3)

masjid tiban malang(merdeka.com)-Tiba gilirannya serial terakhir dari Masjid Tiban :

3-Ceritera menyebar sampai dianggap lokasi wisata

Cerita Masjid Tiban dibangun oleh tentara jin di Turen, Malang itu sontak menyebar ke masyarakat sekitar, bahkan keluar daerah Malang. Selanjutnya masyarakat yang penasaran ber-bondong2 ke sana untuk menyaksikan masjid tersebut.

Para pengunjung akan terkesima dengan tingginya gedung berlantai 10 berikut ornamennya, kendati berada di gang sempit perkampungan. Begitu datang, pengunjung akan disuguhi bangunan dengan dominan warna putih dan biru, serta sebuah gerbang gapura setinggi sekitar 30 meter.

Para pengunjung yang membawa kendaraan roda 2 atau 4 bisa parkir melalui pos informasi 1, selanjutnya diarahkan menuju lahan parkir dan informasi 2. Namun bagi pejalan kaki bisa menuju pos informasi 2 melalui lorong dengan warna kemasan yang megah.

Pengunjung hanya ditanya nama / pemimpin rombongan, jumlah rombongan dan kendaraan yang digunakan. Tidak ada pungutan biaya, jika butuh pendamping akan disediakan pemandu Cuma2. Data yang tertulis di selembar kertas itu dibawa pengunjung sebagai bekal menyusuri komplek bangunan pesantren.

Pihak pengelola menolak Masjid Tiban disebut lokasi wisata. Mereka lebih senang dikenal sebagai Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah. Karena itu di beberapa sudut tertulis permintaan kesadaran para pengunjung agar bersikap selayaknya di pesantren, bukan di tempat wisata.

Pengunjung diminta mengenakan pakaian sopan, berjilbab bagi yang muslim dan menjaga kebersihan.

Sepanjang menyusuri komplek Masjid Tiban, akan menemukan kamar2 dengan desain arsitektur yang beragam nuansanya. Secara ilmu arsitektur menggabung berbagai unsur seperti China, Eropa dan Timur Tengah. (Poppy Dunda; Mohamad Taufik; sumber dari https://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-keanehan-masjid-tiban-malang-yang-dipercaya-warga.html)-FR *** Tamat……………..

(merdeka.com)-Tiba gilirannya serial terakhir dari Masjid Tiban :

3-Ceritera menyebar sampai dianggap lokasi wisata

Cerita Masjid Tiban dibangun oleh tentara jin di Turen, Malang itu sontak menyebar ke masyarakat sekitar, bahkan keluar daerah Malang. Selanjutnya masyarakat yang penasaran ber-bondong2 ke sana untuk menyaksikan masjid tersebut.

Para pengunjung akan terkesima dengan tingginya gedung berlantai 10 berikut ornamennya, kendati berada di gang sempit perkampungan. Begitu datang, pengunjung akan disuguhi bangunan dengan dominan warna putih dan biru, serta sebuah gerbang gapura setinggi sekitar 30 meter.

Para pengunjung yang membawa kendaraan roda 2 atau 4 bisa parkir melalui pos informasi 1, selanjutnya diarahkan menuju lahan parkir dan informasi 2. Namun bagi pejalan kaki bisa menuju pos informasi 2 melalui lorong dengan warna kemasan yang megah.

Pengunjung hanya ditanya nama / pemimpin rombongan, jumlah rombongan dan kendaraan yang digunakan. Tidak ada pungutan biaya, jika butuh pendamping akan disediakan pemandu Cuma2. Data yang tertulis di selembar kertas itu dibawa pengunjung sebagai bekal menyusuri komplek bangunan pesantren.

Pihak pengelola menolak Masjid Tiban disebut lokasi wisata. Mereka lebih senang dikenal sebagai Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah. Karena itu di beberapa sudut tertulis permintaan kesadaran para pengunjung agar bersikap selayaknya di pesantren, bukan di tempat wisata.

Pengunjung diminta mengenakan pakaian sopan, berjilbab bagi yang muslim dan menjaga kebersihan.

Sepanjang menyusuri komplek Masjid Tiban, akan menemukan kamar2 dengan desain arsitektur yang beragam nuansanya. Secara ilmu arsitektur menggabung berbagai unsur seperti China, Eropa dan Timur Tengah. (Poppy Dunda; Mohamad Taufik; sumber dari https://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-keanehan-masjid-tiban-malang-yang-dipercaya-warga.html)-FR *** Tamat……………..

One Response to Keanehan Masjid Tiban Malang(3/3)

  • Harry Reksosamudraser. says:

    Sbg warga Jatim gudangnya permistikan, sejak muda sdh terbiasa dengar macam2 hal crritanya, malah kala balita disuguhi misteri kala mahgrib, nasi menangis dll
    Cara mendidik ala old agar bisa dikrndalikan dg mudsh, mmg kala itu termakan kedlm pikiran. Jg banyak digunakan timbulkan sensasi dg tujuan tertentu, tp tdk ada unsur jahat ato melanggar hukum, bgt sederhana pola pikir dijaman old

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita