Ceramah dini hari

mabukLewat tengah malam Jeki keluar dari cafe berjalan gontai dan sempoyongan karena mabuk kebanyakan minum. Baru beberapa langkah berjalan, Jeki tertegun dan menyadari bahwa Amel (isterinya) apabila melihat kondisinya yang mabuk saat ini, pasti akan marah dan ngomel berkepanjangan yang sangat mungkin mengganggu tetangga.
Sambil berfikir bagaimana agar isterinya nggaK marah2 dan ngomel2 yang bisa mengganggu tetangga Jeki terus berjalan sempoyongan. Pas lewat sebuah pos polisi, Jeki dihentikan polisi yang piket jaga karena curiga melihat Jeki yang berjalan sempoyongan dan ditanya : “He, bung .. mau jalan kemana tengah malam gini?”
“Eeh anu pak saya mau menghadiri acara pengajian dan ceramah……….”  Jawab Jeki spontan
‘Waah, dasar pemabuk “, gumam pak polisi dalam hati sambil menahan tawa lalu mendekati Jeki dan sambil tersenyum dan menepuk pundak Jeki berkata:
“Bung hati2 dijalan anda pasti sedang mabuk. Eh ngomong2 dimana acara pengajian dan ceramah itu dan siapa penceramahnya”
Sambil menahan rasa pusing yang semakin hebat mendera kepalanya .. Jeki memandang pak polisi dan berkata sekenanya, “Eeh .. ya pengajian dan ceramahnya ada dirumah saya, penceramahnya .. isteri saya pak” (Suhirto M)-Aguk

———

Monyong, nyong, nyong

Bokir kembali ngoceh sesudah sadar bahwa minggu tenang sudah lama berahir. Hal ini krn dia nonton waktu acara di TV tanya jawab dengan novela papua dan tau bahwa setiap daerah mempunyai ciri sendiri. Perlu juga departemen ”tatakrama”, katanya. Hal tsb diungkapkannya mengingat pengalamannya dibeberapa di tempat. Inilah ocehan si Bokir:

”Saya kan penduduk Jakarta, tapi waktu saya ke BandaAceh mereka panggil saya ”agam” mungkin dikira saya berasal dari daerah Agam, padahal saya berkali-kali bilang bahwa saya dari Jakarta. Badan saya kan gemuk, tapi waktu saya ke Sibolga diperlakukan saya sebagai orang krempeng,” tulang,tulang”, katanya.

 

Nah, kemudian saya ke Padang, saya tebal kumis begini tapi dianggap ibu- ibu, ”bu yung., buyung” katanya. Terus lusanya saya ke Jogja, saya memakai cincin besar dari perak, eh saya disindir, mas, mas, katanya.
Duit saya semakin tipis, saya meneruskan perjalanan ke Denpasar bukan utk belanja tapi disana selalu ditawarin , beli, beli, katanya padahal saya sudah terus terang bhw duit saya gak ada. Yg paling parah waktu saya tiba di Ambon, dipanggil saya monyong, nyong,nyong, katanya. (Santos Kacaribu)Aguk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita