logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

GANGGUAN TULANG BELAKANG

Nyeri tulang belakang kerap kali diabaikan. Padahal, begitu tulang penopang utama tubuh itu terganggu, rasa sakit menyerang dan produktivitas terganggu. Tak mengherankan mengingat tulang belakang merupakan benda dinamis yang menahan beban dari setiap aktivitas kita.

Belakangan, Roni kerap diganggu nyeri di punggung sebelah kiri. Hasil pemindaian di rumah sakit ternyata terdapat bantalan yang menonjol di leher sehingga menjepit saraf. ”Sakitnya hilang timbul,” ujarnya.

Dokter menyarankan agar bagian yang rusak tersebut diganti dengan implan. Namun, dia khawatir karena banyak orang yang mengatakan tingginya risiko operasi di rangkaian tulang belakang. Ragu dengan risiko operasi tersebut, nyeri pun terpaksa ditahan-tahan.

Sebagai makhluk berkaki dua yang berdiri tegak, tulang belakang manusia merupakan organ tubuh teramat vital karena berfungsi menopang berat badan. Tulang belakang meliputi tulang leher (cervical), bagian tengah belakang (thoracal), dan bawah belakang (lumbal/pinggang).

Rangkaian tulang belakang terbagi atas segmen-segmen dan di antara segmen terdapat sendi dan bantalan yang terdiri dari lapisan berstruktur. Bantalan berfungsi untuk melindungi agar di antara tulang tidak berbenturan.

Ahli bedah tulang belakang dari Ramsay Spine Center Rumah Sakit Premier Bintaro, Luthfi Gatam, mengatakan, beban terhadap tulang belakang saat duduk, bekerja, dan membawa beban sangatlah besar. Beban teringan tulang belakang hanyalah saat kita tidur.

Keluhan terbanyak gangguan pada tulang belakang umumnya berupa rasa sakit di bagian bawah (low back pain). ”Keluhan itu dominan karena beban tubuh kita paling besar jatuhnya di bagian bawah sehingga mudah cedera,” ujar Luthfi, di harian Kompas tentang ”Masalah Tulang Belakang”.

Penyebab gangguan tulang belakang antara lain gangguan otot, tulang yang hancur, bantalan yang rusak (pecah/robek), gangguan pada sendi atau campuran beberapa faktor karena tumor, kanker, dan infeksi. Pada orang dengan struktur tulang belakang normal, gangguan tulang belakang kerap disebabkan aktivitas gerak dan postur tubuh.

Faktor risiko itu, misalnya, mengangkat beban berat berulang, membungkuk, dan gerak berlebihan. Postur statik, misalnya duduk terlalu lama, juga merupakan faktor risiko. Otot bekerja berlebihan dan terjadi kontraksi terus-menerus sehingga muncul keluhan.
Penyumbang nyeri tulang belakang lainnya kegemukan. Berat badan yang berlebih, terutama bagian perut, memaksa tubuh membentuk postur tidak sehat (memberikan tekanan berlebihan untuk tulang belakang). Posisi yang salah membuat tulang belakang bertumbukan sehingga rawan terjadi gangguan.

Dokter spesialis rehabilitasi medik dari RS Premier Bintaro, Peni K, menambahkan, dapat pula terjadi kelainan struktur tulang belakang yang spesifik, misalnya gangguan struktur akibat kerusakan tulang belakang, bantalan, atau persendian. ”Untuk itu, harus diketahui masalahnya agar penanganannya tepat” .

Hal lain yang dapat memperbesar risiko gangguan tulang belakang ialah proses degeneratif, yakni seiring bertambahnya usia, bantalan menjadi kering, atau terjadi pengapuran pada tulang belakang. Faktor genetik, seperti serat kolagen yang lemah, dan faktor psikologi dapat memengaruhi kesehatan tulang belakang.

Penanganan tulang belakang diawali dengan mencari penyebab utama dengan pemeriksaan klinis, pemindaian, dan radiologi. Penanganan tidak selalu berakhir di meja operasi. Jika hasil pemeriksaan, yakni gambaran klinis dan radiologi, menjurus pada kerusakan berat, baru ditempuh operasi. ”Itu sangat kecil, umumnya hanya di bawah 5%,” ujarnya.

Umumnya, diupayakan dahulu penanganan dengan cara konservatif, misalnya obat pengurang rasa sakit, fisioterapi, dan terapi latihan spesifik. ”Hasilnya, 80% pasien membaik. Lamanya tergantung dari penyebabnya. Untuk otot yang sakit, biasanya dalam waktu seminggu terapi sudah membaik,” ujar Peni.

Direktur RS Premier Bintaro dr Juniwati G dan dokter spesialis saraf dari RS yang sama, dr Darmawan M SpS, mengatakan, gangguan pada tulang belakang jangan dianggap enteng. ”Jika ada keluhan, sebaiknya memeriksakan diri agar kondisi tidak bertambah parah,” ujarnya.

Peni mengatakan, menjaga kesehatan tulang belakang dapat dilakukan dengan menjaga stabilitas dan kekuatan otot sehingga mampu melindungi tulang. Hal itu dapat dilakukan dengan OR teratur sedari dini. Yang pernah bermasalah dengan tulang belakang, OR sebaiknya tidak yang banyak benturan.

Di samping itu, dalam beraktivitas sehari-hari perlu diperhatikan peralatan yang menunjang punggung, misalnya kursi yang dibuat dengan prinsip ergonomis yang benar dan ramah terhadap tulang belakang. (FatchurR; bahan dari bude koesh bersumber dari Indira Permanasari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita