logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Tiap hari hari Ibu

Merdeka.com-Gubernur DKI Ahok menghadiri upacara Hari Ibu di Lapangan Parkir Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat. Pria ini menjadi inspektur upacara di depan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Yohana Susana Yembise dan jajaran SKPD DKI Jakarta.

Dia mengatakan peringatan hari Ibu seharusnya tidak hanya diperingati tanggal 22/12, tapi seharusnya setiap saat. Oleh karena itu, dia minta peringatan hari Ibu dijadikan sebagai momen untuk menghargai jasa para Ibu. “Kita sih jujur enggak ada ritual ritual itu, yang ada peringatan agar anak generasi baru bisa inget. Buat kita tiap hari ya hari ibu,” kata Ahok di lokasi, (22/12).

Ahok mengaku selalu menelepon ibunya walau sekadar tanya kabar. “Kalau saya tiap hari telepon ibu, ngobrol sama ibu, bukan hanya pas hari ibu saja. Itu tiap hari hari ibu hari nenek”. Sementara, selain untuk memperingati hari Ibu, kegiatan ini dijadikan momen untuk memberi penghargaan kepada PNS terbaik. (Lia; http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-buat-saya-tiap-hari-hari-ibu.html)-FatchurR

————

 

Bonus lainnya monggo mawon :

  1. Generasi bahagia
  2. Renungan HARI IBU Tgl. 22-12-2015; “Cintanya tanpa syarat
  3. Pentingkah keperawanan itu
  4. Komitmen cinta sejati

———–

 

Generasi bahagia
Berdasar penelitian beberapa psikolog: GENERASI BAHAGIA itu, kelahiran 1950 – 1980. Dan itu adalah kami. Kami adalah generasi terakhir yg bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan sembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan.

 

Main petak umpet, boy2an, gobag sodor/galasin, lompat tali, masak2an, dokter2an, sobyong, jamuran, putri2 melati tanpa peringatan dari ayah-ibu. Kami bisa manfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batere bekas, sogok telik jadi permainan yg mengasyikkan. Kami yg tiap melihat pesawat terbang langsung teriak ; ” Pakdheeee minta uang.

Kami generasi yg ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat pake kertas surat sanrio atau flomo dan menanti surat balasan dgn penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD-nya merasakan papan tulis berwarna hitam, pakai pensil dan rautan yg ada kaca di salah satunya.

 

Kamilah generasi yg SMP dan SMA-nya pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yg meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yg sering mencuri pandang teman sekolah yg kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami generasi yg merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, komputer pentium jangkrik 486 dan canggihnya Pentium 166Mhz. Kami generasi yg bangga kalau pegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dgn mengetik Disccopy*.*, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yg memakai MIRC utk chatting dan searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yg pertama mengenal atari, sega, nintendo, gimbot (gamewatch) yg blm berwarna.

Generasi kamilah yg merekam lagu dari radio ke pita  tape, yg menulis lirik dgn cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset yg macet, kirim-2an salam ke temen-2 lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal walkman dan mengenal laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap ‘misbar’ cikal bakal bioskop XXI.

Kami tumbuh diantara legenda cinta seperti Koes Plus, Dian Pishesa, Ebiet G Ade, Kla Project, Dewa 19, Padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on 7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu : “Mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata.”

Kami generasi bersepatu butterfly, dogmart, warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan madesu lhooo. Kami generasi yg bebas, bebas bermotor tanpa helm, yg punya sepeda, sepedanya disewain 200 perak/jam, bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi di kali, di sungai dll, bebas manggil teman sekolah dgn nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.

Sebagai anak bangsa, kami hafal Pancasila, nyanyian Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Teks Proklamasi, Sumpah Pemuda, nama2 para Menteri Kabinet Pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan nama2 seluruh provinsi. Kini di saat kalian sedang sibuk2nya belajar dgn kurikulummu yg jelimet, kami asik2an mengatur waktu utk selalu bisa ngumpul reunian dgn generasi kami.

Betapa bahagianya generasi kami. Maaf adik2ku dan jg anak2ku…kalian belajar yg keras yah utk mendapatkan kebahagian dgn cara kalian sendiri. (Robby NSB; dari grup WA IAMDP)

———-

 

Renungan HARI IBU Tgl. 22-12-2015; “Cintanya tanpa syarat“.
Every Woman is Wonderful‍‌‌‌‌‍‍‍‍‌
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Karena isteri, rezeki’mu bertambah; ‌‌‍‍‌‍‍‌Karena isteri, maka lahirlah anak2mu; ‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Karena isteri, makan, pakaian’mu dijaga; ‌‌‍‍‌‍‍‌Karena isteri, tenang hati’mu. ‍‌‌‌‌‍‍‌Karena isteri, lembut pandangan mata mu.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍Karena isteri adalah satunya manusia yang boleh melihat cacat cela’mu yang tersembunyi dari pandangan mata’mu dan masih menerima mu seada’nya.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌‌‌Janganlah sakiti hati mereka, ingatlah setiap pengorbanan mereka,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Walaupun kecil di mata mu, bagi’nya besar bagi dirinya.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Setiap peluh yang menitik, yang bekerja untuk keluarga’nya
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Setiap airmata yang menitis untuk anak-anak dan suami’nya adalah salah satu tanda. ‍‌Dia isteri yang terbaik buat anda wahai yang bergelar suami.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Renungan sepintas. Mengapa WANITA sering menangis ?
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍Jawab Allah : Karena WANITA itu unik. ‌‌‍‍‌‍‍‌‌‌Aku ciptakan ia sebagai makhluk istimewa.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌KU kuatkan bahunya utk  anak2nya, ‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌KU lembutkan hatinya utk memberi rasa aman
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌KU kuatkan rahimnya utk menyimpan benih manusia
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌KU teguhkan peribadi’nya utk terus berjuang saat yg lain menyerah, ‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌KU beri dia naluri utk tetap menyayangi, walau dikhianati oleh teman, ‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Walau disakiti oleh orang yg disayangi.
WANITA makhluk kuat. ‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌Tapi jika suatu saat dia menangis itu karena KU beri air mata utk membasuh luka batin & memberi kekuatan baru. ‍‌‌‌‌‍‍‍‍‌‍‌WANITA sangat’lah istimewa……
‍‌‌‌‌‍‌‍‌‍Kpd lelaki agar menghargai WANITA dan agar tau bahwa WANITA…..ciptaan yg istimewa……..
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌ Kata IBU paling→ berharga.
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡ ‌‌Doa IBU paling→ makbul
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌ Restu IBU paling di berkati:
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‍
Selamat  merayakan Hari Ibu. Tuhan Yesus Memberkati kita semua, Amin. (Lisa Dwiana; dari grup WA IAMDP)

———-

 

Pentingkah keperawanan itu

Merdeka.com-Iklan pesta seks sempat tersebar luas di dunia maya bikin geger publik. Pesta yang bakal digelar malam Natal itu akan digelar dihotel mewah, namun ternyata iklan itu tak nyata. Beredarnya iklan pesta seks ini membuat perdebatan soal keperawanan bagi wanita kembali mencuat. Apalagi, iklan itu mengundang semua wanita masuk dengan gratis asal berbikini dan siap dijadikan sebagai objek seks.

Menjaga keperawanan sebelum pernikahan jadi poin penting bagi wanita. Tak jarang kaum perempuan mengabaikan hal ini hanya karena pergaulan, gaya hidup dan pengaruh lingkungan. Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel sepakat menjaga keperawanan adalah syarat mutlak bagi perempuan sebelum membangun sebuah keluarga.

“Saya setuju keperawanan merupakan syarat mutlak. Namun keperawanan dalam pengertian yang lebih luhur, kesucian lahir batin,” kata Reza saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, (22/12). Ada nilai2 seks dalam sebuah perkawinan. Di mana menjaga keperawanan menjadi bagian dari nilai-nilai seks tersebut.

“Nilai seks dalam perkawinan itu, rekreasi, prokreasi, intimacy, legitimasi, ibadah. Dan keperawanan unsur mutlak terkait nilai intimacy, legitimasi dan ibadah”. Reza mengatakan saat ini perihal keperawanan sering diremehkan sebagian besar wanita. Mereka menganggap keperawanan hanya persoalan selaput dara rusak yang bisa diperbaiki dengan cara-cara singkat atau medis.

“Persoalannya, keperawanan dikerdilkan jadi ihwal selaput dara. Toh selaput dara bisa direkonstruksi,” terang dia. Dia tak menampik jika zaman canggih mengubah pola pikir manusia. Selain wanita, kaum pria tutup mata dan menganggap menjaga keperawanan merupakan tugas dari kaum hawa. “Keperawanan yang definisinya sedemikian sempit menjadikan ini seolah urusan perempuan semata,” ucapnya.

Di era kini sulit seorang wanita menjaga keperawanannya. Terlebih, dari hasil studi menemukan jika hubungan seks pertama kalinya lebih banyak dilakukan remaja. “Sulit (menjaga keperawanan). Sekian banyak studi menemukan makin muda saja usia remaja melakukan hubungan seks pertama kalinya,” pungkas Reza. (Tyo; http://www.merdeka.com/peristiwa/sepenting-apa-keperawanan-dalam-pernikahan.html

———-

 

Komitmen cinta sejati :
Sang Miliader, Merawat Sendiri Istri Selama 25 Tahun; Eko Pratomo Suyatno, Namanya sering muncul di koran, TV, di buku2 investasi dan keuangan. Dialah tokoh di balik kemajuan industri reksadana di Indonesia kini, juga pemimpin perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Ia tergolong miliader.

Dalam posisinya, boleh jadi kita beranggapan, pria ini pasti super sibuk segudang jadwal padat. Tulisan ini, bukan hendak menyoroti kesuksesannya sebagai eksekutif. Tapi, kesehariannya luar biasa.
Usianya 60 tahun. Orang bilang senja, sudah mendekati malam. Tapi Pak Suyatno bersemangat merawat istrinya yang sakit. Mereka menikah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Cobaan menerpa, tatkala istrinya melahirkan anak ke-4. Tiba2 kakinya lumpuh, tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum kerja Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia gendongnya ke depan TV, agar tidak merasa kesepian. Istrinya sudah tidak dapat bicara, selalu terlihat senyum. Untunglah kantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya jadwal memandikan istri, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton TV sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walau istrinya hanya menanggapi lewat tatapan mata, bagi Pak Suyatno menyenangkan. Kadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun.

Dengan sabar dia merawat istrinya sambil membesarkan ke 4 buah hatinya. Sekarang anak2nya dewasa, tinggal si bungsu yang kuliah. Saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya – karena setelah anak2nya menikah dan tinggal bersama keluarga masing2 – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya dapat berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, si anak sulung berkata: “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu,” kata si sulung dengan air mata berlinang.

“Sudah ke-4xnya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini, kami tidak tega melihat bapak, kami berjanji akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian,” tambah si melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku… Jika perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi. Tetapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian.” Sejenak kerongkongannya tersekat.

“Kalian yang kurindukan hadir di dunia ini dengan cinta, tidak satu pun dapat dihargai dengan apa pun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya kini?

 

Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Mereka juga menyaksikan butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, yang dengan pilu menatap mata suami yang sangat dicintainya. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta di Jakarta untuk menjadi narasumber.

 

Host mengajukan pertanyaan ke Pak Suyatno, kenapa mampu bertahan 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa? Di saat itulah meledak tangis Pak Suyatno, bersama tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.

Pak Suyatno bercerita: “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinan tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian, semua itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, yang sewaktu sehat dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata.

 

Dia memberi saya empat anak yang lucu-lucu. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama, itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Jika dia sehat pun, saya belum tentu mau mencari penggantinya, apalagi dia sakit,” katanya sembari berurai air mata.

Setiap malam saya bersujud dan menangis. Saya hanya dapat bercerita kepada Tuhan di atas saja. Saya yakin hanya kepada Tuhan saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya. Cinta saya kepada istri saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Bapa. (Oleh: Adrian Nugraha; Kisah nyata; https://adamarizal.fi[disingkat oleh WhatsApp]-Lisa Dwiana; dari grup WA IAMDP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita