logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Suami tidak bisa menaklukkan istri

RUMAH tangga Karin, 19 dan Donjuan, 31 (samaran) jadi berantakan hanya karena gengsi. Padahal, keduanya baru malam pertama pernikahan. Gengsi menempati ranking tertinggi di kehidupan Karin dan Donjuan. Dua tetangga dekat warga Kaliasin, Surabaya ini menikah mendadak. Mereka dijodohkan paman Karin yang tak lain adalah teman lama keluarga Donjuan dan dinikahkan.  

 

Sebelumnya, Karin dan Donjuan tak saling kenal. Padahal, tempat tinggal mereka selemparan batu. Bisa jadi gengsi membuat mereka menjomblo. Tapi setelah dikenalkan lewat paman Karin, mereka saling kenal dan mau dijodohkan. Setelah beberapa tahapan pendekatan intens, mereka sepakat nikah pada Januari lalu.

 

Gengsi membuat Karin tak begitu saja menerima Donjuan seutuhnya. Mengikat ijab kabul di KUA, bukan berarti Karin pasrah ketika diajak bermalam pertama “belah duren.” Donjuan mengatakan Karin belum mau menyerahkan diri kepadanya, karena masih ingin mempertahankan mahkota yang dijaganya selama ini. Apalagi, Karin mengatakan kalau dia belum ada rasa dengan Donjuan.

 

“Jadi mulai malam pertama, dia nggak mau diutik. Ada saja alasannya. Lagi dapetlah, sakitlah, inilah, itulah, pokoknya nggak mau di-apa2kan,” kata Donjuan saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Jalan Ketintang Madya dilansir Radar Surabaya (JPNN Group).

 

Menurut pria yang berprofesi petugas kurir barang elektronik itu karin hanya cari2 alasan karena dia tak bisa menerima dirinya 100%.  Donjuan pun cuek, karena dia merasa punya harga diri. Akibatnya, Donjuan dibuat menunggu lebih dari satu bulan untuk bisa masuk ke kamar Karin.

 

Pria lulusan perguruan tinggi swasta di kawasan Nginden ini menyatakan aneka jurus yang dilancarkannya tak pernah mempan. “Laki2 mana yang kuat digitukan. Yang nggak kuat iman sudah jajan, tapi saya nggak blas”. Sebagai suami, Donjuan mengaku dia menghormati istrinya. Dia berusaha memaklumi jika Karin belum siap menikah.

 

Bukan malah luluh, sikap Karin makin melunjak. Ia jarang pulang. Donjuan makin ditelantarkan. Merasa harga dirinya sebagai suami, lebih2 sebagai lelaki disepelekan, kesetiaan Donjuan lama2 menguap. Ia jadi melirik sana-sini melampiaskan hasrat yang terpendam. Namun sebagai laki-laki dan suami, Donjuan masih penasaran untuk menaklukkan Karin.

 

Hingga setelah cari akal selama 2 bulan, Donjuan berhasil membobol pertahanan Karin. Itu setelah dia lebih dulu memberinya obat perangsang tanpa sepengetahuan Karin yang lugu menghadapi laki2. “Tapi anehnya setelah bisa memerwani (Karin), saya nggak penasaran lagi. Saya kini merasa nggak ada yang cocok sama dia. Bawaannya jadi malas pulang,” ungkap Donjuan.

 

Dia kini memilih mencoba peruntungan dengan wanita lain. Donjuan mengajukan permohonan cerai untuk Karin ke PA. “Saya tawarkan baik-baik, dianya mau, yo wis, kita bubar baik2,” kata Donjuan. (fatimatuz/jay; http://www.jpnn.com/read/2015/12/08/343397/Kisah-Suami-yang-Tak-Bisa-%22Menaklukkan%22-Istri-Sejak-Malam-Pertama,-Begitu-Bobol-Minta-Cerai-

————-

 

Monggo sajian lainnya : Robeknya selaput tak selalu hilang keperawanan

Merdeka.com-Keperawanan hingga kini jadi topik yang selalu hangat dibicarakan. Penyebabnya apalagi jika bukan keperawanan selalu lekat dengan hubungan seksual. Bisa ditebak seks adalah topik yang tak lekang dimakan zaman.

 

Selama ini anggapan beredar hilangnya keperawanan sama dengan robeknya selaput dara. Jadi, karena ketidaksengajaan yang dilakukan wanita sehingga membuat selaput dara robek, maka wanita disebut sudah tidak perawan lagi. Padahal tahukah Anda bahwa anggapan ini salah?

“Banyak pemikiran wanita yang belum melakukan hubungan seksual, maka selaput dara nya utuh dan saat berhubungan seksual pasti keluar darah. Tentu tanda fisik ini bukan jadi patokan utama terhadap penilaian itu, karena keperawanan seseorang hanya dapat diketahui melalui suatu pemeriksaan oleh ahli medis,” ujar dr. Deffy Leksani Anggar Sari, seorang dokter umum seperti dilansir dari meetdoctor.com.

“Selaput dara merupakan selaput membran yang menutupi liang vagina. Selama ini, banyak orang yang menghubungkan keperawanan seseorang dengan robeknya selaput dara. Padahal, anggapan yang sudah terlanjur beredar luas itu sama sekali salah kaprah”.

 

“Anggapan mengenai selaput dara dan hubungannya dengan keperawanan sudah menggeser fungsi sebenarnya dari selaput dara yang semata-mata hanya sebagai pelindung vagina. Jadi, selaput dara tidak selayaknya menjadi ukuran keperawanan seorang wanita,” ungkapnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka sudah jelas bahwa sebenarnya robeknya selaput dara bukanlah satu-satunya indikator bahwa seorang wanita masih perawan atau tidak. Sebab selaput dara sebenarnya sangatlah tipis dan beberapa aktivitas seperti olahraga atau mungkin jatuh dari sepeda sudah bisa menyebabkan selaput dara robek.

“Dan tentunya tidak ada tanda fisik tertentu yang dapat membuktikan seseorang perawan atau tidak,” simpulnya menanggapi berbagai macam mitos tentang tanda fisik yang bisa membedakan apakah seorang wanita masih perawan atau tidak. (feb; http://www.merdeka.com/sehat/robeknya-selaput-dara-tak-selalu-jadi-tanda-hilangnya-keperawanan.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita