Lebaran yang unik

lamian_ChinaVIVAnews Umat muslim di dunia bersuka cita merayakan Idul Fitri. Dengan penampilan terbaik, mereka berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan kerabat memasuki masa ‘bersih kembali’ sesudah menuntaskan puasa sebulan penuh. Mereka yang merayakannya berduyun menuju tempat sholat Ied dengan baju baru dan wewangian.

 

“Kami mengenakan busana baru, tak lupa menyemprotkan parfum agar bisa menampilkan yang terbaik saat menghadap Allah,” kata Ahmed Badr, warga Arab Saudi seperti dikutip dari Arab News. Di Jazirah Arab, selain penampilan tubuh, mereka punya tradisi mempercantik rumah, menyemprot rumah dengan parfum lokal  ‘Oud’ atau Bakhoor, semacam batu bata beraroma atau woodchips yang dibakar seperti dupa, khusus untuk parfum rumah.

Suasana Lebaran begitu kental di negara yang mayoritas penduduknya muslim di kawasan Timur Tengah itu. Setelah shalat Id di masjid besar terdekat, mereka berkumpul di rumah keluarga tertua untuk silaturahmi. Mereka menggelar pesta dengan sajian khas untuk sarapan dan makan siang.

Jika di Indonesia ada ketupat-opor ayam, negara Arab punya menu khas seperti menjadi menu wajib pada setiap Idul Fitri. Menu khas itu antara lain debyaza, semacam puding aprikot; halawa Turki, puding tradisional Turki; dan ta’teema, penganan khas dengan pilihan keju, mentega, selai dan telur matang.

Beberapa makanan disiapkan sejak 3 hari jelang Lebaran. Debyaza dan halawa Turki membutuhkan waktu pengolahan lama karena ada proses pendinginan menciptakan rasa manis-kental. “Makanan ini  disimpan di kulkas sampai Lebaran tiba,” ujar Hanan Mohammed, 47, seorang ibu di Arab.

Generasi muda di Arab, memasukkan kudapan cokelat dalam sajian Lebaran untuk menjamu tamu. “Ini tradisi karena anak jaman sekarang tidak suka permen biasa, jadi kami mulai menawarkan cokelat untuk semua orang,” kata Aminah Sadeg, seorang ibu berusia 70 tahun. “Setiap rumah biasanya punya berbagai macam piring atau keranjang berisi berbagai jenis cokelat.”

Menjelang siang, barulah mereka memasuki tradisi silaturahmi dengan mengunjungi rumah tetangga dan sejumlah kerabat. Yang menarik, mereka sengaja tak mengunci pintu rumah demi memudahkan kerabat, tetangga atau keluarga yang hendak bertandang.

Mereka menyiapkan satu meja lengkap dengan kertas-pena di dekat pintu untuk menyambut tamu yang tak bisa bertemu tuan rumah. Jika saat berkunjung tak ada orang di dalam rumah, mereka menaruh bingkisan seperti sekotak permen, kue, atau satu set parfum di meja yang disiapkan, sembari mencatat ucapan Idul Fitri di kertas yang disediakan.

Selain bertukar bingkisan, masyarakat di sejumlah negara punya tradisi membagi uang untuk anak-anak. Jika di Indonesia kita dikenal angpao, di Arab populer dengan sebutan Eidiyah. “Kami memberi anak-anak mainan atau uang sebagai ucapan terima kasih karena berpuasa selama Ramadan, dan mendorong mereka agar mau puasa lagi di masa datang,” ujar Barazanji, salah satu warga Arab Saudi.

 

Tradisi Eidiyah itu juga terpelihara di banyak negara dengan nama yang berbeda-beda. Di Malaysia disebut sebagai Duit Raya. Amplop duit raya tersedia dalam berbagai warna dan desain. Paket itu bisa didapatkan dengan mudah dari bank, toko, pasar swalayan, dan tempat-tempat komersil lain.

 

Dari Tarian Hingga Adu Telur
Semarak Idul Fitri terasa di negara minoritas muslim. Tengok saja di China yang membangun tradisi unik dengan akulturasi Islam dan budaya China yang kental. Di tengah pesta santap dan tarian, mereka menyelipkan upacara khusus untuk mengenang penduduk muslim pada masa Dinasti Qing.

Di China ada menu unik yaitu lamian atau mi buatan tangan yang disajikan dalam sup daging sapi atau domba aneka rasa. Melambangkan panjang umur, lamian jadi salah satu menu wajib dalam acara spesial di China, termasuk Idul Fitri. Menu lain yang tak kalah populer adalah Chuanr atau kebab.

Sejumlah tradisi unik mencipta kemeriahan Idul Fitri di kawasan Asia Selatan. Di Afghanistan, ada kebiasaan adu telur menyambut Hari Kemenangan. Cara memainkan : dua peserta saling berhadapan dengan telur di tangan. Jika keduanya telah siap, telur akan saling dihantamkan. Peserta yang telurnya lebih dulu hancur dianggap kalah.

Adu telur AfganistanDi Pakistan-India-Bangladesh, kemeriahan terpusat pada malam menjelang Lebaran. Bersama karib dan kerabat, mereka berkumpul di lahan terbuka demi menyaksikan munculnya bulan baru. Ketika bulan terlihat, mereka mengucap ‘Chaand Raat Mubarak’, yang artinya ‘Selamat Malam Rembulan yang penuh keberkahan’ atau ‘Id Mubarak’.

Kemeriahan yang populer dengan ‘Malam Rembulan’ itu tak lepas dari aksi perempuan dewasa dan gadis yang menghiasi tangan mereka dengan daun inai atau yang biasa kita sebut dengan ‘pacar’. Berhias cahaya aneka warna, toko buka hingga nyaris dini hari karena peluang terakhir bagi orang-orang untuk belanja terakhir keperluan Lebaran. (http://fokus.news.viva.co.id/news/read/244012-semarak-lebaran-di-berbagai-negara)-FatchurR

Pengurus Pusat IAMDP mengucapkan selamat Hari Idul Fitri,  “Taqabbalallahu minna waminkum. Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita