logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Kisah menarik di malam Natal

Sajian tentang Natal, telah beberapa kali di Web ini dan berikut artikel lain dari fransiskasharing.blogspot.co.id, silahkan :

 

Tahun 1914 ada kisah menarik di malam Natal. Saat itu ada peperangan antara Inggris-Jerman-Perancis. Di malam Natal itu, pasti prajurit2 ingin berada di rumah, kumpul keluarga, menyiapkan kado2, bernyanyi menikmati sukacita dan hidangan yang enak.

 

Kali ini mereka jauh dari rumah, jauh keluarga dan orang2 yang dicintai. Salju yang turun menambah dingin udara malam dan dinginnya hatinya. Perut lapar, pakaian basah, dinginnya udara dan tempat tinggal becek dan ketidaknyamanan perang itu harmoni yang makin menghilangkan semangat angkat senjata. Ada kerinduan duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue2 lezat.

 

Prajurit yang tertembak merintih sakit, yang lain menggigil kedinginan. Pimpinannya malam itu tidak seperti biasa. Ia tampak sedih, menangis ingat anak dan isterinya. Entah kapan mereka pulang dan berada ditengah orang2 yang mereka kasihi. Mereka semua diam membisu beberapa jam, tapi tiba2 nampak cahaya kecil yang ber-gerak2 dari arah pasukan Jerman.

 

Ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkat keatas agar kelihatan, sambil mengalunkan lagu “Stille Nacht, Heilige Nacht” atau lagu “Malam Kudus”. Alunan lagu itu membuat hati prajurit2 pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyi lagu itu seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang.

 

Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyian sehingga musuh bisa lihat. Ia ingin sampaikan makna Natal, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit itu bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihat jelas. Tapi, apa yang terjadi?

 

Satu per satu dari masing2 pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian itu dengan alat musik tiup yang dibawanya. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan.

 

Mereka semua bersama menyanyi dalam bahasa mereka masing2, dilanjutkan lagi lagu “Hai Mari Berhimpun”. Mereka yang adalah musuh berusaha saling bunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka sama2 menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.

 

Refleksi :

Apakah Anda saat ini sedang mengalami peperangan emosi dengan orang lain? Apakah saat ini Anda sedang terluka dan bersiap melontarkan serangan kebencian pada orang lain?

 

Jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantinya dengan damai Natal-Nya

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://fransiskasharing.blogspot.co.id/2012/12/cerita-natal-kisah-menarik-di-malam.html?m=1)-Aguk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita