logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Yesterday is history

yesterdayHari kemarin menyimpan banyak kenangan. Apa yang sudah berlalu tidak akan pernah bisa kita ulangi lagi. Waktu akan terus berjalan maju dan tidak akan pernah mengijinkan detiknya untuk berhenti. Apa yang sudah kita ucapkan dan perbuat kemarin, tidak mungkin dapat ditarik kembali.

Kita tidak dapat merasakan kesedihan atau kegembiraan yang persis sama seperti kemarin. Biarlah semua berlalu. Sampai kapanpun, hari esok akan tetap menjadi misteri. Kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada kita esok hari.

Kita tidak bisa mengetahui apakah besok kita akan tertawa atau menangis. Hari esok tetaplah menjadi teka-teki. Banyak kejutan yang akan kita alami esok hari. Esok hari belumlah tiba, jadi jangan kita dibuat kuatir olehnya. Hari ini adalah hari istimewa.

Pintu- pintu masa lalu telah tertutup sehingga kita tidak bisa kembali kesana dan pintu masa depanpun belum terbuka, sehingga kita belum bisa masuk kedalamnya.

Pusatkan kehidupan kita pada hari ini. Jangan kita menyia-nyiakan waktu karena pada saat kita menyia-nyiakan waktu, itu sama halnya kita menyia-nyiakan hidup.

Saat kita bisa menguasai waktu dengan baik, maka kita juga dapat menguasai hidup dengan baik. Perlakukan orang lain dengan baik pada hari ini, cintailah orang-orang disekitar kita dengan sepenuh hati karena hari esok sudah berganti.

Tidak ada penjual waktu, TUHAN memberi waktu dengan gratis kepada semua orang tanpa kecuali, jadi gunakanlah waktu dengan bijaksana. Kalau tidak, menyesal kita diujung perjalanan. (Go Hwie Khing; https://www.google.com/search?q=Hari+kemarin+memang+menyimpan+banyak+kenangan.+Apa+yang+sudah+berlalu+tidak+akan+pernah+bisa+kita+ulangi+lagi.+Waktu+akan+terus+berjalan+maju+dan+tidak+akan+pernah+mengijinkan+detiknya+untuk+berhenti.+Apa+yang+sudah+kita+ucapkan+dan+perbuat+kemarin%2C+tidak+mungkin+dapat+ditarik+kembali&ie=utf-8&oe=utf-8)

One Response to Yesterday is history

  • GoHwieKhing King Gaudi says:

    Catatan saya:
    History adalah pengalaman yang sudah lewat untuk membuat kita jadi lebih maju. Caranya untuk maju, berpedoman pada ” orang pandai belajar dari pengalaman( history ) orang lain, yang kurang informasi, lamban belajar dari pengalaman sendiri. Bagaimana kalau kehabisan waktu? “.

    Pusatkan kehidupan kita pada hari ini.
    Artinya jangan terbuai jargon ” life is short ” Justru kita tidak tau seberapa panjang waktu yang kita punya. Jadi ” Rencanakan Hidupmu ” Maka saat memusatkan pada kehidupan hari ini, kita tidak buang waktu untuk merencanakan apa yang musti dilakukan hari ini. Ada keseharian yang harus dilakukan sehari hari, yaitu kepribadian yang baik, adat istiadat sopan santun kepada Anak, Orang Tua, Pasangan Hidup dan setiap orang. Ini harus menjadi kebiasaan sehari hari. Ada yang harus dikembangkan pada episode hari ini dari Skenario ” Rencanakan Hidupmu ”

    Waktu tidak ada yang jual, tetapi tersedia gratis. Hanya bisa diatur
    Dalam merencanakan hidupmu, rencanakan kapan saatnya kita semua Merdeka Waktu.
    Kuli diposisi apapun sampai kuli berdasi, juragan kaki lima sampai juragan penghutang Bank sama Tidak Merdeka Waktu, masing masing terpenjara oleh tugas masing masing. Dalam masa terhukum dipenjara, sudah barang tentu ada kebutuhan maupun kewajiban hakiki yang tidak bisa kita lakukan. Demikian kalau kita terpenjara oleh tugas yang kita emban atas kemauan sendiri karena punya target kekayaan, kemashuran untuk dicapai, ataupun terpaksa by need, waktu untuk menunaikan tugas hakiki terlantar. Jelasnya, tugas pribadi maupun Suami Isteri dalam rumah tangga dan bermasyarakat secara dekat dan luas terlantar dinomor sekiankan. Memelihara Orang Tua, Anak anak secara normal sesuai adat istiadat dan budaya leluhur terabaikan, membuat Orang Tua nelongso tidak dirawat anak, dikunjungi dihtelepon dsb. Anak jadi anonym mencari jahan hidupnya sendiri tanpa bekal adat istiadat, kepribadian yang baik dan tidak mendapat warisan family tradition/ kemampuan khusus dari leluhur. Jadilah anak yang dibesarkan secara begini, hamper seluruhnya menjadi mangsa pasaran tenaga kerja, tidak merdeka waktu. Kelak pada gilirannya hidup semaunya sendiri, t.mentelantarkan orang tua dan anaknya pula. Domini Effect.
    Cara menuju merdeka waktu:
    Kurangi target pencapaian prestasi, kekayaan dan kemashuran yang mensandera waktu. Dunia tidak butuh seseorang yang kaya bukan kepalang, termashur keseantero dunia karena prestasinya ( yang sekian waktu dilampaui orang lain ) terpandai sejagad, kalau tugas hakikinya terabaikan, kehidupan pribadi, keluarga dan kehidupan bermasyarakatnya amburadul.
    Sisihkan segera sebagian penghasilan sebesar 20%. Yang 80 % direncarakan untuk kebutuhan mendadak, kebutuhan tetap, charity seefisien mungkin.
    Yang 20% disishkan untuk diinvestasikan dari kecil sampai jadi bukit. Suatu saat penghasilan dari Investasi ini akan menyamai penghasilan kita yang menyandera waktu itu. Inilah saatnya kita memilih bekerja bukan untuk hidup dari hasilnya melainkan sekedar tambahan biaya social kita karena kita sekarang merdeka waktu untuk bersosialisasi. Kebutuhan hidup sesuai standar social kita dan lain lain sudah terpenuhi dari investasi kita.

    Tentu ada diantara kita yang membaca anjuran ini, yang kurang iman akan menhujad TUHAN dengan membantah penghasilannya tidak cukup, apanya yang diinvestasikan. Lupa Sang Pencipta tentu bertanggung jawab atas kecukupan hidup masing masing CiptaanNYA. Yang bikin bumi tidak cukup bagi kehidupan seluruh Ciptaan TUHAN adalah ulah manusia.
    Itulah makanya dibilang Hidup Itu Perjuangan. Berjuang untuk diri sendiri maupun demi kepentingan semua Ciptaan TUHAN selain manusia maupun sesame manusia.

    Ada Jargon yang saya diajari sejak kecil: TUHAN tidak akan menolong seseorang atau satu kaum, kalau seseorang atau satu kaum itu tidak berani memperbaiki nasibnya. Semoga Anda setuju dan menjalaninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita