logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Selalu ada waktu untuk yang perlu

membantu orang lain(koran-jakarta.com)- Kisah ini terjadi di AS. Jason Voss, manajer restoran Jimmy John, dapat telepon misterius. Wanita di ujung telepon minta, agar membantu seorang keluarganya yang sakit, yang tak bisa cari ambulans atau taksi. Dari ujung telepon meminta membawa seseorang ke ruang gawat darurat.

 

Si penelepon Nagengast dari jarak 3.000 km, mengira yang ditelepon dinas sosial. Tak tahunya resto. Untuk Voss, ia bisa mengabaikan salah sambung ini. Tapi nuraninya membisiki lain. Voss menyuruh anak buahnya, Greg Holeman, untuk mengurus.

 

Sopir ini menghubungi Nagengast, mencari tahu alamat dia. Drama ini menyentak di AS, jadi perhatian dan diberi komentar panjang. Medsos menyempurnakan. Pertanyaan pertama, pastilah kenapa Voss merespons telepon salah sambung. Jawabannya menyejukkan. “Selalu ada waktu untuk yang perlu, yang memerlukan bantuan.

 

Kebetulan saya berkesempatan membantu, punya sopir yang bisa melaksanakan.”Sang sopir bangga: “Kami bangga ikut menyelamatkan sesama veteran perang”. Meski Holeman baru tahu siapa yang ditolong. Nagengast, terharu karena saudaranya yang difabel terselamatkan. “Kalau kalian kebetulan di Kota Columbus, Nebraska, mampirlah ke resto Jimmy John’s.

 

Nikmati makanannya, sampaikan salam dan terima kasihku.” Voss, juga sopirnya, juga sekretarisnya yang menerima telepon malam itu, menunjukkan kebaikan masih ada, masih hidup tanpa diminta.

 

Ternyata, masih ada waktu bagi mereka yang perlu. Masih ada yang bisa diberikan untuk yang memerlukan. Peristiwa keseharian ini jadi istimewa manakala dalam kaitan “tahun politik” terkesan sebaliknya.

 

Saling menyalahkan, tak peduli, berbohong, main fitnah. Voss, mengejawantahkan hati nurani itu ada, nun jauh di sana. Dan kita masih menemukan di sini, dalam keseharian kita. Mmisalnya, ada yang tanya nama atau alamat. Kalau kita tahu, kita bisa menjawab dan menjelaskan.

 

Ketika, misal yang lain, memberi kesempatan orang  lebih tua yang lebih memerlukan tempat duduk di kendaraan umum, atau antrian di loket, atau membawakan tas yang memberati.

 

Atau sekadar membukakan pintu, menjagai, untuk orang lain. Keinginan berbuat baik ini sudah menggejala melalui postingan di medsos. Misal, tampilan seorang bapak tua yang berjualan sesuatu yang biasa di jalan apa, sampai tengah malam.

 

Ada ajakan melewati jalanan itu, bermurah hati membelinya. Banyak ajakan berbuat baik, termasuk mengisahkan anak yang masih sekolah berjualan cilok untuk membantu ibunya (ayahnya telah tiada).

 

Keinginan membantu sesama yang perlu, masih memiliki ruang yang lebar, kesempatan yang luas—seluas keinginan kita untuk membantu sesama. Membantu tanpa kita menjadi rugi karenanya.

 

Membantu karena, ya karena membantu orang yang memerlukan itu baik adanya. Saya ingat, dan berusaha melakuan pada kesempatan yang diperlukan. Saya merasa diri lebih banyak senyum sesudahnya. Juga ketika mengingatkan melalui rubrik ini. (Catatan ARSWENDO; Bahan dari : http://www.koran-jakarta.com/selalu-ada-waktu-bagi-yang-perlu/)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita