logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Pengalaman kapten Pilot

Pilot air bus 300Saya pernah merasakan saat maut seakan dekat, ketika itu bertugas bersama rekan menerbangkan pesawat Airbus A-330 kapasitas 300 penumpang, menuju Hongkong. Pesawat ini canggih seharga 1,2 triliun, dilengkapi 3 sistem komputer navigasi yang berfungi cross-check informasi agar menghasilkan data dan angka akurat.

 

Peristiwa itu terjadi Juni 1997, pukul 11.00, pesawat raksasa ini mengangkasa. Ahli cuaca meramal terjadi taifun Edward, (topan beliung raksasa), ± 20 menit setelah pesawat tiba di Hongkong. Setelah masuk wilayah point of no return (PNR) pesawat punya altenatif, yaitu pindah tujuan ke Manila atau melanjutkan perjalanan, sesuai rencana ke Hongkong.

 

Karena airport tidak ditutup, maka keputusan yang kami ambil adalah meneruskan perjalanan menuju Hongkong. Ketika kami turun/descend ke holding point, ada Wx-info update yang menyatakan perubahan cuaca memburuk cepat karena ujung depan taifun sudah mendekati Airport.

 

Saat itu pesawat Cathay Pasific di depan kita yang sedang approach (pendekatan mendarat) dapat landing dengan selamat. Karena clearence atau izin telah diberikan oleh airport Hongkong untuk melakukan approach.

 

Ketika memasuki tinggi 4500 feet untuk melakukan descent (menurunkan ketinggian) dengan IGS approach pesawat memasuki CB/cumulunimbus yang keras goncangannya hingga bergetar seluruh isi pesawat. Supervisor kabin crew memberitahu, penumpang takut dan panik karena badan pesawat terguncang hebat oleh badai.

 

Pesawat terus approach dan leaving 4500 (turun dari 4500 feet). Radar berwarna kemerahan, menandakan badai hebat di depan pesawat. Pada ketinggian 3000-1500 feet itulah kaca depan cockpit merah bagai membara karena bergesekan dengan awan yang bermuatan gelombang elektromagnetik.

 

Pesawat dihempas-hempas dengan keras. Pada saat approach mendekati minimum decission

altitude, ± 675 feet, saat itulah keputusan harus dibuat; over shoot (naik kembali) atau landing. Sementara itu, pandangan seluruhnya terhalang oleh awan gelap, sehingga tidak terlihat apapun.

 

Keputusan landing masih dalam proses hingga kami melihat jelas tepat diatas DH/decission height. Ketegangan dalam cockpit terjadi. Apabila salah dalam mengambil keputusan, maka pesawat akan menabrak gunung yang ada di depan atau menghantam gedung-gedung bertingkat di sebelah kanannya.

 

Saat itu mencekam, saya merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali pasrah dan mengharap pertolongan Tuhan. Saat itu saya berdoa; menyerahkan hidup pada Tuhan. Tiba2 ada cahaya di atas saya yang tajam menembus awan pekat hingga threshold runway. Saya berteriak, ”runway insight!” (landasan pacu terlihat). Rekan saya menjawab, ”negative!” (tidak terlihat).

 

Saya kembali mengulangi, ”runway insight”, rekan saya kembali menanggapi, ”negative”. Akhirnya rekan saya mengikuti petunjuk yang saya berikan. ”fly right” (ke kanan), ”fly down”  (ke bawah). Lalu saya berkata ”on the glide” yang berarti pesawat masuk dalam sudut pendaratan. Baru di ketinggian 50 feet, rekan saya berkata, “runway insight”.

 

Pesawat pun landing. Saat itulah taifun Edward berputar dan menggulung di ujung depan landasan. Pesawat 170 ton itu berguncang dan seperti terangkat di landasan.Saat bersamaan, di seberang landasan, mobil2 berterbangan dan tercebur ke laut, dihempas taifun edward yang dahsyat.

 

Saya bersyukur, Tuhan memberikan saya kesempatan hidup untuk memuliakan namaNYA dan

memberi petunjuk di saat yang kritis. Saya yakin, apa yang terlihat semata-mata petunjuk Tuhan. Saya tidak melihat apapun bila Tuhan tidak berkenan/berkehendak menolong kami.Itu bukan kebetulan.

 

Saya yakin, bukan hanya saya yang berpengalaman seperti ini. Setiap manusia pernah mengalami kejadian luar biasa dalam hidupnya. Kebanyakan manusia tidak sadar karena terbelit oleh rutinitas. Padahal segala aktivitas kita harus dilakukan dengan kesadaran sebagaimana berdoa.

 

Terkadang manusia juga suka merasa imannya lemah, padahal bukan imanya yang lemah tetapi penghayatan terhadap apa yang dipraktekkan itulah yang belum teresapi. Kadangkita hanya membaca ayat saja, meyakininya tetapi tidak teresapi dan terealisasi dalam kehidupan.

 

Dalam kehidupan kita, lebih banyak hikmah dari kenormalan yang kita hadapi.Tapi tak banyak yang bisa mengambil hikmah dari peristiwa normal tersebut.Banyak orang yang merasa anugerah yang diberikan Tuhan itu biasa saja, karena sudah biasa merasakan kenikmatan tersebut.

 

Seperti halnya pilot, kami biasa terbang melintas di langit-Nya tapi jarang sekali paham melintasi langit-Nya adalah karunia, keajaiban dari-Nya yang tak diberikan pada semua orang. Begitu pula kenormalan lainnya, kadang karena kita terbiasa dengan hal itu, maka kita tidak lagi menganggap sebagai keajaiban dalam hidup kita.

 

Padahal Tuhan pasti tidak akan memberi tanpa makna untuk kita. Setelah semua itu terlihat baik dengan mata telanjang maupun dengan mata hati, saya sungguh sangat bersyukur karena Tuhan telah mendidik dengan ilmu dan goresan peristiwa diri yang penuh dengan hikmah.

 

Tuhan tidak akan merubah seseorang kecuali dia berusaha merubah dirinya demi masa depannya. Dan Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. ” Saya sering merenung, kami bekerja maksimal mengantarkan ratusan Orang ke tempat tujuannya dengan selamat.

 

Alangkah baiknya jika kedekatan kami denganNya makin rapat agar selalu dapat perlindungan / keselamatan serta sekaligus dapat menghilangkan kepenatan.”God bless you all”. (Andre Wajudibroto; https://muslimahgreentrepreneur.wordpress.com/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita