logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Menguji kesetiaan anak

Labu kembarAlkisah di China terdapat 2 orang kakak beradik yang berbeda ibu. Ibu si kakak sudah lama meninggal.
Kini dia tinggal bersama ayah, ibu tiri dan adik tirinya. Sang kakak menanam pohon labu dan dengan rajin memeliharanya hingga tumbuh besar.

Suatu hari mereka dengar kabar raja sedang sakit parah, tabib istana mengatakan bahwa labu kembar dapat menyembuhkan penyakit raja. Maka diadakan sayembara, barangsiapa yang memiliki labu kembar akan mendapat satu peti emas. Sang kakak segera memberitahu pada keluarganya.

Pada hari keberangkatan sang kakak ke ibukota, ibu memanggil si adik ke dalam dapur, “Ada 2 potong kue, yang polos dan bergambar bunga. Berilah kakakmu kue yang bergambar bunga, sebab ibu telah memberi racun di dalamnya.”

“Kenapa ibu ingin membunuh kakak?
Bukankah ibu juga menyayangi kakak?”
“Ibu memang menyayanginya, tapi kamu adalah anakku dan ibu tidak rela bila kakakmu mendapatkan emas itu, maka biarlah dia memakan kue beracun ini.”

Kemudian si adik membawa kue itu ke kakaknya. Kemudian, kata kakaknya, “Adikku, tunggu kakak ya, kakak janji akan segera pulang dan membeli banyak oleh² untuk mu dari kota dan uang emas hadiahnya untuk kita bersama!!!”

Sang adik terdiam, kemudian berkata pada kakaknya, “Kakak, ibu memberi kita berdua kue, makanlah tapi aku ingin kue yang bergambar bunga.”
Setelah itu si adik dengan lahap memakan kue beracun itu.

Setelah kepergian kakaknya, dia berkata pada ibunya, “Ibu, kue beracun itu telah kumakan, kakak sangat baik kepadaku, mana mungkin aku tega membunuhnya.
Setelah aku mati, sayangilah dia seperti ibu menyayangiku…”

Ibunya yang mendengarnya kemudian memeluknya, “Anak bodoh, tidak ada racun sama sekali di kue bergambar bunga itu. Ibu hanya menguji rasa sayangmu pada kakakmu. Ibu kuatir kamu menjadi iri dengan kemujuran kakakmu…”

“Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.  (Harry Effendy-P62)

One Response to Menguji kesetiaan anak

  • GoHwieKhing King Gaudi says:

    Nah bagaimana tradisi Tionghoa menguji bhakti anak kepada orang tuanya?
    Alkisah, seorang ayah dan anak terlanda petaka. Dalam keadaan memilih salah satu siapa yang bisa hidup. Bagaimana mereka menyelesaikan pilihan harus mati siapa harus hidup?

    Saya harapkan pembaca menjawabnya. Besok lusa saya beri jawaban dari arsip kuno soal Budaya Luhur Tionghoa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita