logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Membenci = membunuh

MemaafkanBahwa orang yang membenci saudaranya tidak akan masuk sorga.

Lalu ada yang bertanya: Dear pak John, Saya tertarik dengan kutipan itu. Mohon penjelasannya, apakah kakak-beradik yg berselisih faham sehingga tidak saling bertegur sapa tidak akan mendapatkan Surga?

 

Mohon pencerahannya, karena ada beberapa anggota yg saya kenal, masih mengalami problema serupa, dan saya kuatir apabila mereka tidak saling bertegur sapa hingga akhir hidup mereka, maka mereka pun tidak akan diperbolehkan memasuki kerajaan Allah tersebut.

 

Mudah-mudahan renungan di akhir pekan ini membantu memberi penjelasan, walau tidak langsung menjawab pertanyaannya. Namun yang pasti, bahwa firman itu benar, kudus dan tidak ada Bahasa munisia sekaliber apapun untuk menggantikannya. Aritinya firman itu pasti dan tidak berobah.

 

Membenci sama dengan membunuh

“Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia dan kamu tahu tidak ada seorang pembunuh yang memiliki hidup kekal di dalam dirinya”

 

Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan, tetapi kita masih menyimpan kebencian terhadap sesama kita. Salah satu ciri orang yang hatinya bersih yaitu dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran hidup. Sejak kita percaya Tuhan ada Roh Kudus dalam hati kita.

 

Kemana pun aliran sungai mengalir, di sana muncul kehidupan, artinya orang yang hatinya bersih, kemana pun ia pergi orang lain merasakan air kehidupan. Orang lain yang letih lesu akan bersemangat kembali karena ada aliran air hidup dari orang itu. Ke mana pun orang itu melangkah, ada kesegaran pada orang yang mendengarnya.

 

 

Kebencian terhadap saudara sama artinya dengan pembunuh. Pemahaman nilai kasih sebagaimana biasa-biasa saja adalah kurang pas. Mengasihi saudara kita, adik kita, kakak kita, hela, simatua, sepupu keponakan dan lain sebagainya, karena mereka mengasihi kita. Itu baik.

 

Tetapi akan berbeda apabila salah satu diantara mereka tidak menyenangkan kita atau keluarga kita. Terkadang sampai terungkap istilah bahasa Batak: ”Mardomu di tano na rara” artinya tidak memaafkan hingga kematian. Padahal istilah tersebut sudah seharusnya lama terkubur.

 

Kenapa kebencian masih bisa terjadi?. Karena harga diri, gengsi, egoisme masih terlalu besar melekat di dalam jiwa ini dibandingkan kerendahan hati dan semangat mau mengampuni. Lebih sering jiwa ini menilai kita yang benar, yang paling benar, mereka tidak tahu diri.

 

Kita lupa pada prinsip untuk saling mengampuni, saling memaafkan dan melupakan kejadian yang pernah menggores dan melukai hati. ”Forget and Forgive” merupakan kata kunci menyelesaikannya sehingga tidak ber-larut2 sampai matahari tenggelam berulang kali.

 

Dalihnya: ”Karena kamu tidak merasakannya”, begitulah pembelaan diri dan pembenaran terhadap apa yang dilakukannya.

 

Kita sering berkilah bahwa kitakan sudah ditebus, menjadi manusia baru dibasuh. Kita tahu sudah berpindah dari dalam gelap ke dalam terang. Tetapi: ”Barang siapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

 

Satu pernyataan yang sangat tegas mengenai kehidupan kekal. Kalau kita memahami akibat dari kebencian ini, terlalu ngeri bagi kita untuk membenci saudara kita, yaitu maut.

 

Kalau bukan Tuhan yang bertahta di dalam hati ini, mana mungkin kita mampu untuk memaafkannya. Goresan yang menyakitkan itu terlalu dalam dan membekas sehingga sulit untuk melupakannya. Beban kebencian itu terlalu berat untuk dilupakan, belum sempat membalas dendam sudah mau dimaafkan.

 

Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia pendusta, karena siapa tidak mengasihi saudaranya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

 

Jika ada pertanyaan siapa yang tidak pernah membenci saudaranya?, apakah kita akan berani mengangkat tangan kita? Atau jangan-jangan kita menyembunyikan tangan karena kita tahu bahwa kita pernah atau bahkan sedang membenci seseorang.

 

Kita selalu punya cukup atau bahkan banyak alasan kita punya hak untuk membenci seseorang. Mungkin kita akan mengatakan “loh dia itu menjengkelkan, atau dia itu orang yang nggak setia dan mau menang sendiri dan masih banyak yang lainnya lagi.

 

Adakah diantara kita adalah seorang pembunuh? Maka kita akan menjawab, “wah ya nggak ada lah, masak disini ada pembunuh”. Tetapi Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia.

 

Dan kamu tahu tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya, menyatakan jika ada diantara kita yang MEMBENCI saudaranya, dengan alasan apapun juga maka kita adalah seorang PEMBUNUH, dan tidak memiliki jaminan hidup kekal.

 

Siapa sih yang memiliki potensi paling besar untuk menyakiti kita? Dan jawabannya adalah orang yang terdekat dalam hidup kita, suami-istri, orang tua-anak, menantu-mertua dll. Ingat bahwa mereka inilah yang paling besar peluangnya untuk menyakiti, menghianati, mengecewakan kita, tetapi apakah ini dapat dijadikan alasan kita untuk tidak mengasihi?

 

Sekali-kali tidak. Sebab jika kita mengasihi Allah maka kita akan mengasihi setiap orang  apapun keadaannya, apapun kelakuannya dan apapun kekurangannya. Teladan ini telah diberikan Tuhan yang karena kasih-Nya atas kita, walau kita yang oleh karena pelanggaran dan dosa telah menyakiti-Nya,

 

1. Hiduplah berbuat baik kepada siapapun.

2. Menerimalah Setiap Orang Apa Adanya

 3. Kata-kata yang penuh Kasih

4.  Memaafkan. (Andre W-A68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita