Kita Harus Belajar Mendengarkan

Seorang lelaki sedang mengendarai mobil menempuh jalan gunung yang curam dan sempit. Dari arah depan, seorang wanita mengendarai mobil turun. Saat kendaraan yang satu coba minggir memberi jalan kepada kendaraaan yang datang dari arah yang berlawanan, si wanita menjulurkan kepalanya keluar jendela mobil dan berteriak kepada lelaki itu: ” SAPI”

Lelaki itu juga segera menjulurkan kepalanya ke luar jendela dan memaki-maki balik: ” Monyet betina!”
Sesudah berteriak, mereka melanjutkan perjalanan masing-masing. Si lelaki baru saja belok melewati suatu jalan tikungan, ia tiba-tiba membentur sekawanan SAPI, mobilnya terbalik dan masuk ke dalam sungai.

Makanya kita harus mendengarkan orang yang bicara, jangan berfikir NEGATIF dulu. (Suhirto M)-Aguk

One Response to Kita Harus Belajar Mendengarkan

  • mimik astuti SMA Angk 68 says:

    Oh lala, ternyata kata kata sapi diucapkan untuk memperingatkan, dan bukan mengolok olok.Memang sih, tergantung kepandaian kita memanfaatkan kata kata, alias berkomunikasi dengan baik, agar orang lain tidak salah paham. Kuncinya adalah KOMUNIKASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita