logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Kata2 Steve Job

Dlm dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, se akan2 harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobbyku  tak banyak. Sa’at ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku kekayaan , nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi .
Malam yg hening, cahaya & suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yg mendekat pada diriku. Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya buat diri gunakan itu udah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yg mengerikan .
Tuhan memberi kita organ2 perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yg terpendam  dalam hati kita yg paling dlm. Tapi bukan ke gembiraan yg datang dari kehidupan yg mewah— itu hanya ilusi saja.

Harta kekayaan yg aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yg aku bisa bawa adalah kasih yg murni yg selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yg bisa memberiku kekuatan dan terang.
Ranjang apa yg termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didpt kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.
Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.
Kita berjalan di jalan kehidupan ini… Dgn jalan nya waktu. ..Suatu  saat
akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentaspun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.
Yg patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antar kita ama Tuhan, keluarga, cinta akan suami- istri dan juga kasih persahabatan antar teman. (Yong Sidharta-A61; dari grup sebelah)

——

 

Selanjutnya bisa anda nikmati artikel psichologi lainnya :

  1. Rombongan bisa salah lho
  2. Aku pingin panggil Papa ya Oom
  3. Tuntunan hidup Aji Saka

————–

 

Rombongan bisa salah lho

Ada seekor lalat, ia selalu bersama teman-temannya. Suatu hari ia melihat dari atas, teman-temannya semua berkumpul di suatu lembaran kertas. Ia diperingatkan oleh seekor burung kecil yang ada disitu. “Lalat, demi kebaikanmu. Jangan kesana. Itu teman-temanmu sedang terperangkap di lembar kertas yang ada lemnya”.

 

Tapi, melihat teman-temannya ada disitu, ia makin bersemangat. Dari jauh ia hanya melihat teman-temannya yang bergoyang-goyang, “Siapa bilang? Lihat dari atas aku melihat mereka semua menari-nari disitu!”. “Dengarkan aku yang lebih pengalaman, wahai lalat. Jangan kesana”.

 

Tapi si lalat itu nggak peduli. Dengan semangat ia terbang turun menukik dan mengikuti teman-temannya, dan akhirnya ia pun terperangkap disitu.

Memang sih mengikuti rombongan adalah kondisi yang aman. Karena terkadang, sendirian juga bisa berbahaya. Tetapi, pertanyaannya apakah kita pernah memikirkan bahwa rombongan yang salahpun, kadang bisa menyesatkan.

 

Banyak orang yang baik, tulus dan etis hidupnya. Tetapi, karena berada di rombongan yang salah, hidupnya pun jadi sesat. Hidup Anda ditentukan oleh siapa teman-temanmu. So, bertanyalah siapa teman-temanmu saat ini?. “Hidup dan masa depanmu ditentukan oleh dengan siapakah kamu berteman”. (Andre W-A68)

————

 

Aku pingin panggil Papa ya Oom

Seorang Boss pemilik Bank yang kaya raya, suatu kali diajak oleh temannya ke Panti Asuhan.
Namun setelah acara selesai, hati sang Bankir bergumam : “Kamu bohong, katanya kalau aku main kesini, hati pasti bahagia…!!!”

Dengan langkah lesu, ia pun kembali ke mobilnya, tetapi tiba2 ada seorang anak perempuan kecil menghampirinya : “Om mau pulang ya? Om boleh tidak aku minta sesuatu?” Sang Bankir tersenyum, ia seorang kaya raya, apa yang tidak bisa dibelinya, apalagi untuk anak kecil ini???

“Memangnya kamu mau minta apa?” Tanya sang Bankir.
“Om, aku pengen panggil papa ke Om, boleh kan?”
Sang Bankir kaget, tenggorokan nya tersumbat, ternyata bukan boneka ato uang yang dimintanya, hanya sebutan PAPA.

Tanpa terasa hatinya bergetar : “Boleh, kamu boleh panggil papa ke Om,” kata sang Bankir.
“Makasiiih papa, kapan papa datang lagi? Aku boleh minta 1 lagi ga ke papa?”
“Aku minta, kalo papa datang lagi kesini, bawa foto papa ya…!!! Aku mau simpan di kamar, jadi kalo aku kangen sama papa, aku bisa lihat foto papa…!!!”

Dengan berlinang air mata, Bankir itupun segera memeluk anak itu, “Besok papa akan datang lagi bawa foto dan papa akan sering datang ke sini untuk ketemu kamu…!!!”
Hati sang Bankir sangat bahagia, ia bahagia sekarang…!!!

Ternyata BAHAGIA itu bukan saat kita memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa “MENGASIHI” dan “MEMBERI” apa yang kita miliki untuk orang lain, meski itu hanya sebuah ungkapan KASIH…!!! Bukan untuk menyakiti orang lain, karena kekayaan hanya bersifat sementara,

“KEBAHAGIAAN” tidak bisa dibeli dengan UANG. LOVE IS BEAUTIFUL. (Andre W-A68)

————-

 

Tuntunan hidup Aji Saka

 

Tuntunan Hidup Aji Saka yang diabadikan dalam bentuk Aksara / Huruf :
Ha Na Ca Ra Ka (Ono utusan = Ada utusan)
Da Ta Sa Wa La (Padha kekerengan = Saling berkelahi)
Pa Da Ja Ya Nya (Padha digdayane = Sama-sama saktinya)

Ma Ga Ba Tha Nga (Padha nyunggi bathange = Saling berpangku saat meninggal)
NILAI AJARAN LUHUR DALAM HURUF JAWA
Terlepas dari cerita asal usul Aksara Jawa diatas jika kita mampu mengkaji lebih dalam, ternyata tersimpan ajaran budi pekerti dan ajaran luhur filosofi kehidupan.

Ha, “Hana hurip wening suci” (Adanya kehidupan adalah kehendak dari yang Maha Suci)
Na, “Nur candra, gaib candra, warsitaning candra” (Pengharapan manusia hanya kepada sinar Ilahi)
Ca, “Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi” (Arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal)
Ra, “Rasaingsun handulusih” (Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani)

Ka, “Karsaningsun memayuhayuning bawana” (Hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam)
Da, “Dumadining dhat kang tanpa winangenan” (Menerima hidup apa adanya/ikhlas)
Ta, “Tatas, tutus, titis, titi, lan wibawa” (Mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup)

Sa, “Sifat ingsun handulu sifatullah” (Mewujudkan sifat kasih sayang seperti kasih sayang Allah)
Wa, “Wujud hana tan kena kinira” (Ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas/tak terkira)
La, “Lir handaya paseban jati” (Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Ilahi)

Pa, “Papan kang tanpa kiblat” (Hakekat Allah yang ada disegala arah)
Dha, “Dhuwur wekasane endek wiwitane” (Untuk bisa sampai diatas tentu dimulai dari dasar)
Ja, “Jumbuhing kawula lan Gusti” (Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya)
Ya, “Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi” (Yakin atas titah/kodrat Ilahi)

Nya, “Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diwuruki” (Memahami dengan benar kodrat kehidupan)
Ma, “Madhep mantep manembah mring Ilahi” (Yakin/mantap dalam menyembah Ilahi)
Ga, “Guru sejati sing muruki” (Belajar pada guru nurani)
Ba, “Bayu sejati kang andalani” (Menyelaraskan diri pada gerak alam)

Tha, “Tukul saka niat” (Sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan)
Nga, “Ngracut busananing manungso” (Melepaskan egoisme pribadi manusia)-(Hanny Pranoto-72; dari grup sebelah)-FR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita