JADILAH YANG TERBAIK
Di dalam masyarakat khususnya di negara berkembang, banyak masyarakatnya yang terjangkit penyakit mitos yang menyesatkan. Di antara mitos itu adalah: mitos pendidikan, ’saya tidak bisa sukses karena pendidikan saya rendah’. Mitos nasib, ‘biar berjuang sampai meleleh, saya tidak mungkin sukses karena takdir saya sudah begini’.
Mitos kesehatan, merasa diri tidak kuat secara fisik. Mitos usia, ‘ini tugas anak muda, saya terlalu tua untuk pekerjaan ini’. Mitos gender, ‘jelas aja bisa, dia perempuan sayakan pria’ atau sebaliknya. Mitos lain, ‘dia shio macan bisa sukses, saya kan shio babi’. Dan penyakit mitos lain.
Jika mitos itu menjadi pedoman hidup, maka nasib kita sukar berubah. Sikap mental negatif seperti itu, merupakan pengertian salah. Jika masuk ke alam bawah sadar, maka membawa dampak sangat negatif dalam kehidupan kita secara menyeluruh. Membuat kita kalah dan gagal sebelum bertanding.
Dalam dunia bisnis, ada 2 mitos yang berpengaruh besar, yaitu modal dan pendidikan. Saya tidak memiliki keduanya saat memulai usaha, kecuali hanya ide membuat kartu kata mutiara dan keberanian mencoba. Saya memiliki kemampuan bela diri dan potensi diri itu yang saya pakai melatih secara privat untuk mendapatkan modal awal.
Saya berangkat tanpa modal, tanpa uang, tanpa pendidikan formal yang cukup. Dengan ide itu dan keyakinan bisa sukses saya merintis usaha. Saya berhak sukses. Dengan pemahaman itu, muncul keberanian untuk mencoba.
Dari resistansi dan melalui proses perjuangan yang luar biasa teguh, usaha itu bisa berkembang baik. Kegagalan dan penolakan adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil. Kita hanya punya 2 pilihan, berhasil-gagal. Kuncinya adalah sikap mental yang positif dan bertindak.
Kedua pilihan itu bisa jadi ‘benar’ karena di balik setiap kegagalan terdapat proses pendidikan, sebuah pelajaran untuk kita berbuat dan bertindak lebih bijak di kemudian hari. Seperti kata mutiara yang sering saya ucapkan:
“Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tetapi dari proses pencapaiannya”. Jika itu disadari semua orang, maka tidak ada lagi yang namanya larut dalam frustasi, kecewa, depresi, apatis, kehilangan motivasi, apalagi putus asa.
Memang bukan suatu hal yang mudah dilakukan, perlu motivasi kuat, komitmen pada tujuan, dan melewati proses latihan dalam praktek kehidupan yang nyata. Sebagai manusia yang mengerti, menyadari, dan dapat berpikir jernih, maka kita harus bisa dan berani menentukan sikap dengan segenap tenaga, waktu, dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal mungkin.
Ilmu untuk memelihara motivasi diri bisa dipelajari oleh siapa saja. Salah satu latihan yang paling mudah untuk menguatkan diri sendiri dengan menggali potensi positif dalam diri kita. Yakinlah bahwa diri kita memiliki kemapuan untuk sukses. Jika orang lain bisa sukses, kita punya hak yang sama.
Keyakinan kepada Tuhan, doa dan praktek dalam kehidupan ini merupakan upaya yang mampu memberikan kekuatan motivasi diri yang luar biasa. Sikap lain yang perlu dipelihara adalah menyadari bahwa sukses yang kita raih bukan hanya sekedar mengandalkan diri sendiri, selalu ada andil orang lain di dalamnya.
Karena itu ”rendah hati” adalah kuncinya, tetapi sebaliknya, tidak rendah diri pada saatnya akan mengalami kegagalan. Karena itu kita harus semakin dewasa dalam mengarungi kehidupan ini, agar kualitas kehidupan kita akan semakin baik, semakin sukses, yang pada akhirnya akan bermanfaat pula bagi orang lain. Pastikan dengan cara ini anda menjadi yang terbaik.
(FatchurR; bahan dari Andrie Wongso)







Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 


BIasanya 4 hal yang membedakan antara orang sukses dan orang yang gagal .
Orang yang gagal, biasanya menderita penyakit yang disebut excusitis. Suatu penyakit yang mencari-cari alasan untuk menutupi kegagalan itu sendiri, untuk membela diri.
4 panyakit yang biasanya menjangkiti orang2 yang kurang/tidak sukses itu adalah Excusitis Kesehatan, Excusitis nasib, Excusitis inteligen/pendidikan dan excusitis umur.
Berbagai motivasi sudah ada yang memberikan, kata kata bijak sudah dipetuahkan dengan mudah dibaca, teknologi sudah dikembangkan manusia tetapi manusianya sendiri yang tidak berkembang.
Kalau mau berkembang jadilah selalu menjadi lebih baik bukan cuma mandeg jadi yang terbaik.
Terima kasih kepada sobat dan seniorku yang telah berbagi dan bermanfaat bagi kita semua. FR
Dan celakanya tehnologi dll maju dengan pesat, tapi tidak berbanding lurus dengan moral manusia yang justru amburadul ! Terus apa manfaat Tehnologi tsb ? Dunia makin merintih dan menangis kesakitan akibat tingkah pola manusia ! Sadarkah mahluk yang mengclaim dirinya berakal budi ini ?
Komentar saya diatas kusus untuk memberikan tambahan kepada komentar pak Khing 16 Juli 2010 11.01 AM.!