logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Introspeksi diri

Sebelum memasuki barbershop, priaitu memberi nasehat pada anaknya, “Untuk mendapatkan hasil cukur yg baik tidak usah takut memilih tukang cukur yg model rambutnya buruk. Karena kita tahu,itu bukan hasil cukurannya sendiri”
Tukang cukur yg ahli tidak dapat memangkas rambutnya sendiri. Juga dokter tidak dapat mengoperasi dirinya sendiri. Meski ada seorang dokter gigi yg mencoba memecahkan rekor dengan menambal giginya sendiri tapi hasilnya tidak sebagus hasil karyanya di gigi pasiennya. Ini menggambarkan bahwa setiap orang, sehebat apa pun, membutuhkan orang lain dalam hdup ini.
Ralph Waldo Emerson menulis, “Mata bisa melihat segala hal kecuali dirinya sendiri” Kita membutuhkan orang lain untuk memperbaiki sikap kita yg salah. Kita memerlukan nasihat orang tua, teguran sahabat, kritik dari atasan, saran dari pasangan & nasihat yg baik dari siapa saja.
Pada saat mendengar tindakan kita dikritik atau ditegur, rasanya tidak nyaman. Lebih enak & menyenangkan bila kita selalu dipuji didukung.  Tapi orang yg dapat menerima teguran dan nasihat dari orang lain sebenarnya sedang menolong dirinya sendiri agar terhindar dari hal2 yg buruk.

 

Sebaliknya, kasihan orang yang menganggap pendapatnya paling benar. Ia tidak berkesempatan memperbaiki hidupnya dan mendapatkan yang lebih baik dari pendapatnya. Berbahagialah, berterima kasihlah kepada orang yg selama ini rajin mengkritik kita.

 

Lihatlah orang tsb bukan sebagai musuh, justru sebagai sahabat. Terimalah kritikannya sbg alat koreksi kita. Sebaliknya hati2-lah terhadap orang yg selalu memuji muji, sebab belum tentu dia melakukannya dengan tulus. (Yong Sidharta-A61; dari grup sebelah)

————–

 

Bacaan lainnya tentang psichologi :

  1. Jejak Sepatu di Karpet
  2. Dari rumah jompo; sang opa kesepian
  3. Ketika aku berkeinginan

—————-

 

Jejak Sepatu di Karpet
(Sebuah kisah nyata); Seorang ibu rumah tangga punya 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah selalu rapih, bersih dan teratur dan suami serta anak2nya menghargai pengabdiannya itu. Cuma satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor.

Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia menemui psikolog bernama Virginia Satir. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan berkata : “Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan”. Ibu itu kemudian menutup matanya.

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?”

Sambil tetap menutup Mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya. Virginia Satir : “Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak2, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang2 yang ibu kasihi”.

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

“Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang2 yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadirannya menghangatkan hati Ibu”. Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut.

“Sekarang bukalah Mata Ibu”. Ibu itu membuka matanya.
“Bagaimana, apa karpet kotor masih jadi masalah buat ibu?” Ibu itu tersenyum dan geleng kepalanya.
“Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika Kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif”.

Sejak itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya, karena setiap melihat jejak sepatu di sana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah. Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder dan John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming).

 

Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yhaitu bagaimana kita membingkai ulang sudut pandang Kita, sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya. Beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini Kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa nonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk anak2 yang ribut mengeluh banyak hal, itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.
4. Untuk Tagihan Pajak yang besar, itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi.
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.
7. Untuk rasa lelah-capai-penat di penghujung Hari, itu artinya saya masih mampu bekerja keras.

8. Untuk kritik yang saya dengar tentang pemerintah, itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yang membangunkan saya, artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.
10. Untuk setiap permasalahan hidup yang kita hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih kuat. (Kang Yin-A68)

————–

 

Dari rumah jompo; sang opa kesepian
Pembicaraan teman saya dan sang OPA yg menatap kosong. Opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya utk terus mencari usaha yg baik utk keluarga saya, khususnya utk anak2 yg sangat saya cintai.

 

Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal di rumah yg sangat besar dgn segala fasilitas yg sangat bagus. Dmkn pula dengan anak2 saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dgn biaya yg tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dlm sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sbg orangtua merasa sdh saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba2 istri tercinta saya yg selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yg sangat mendadak. Sejak kematian istri, tinggallah saya hanya dgn para pembantu. Anak2 semua tdk ada yg mau menemani krn mereka sdh mempunyai rumah yg juga besar.

Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi yg mau menemani tiap saat saya perlukan. Tdk sebulan sekali anak2 mau menjenguk saya atau memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba2 anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan jual rumah karena selain tdk effisien toh saya dpt ikut tinggal dengannya.
Dgn hati yg berbunga saya menyetujuinya , toh saya juga tdk perlu rumah besar lagi tanpa ada orang2 yg saya kasihi di dalamnya. Stlh itu saya ikut dgn anak yg sulung. Namun apa yg saya dapatkan? Setiap hari mereka sibuk sendiri2 kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya.

Semua keperluan saya pembantu yg memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda
maka meskipun sdh tua saya tdk pernah sakit2an. Lalu saya tinggal di rumah anak saya yg lain.
Saya berharap klo saya akan mendptkan sukacita didlmnya,tapi rupanya tidak.
Yg lebih menyakitkan semua alat2 utk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan
dari kayu dgn alasan utk keselamatan saya tp sebetulnya mereka sayang dan takut klo saya memecahkan alat2 mereka yg mahal2 itu.

Setiap hari saya makan n minum dari alat2 kayu atau plastik yg sama dengan yg mereka sediakan
utk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan n minum sambil mengucurkan airmata n bertanya di manakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dgn anak terkecil, anak yg dulu saya kasihi melebihi yg lain karena dia dulu adlh seorang anak yg sangat memberikan kesukacitaan pd kami semua. Tapi apa yg saya dapatkan? Stlh bbrp lama saya tinggal disana akhirnya anak saya n istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bhw mrk akan mengirim saya utk tinggal di panti jompo dgn alasan spy saya punya teman utk berkumpul n juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Kini 2 tahun saya disini tapi tdk sekalipun mereka yg datang mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah harapan saya tentang anak2 yg saya besarkan dgn segala kasih sayang n kucuran keringat. Saya bertanya2 mengapa kehidupan hari tua demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yg menyusahkan semua anak2 saya. (Wiwik Handayani-A68; dari grup sebelah)

—————–

 

Ketika aku berkeinginan
Aku ingin hidup KAYA… Aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah  KEKAYAAN.

~KETIKA…
Aku takut MEMBERI… Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

~KETIKA…
Aku ingin jadi yang TERKUAT… Aku lupa, dalam KELEMAHAN…. Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

~KETIKA…
Aku takut RUGI… Aku lupa, bahwa  HIDUPKU…
Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.
+Hidup ini sangat indah… ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

~BUKAN…
karena hari ini INDAH kita BAHAGIA… Tetapi karena kita BAHAGIA… maka hari ini menjadi INDAH.

~BUKAN…
karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS… Tetapi karena kita OPTIMIS… RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

~BUKAN…
karena MUDAH kita YAKIN BISA… Tetapi karena kita YAKIN BISA… semuanya menjadi MUDAH.

~BUKAN…
karena semua BAIK kita TERSENYUM… Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

~ANDAI…
kita tidak dapat menjadi jalan besar… cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

~ANDAI…
kita tidak dapat menjadi matahari… cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.

~ANDAI…
kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang… cukuplah berdoa untuknya.  (Surjadi MK-72; dari grup sebelah)-Aguk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita