logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Diperlukan memahami dan perbanyak kreativitas

kreativitas (By GC – Sep 26, 2018)-Suatu hari seorang guru bercerita pada rekan seniornya tentang peristiwa lucu yang baru terjadi di kelasnya. Ia berkata: “Tadi ada peristiwa lucu deh, Aku kan bertanya pada murid-murid begini, Hayo anak-anak, setengah dari delapan itu berapa? Ada yang bisa jawab?”

 

Terus, kamu tau kan si Maru yang bajunya itu kadang suka kumal itu. Masa ia menjawab begini, “Nol Bu Guru,” “Hahaha, Aku bilang salah. Eh dia ngotot bahwa jawabannya benar. Hahaha dasar bodoh banget”

 

Sang senior dengan serius dan tidak tertawa, ia manggut2 & tampak berpikir. Lalu ia berkata: “Coba buang dulu jawabanitu dari otak kamu. Pikirkanlah sebuah angka 8. Angka itu terdiri dari dua angka 0 – nol – yang dilekatkan satu di atas dan satu dibawahnya. Jadi kalau setengahnya kira2 angka berapa?”

Sang guru tersebut langsung terdiam dengan pucat pasi.

 

Sang Senior berkata “Coba pikirkan lebih jauh: jika ditarik garis ke bawah di tengah angka 8 itu, maka Anda akan lihat dua angka 3 yang saling berhadapan. Dari sudut Pandang itu, setengah angka delapan itu berapa? Itu bisa jadi angka 3”

 

Ingatlah untuk tidak selalu menggunakan asumsi2 tradisional. Ketika ada orang memberi gagasan atau jawaban aneh, Jangan dimatikan asumsinya. Belum tentu juga jawaban dia salah. Sebaiknya, mintalah dia menjelaskan asumsinya. Jangan karena jawaban kita atau ide kita itu ide yang lazim & biasa maka semua ide lain adalah salah.

 

Di zaman seperti sekarang ini banyak teori2 tradisional dimatikan oleh teori dan konsep baru. Coba kita lihat beberapa teori ini:

 

Di abad ke 6 BC, Pythagoras mengatakan bumi itu bulat, tapi ia ditertawakan rekan2nya. Hingga di kemudian hari Aristoteles dan Christopher Columbus membuktikan bahwa bumi itu bulat.

 

Ketika Louis Pasteur menemukan serum anti rabies dengan cara menyuntikkan virus rabies pada kuda. Lalu setelah beberapa minggu darah kuda di ambil dan dipisahkan serumnya (mengandung antibodi pada rabies) lalu disuntikkan ke manusia. Tindakan ini dianggap gila dan membahayakan.

 

Bagaimana pada zaman sekarang? Ketika seseorang mau membangun armada taksi tapi tidak ada modal atau aset berupa mobil, atau pool untuk menyimpan mobil2 taksi miliknya. Cuma bermodalkan aplikasi saja. Orang berpikir awalnya Nonsense. Tapi sekarang?

 

Bagaimana hotel tanpa bentuk fisik seperti Airbnb? Yang juga jadi hotel chains terkemuka dan meraup keuntungan jutaan USD hanya dengan modal aplikasi.

 

Penting bagi kita, ketika seseorang memberi pemikiran yang menentang arus kebanyakan orang. Jangan cepat2 dibunuh. Sebab ini bisa jadi kreativitas hebat yang bisa jadi orang itu tidak berpikir dengan cara lazim yaitu Vertical Thinking. Melainkan berpikir Lateral Thinking alias berpikir menyamping.

 

Justru dgn mengambil sudut pandang baru & melihatnya dengan cara berbeda, kita bisa mendapatkan penemuan2 / ide2 baru. Kita bisa menggantikan pandangan lama dengan yang baru. Kita bisa menggabungkan ide lama sedemikian rupa & menciptakan sesuatu yang tak pernah ada sebelumnya.

 

“To raise new questions, new possibilities, to regard old problems from a new angle, requires creative imagination and marks real advance in science.” Albert Einstein

 

Kreativitas lebih banyak pakai otak kanan daripada otak kiri. Otak kiri digunakan memproses suatu logika sehingga menggunakan Vertical Thinking. Sedang Otak kanan untuk memproses keindahan bentuk, warna dan seni. Semakin menggunakan Lateral Thinking, kreativitas makin lebih baik. Jadi ingatlah, Bila kita ingin menghasilkan kreativitas yang lebih baik & lebih banyak, kita perlu mengabaikan logika sesaat.

 

Yayoi Kusama 草間 彌生 artis Jepang yang terkenal karena kenyentrikannya. Ia dianggap gila karena berperilaku dan bertindak tidak seperti kebanyakan manusia normal. Padahal kini orang banyak mengagumi karya2nya yang kreatif yang tidak bisa dihasilkan orang “normal” yang berpikir Vertical.

 

Mari jadikan diri kita kreatif dengan berpikir menyamping, jangan tegak lurus terus. Cak Lontong adalah salah satu individu yang suka berpikir menyamping. Orang hanya tau ia lucu dengan lawakan2nya yang “kreatif”. Orang tidak menyadari berpikiran lateral atau menyamping.

 

Dan satu hal lagi: Hiduplah penuh kreativitas, kita harus menghilangkan ketakutan kita untuk mencoba hal yang baru & melakukan kesalahan. _“To Live a Creative Life, We Must Lose Our Fear of Being Wrong”_ – by Joseph Chilton Pearce (Harry Rekso Samudro-A61; dari grup WA-IAMDP)-FR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita