Bahagia itu keseimbangan sukacita dan risikonya

kebahagiaanIntisari-online.com-Seorang bijak di desa sedang kerja di kebunnya saat ia didatangi pemuda umur belasan tahun. “Apa rahasia hidup bahagia?” tanya pemuda itu.

 

“Ikuti saya,” jawabnya dan mereka jalan bersama ke tepi hutan terdekat melalui jalan setapak, lewat pohon2 beberapa kilometer sebelum kembali ke tempat yang sama.

“Ber-jalan2lah di sepanjang jalan ini, tapi lihat beruang di sana” kata orang bijak itu.

 

Pemuda itu berjalan dengan gentar di jalan setapak. Beberapa jam pemuda itu kembali.

“Apakah Anda lewati jalan yang baik?” tanya orang bijak itu.

“Biasa saja” jawab pemuda.

“Apakah Anda lihat pohon ek yang kokoh, bunga2 mekar, tupai yang ber-main2, dan pelangi indah?”

 

“Saya tak perhatikan, saya sibuk mengawasi beruang.”

“Kembali susuri jalan setapak itu dan jangan lupa perhatikan keindahan di sana.”

Pemuda itu kembali ke hutan. Kali ini ia kembali cepat, ter-engah2 dan berdarah. Ada luka di lengannya.

 

“Apa yang terjadi?” tanya orang bijak. “Apakah Anda lihat hutan menakjubkan?”

“Ya, saat saya tatap tupai2, beruang besar menyelinap dan menyerang. Saya lolos, tapi beruang itu menggores lengan saya. Anda gila, saya tanya  kebahagiaan tapi Anda suruh saya ke hutan untuk diserang binatang liar. Mengapa tak menjawab langsung?”

 

“Anda telah mendapat jawabannya. Rahasia menjalani hidup bahagia itu berjalan lewat hutan, dengan memperhatikan hal2 indah, tanpa dimakan si beruang.”

“Saya mengerti,” kata pemuda itu.

 

Saat mereka berjalan kembali ke desa, pemuda itu tanya ke mentornya, “Mengapa Anda tidak bisa memberi tahu saya rahasia itu dan bukannya mempertaruhkan saya untuk dimakan seekor beruang.”

Orang bijak senyum dan menggulung lengan bajunya, menunjukkan bekas2 luka panjang di lengannya.

 

“Kadang, kita butuh bekas luka untuk mengingatkan pelajaran penting”.

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://intisari.grid.id/Inspiration/Tell-Your-Story/Bahagia-Itu-Menemukan-Keseimbangan-Antara-Sukacita-Dan-Konsekuensinya)-FatchurR

One Response to Bahagia itu keseimbangan sukacita dan risikonya

  • Harry Reksosamudra A61 says:

    Ilustrasi prihal kehidupan manusia, perlu mengamati sgl sesuatu dilingkungannya, shg bisa tahu mana yg baik dinikmati dan yg buruk dihindari.
    Untuk mencapai hidup bahagia, kita hrs menikmati keindahan yg ada tanpa melalui hal pahit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita