logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Ayahku adalah ibu terbaik

Siang itu lelaki setengah baya memangkas pokok 2 perdu di halaman sekolah Internasional yang megah dengan tekun. Sengatan matahari dan debu tidak mengganggu dan mempengaruhinya. Tiba2 seseorang memanggilnya, “Gangga, kepala sekolah ingin bertemu denganmu, sekarang” 

 

Dia katakan dengan keras, menunjukan pentingnya pesan tsb. Gangga berdiri, mencuci tangan dan berjalan cepat ke ruang kepala sekolah. Perjalanan dari kebun di halaman belakang menuju ruang kepala sekolah seolah tanpa akhir. Hatinya berdegup kencang, perasaan campur aduk berpikir yang akan dihadapinya, mengira ngira hal pentingnya sehingga kepala sekolah memanggilnya.

 

Gangga pekerja jujur dan tekun, tidak pernah mangkir dari tugasnya. Tok..tok…tok… “Ibu memanggil saya?” “Masuk”. Jawaban pendek dan tegas. Seorang wanita setengah baya, berambut perak disimpul gaya Perancis, busana indah dan kacamata bertengger di batang hidungnya, menunjuk pada helai2 kertas diatas mejanya, berkata,  “Baca ini!”

 

“Tapi.. saya buta huruf Bu, maafkan jika ada kesalahan, mohon beri saya kesempatan memperbaikinya, saya selalu berhutang budi karena Ibu mengijinkan putri saya sekolah disini tanpa bayar, tidak pernah terbayangkan bahwa anak saya akan memiliki kesempatan yang sebaik ini.” Jawabnya gemetar.

 

“Tunggu, engkau jangan ber-andai2. Kami ijinkan putrimu belajar disini karena dia pandai dan kau pekerja yang baik. Aku minta seorang guru membacakannya, helai2 kertas ini hasil test menulis essay  anakmu, aku ingin kau tahu, dengar ya…”

 

“Hari ini kami dapat tugas menulis essay tentang Hari Ibu. Dulu keluargaku tinggal di desa kecil dan terpencil ditepi sungai, pendidikan dan pengobatan cuma mimpi. Dari waktu ke waktu selalu ada ibu2 wafat saat melahirkan, dan salah satunya ibuku yang tak sempat menyentuhku setelah melahirkan.

 

Ayah adalah orang pertama dan satu2nya yang menggendong aku kala itu. Setelah kematian ibu, ayah terus didesak untuk menikah lagi oleh ortunya, tapi ayah selalu menolak dan tetap tidak bergeming ketika kakek mengancamnya untuk tidak mengakuinya sebagai anak bila tidak mau menuruti sarannya.

 

Tanpa berpikir panjang, ayah membawaku pergi meninggalkan kampung. Meninggalkan segalanya, ber hektar2 tanah miliknya, kehidupan yang menyenangkan dan gaya hidup mewah untuk ukuran desa.  Mengembara kesana kemari, ayah tiba dikota ini tanpa harta, kecuali aku. Hidup begitu keras, ayah kerja siang malam, membesarkan aku dengan kasih sayang dan perhatiannyanya yang tanpa henti.

 

Kini aku bisa mengerti mengapa ayah mengatakan tidak suka makanan2 kesukaanku, ayah selalu menyuruhku menghabiskan makanan2 tsb. Setelah sekian lama akhirnya aku menyadari alasan2 itu se-mata2 pengorbanannya untuk menyenangkan aku. Ayah selalu ingin memberi yang terbaik untukku meski hal itu jauh diluar kemampuannya.

 

Aku bersyukur karena sekolah ini memberikan tempat bernaung yang nyaman padanya, memberinya respek dan kesempatan untuk memberi  pendidikan terbaik bagi putrinya. Andai Cinta dan perhatian menggambarkan karakter utama seorang ibu, maka gambaran seperti itu sesuai untuk ayahku.

 

Bila belas kasihan menggambarkan karakter ibu, sejatinya ayahku memilikinya. Kerelaan berkorban itu karakter kuat ibu, maka ayahku sangat rela berkorban untuk anaknya. Singkatnya, bila kriteria seorang ibu yang baik dinilai dari cinta, belas kasihan dan pengorbanan, maka ayahku itu ibu terbaik di bumi ini.

 

Maka pada Hari Ibu ini, aku berharap agar ayah jadi orang tua terbaik di dunia. Aku menghormatinya dan bangga mengatakan bahwa, tukang kebun di sekolah ini adalah ayahku. Aku tahu aku akan gagal dalam test menulis essay ini, tapi hal ini tak ada artinya dibanding keindahan kasih sayang dan pengorbanan total ayah untukku. Terima kasih.”

 

Hening setelah karangan itu dibacakan, hanya isak halus Gangga terdengar. Terik ganas matahari tidak pernah membasahi bajunya, tapi kata2 indah putrinya membasahi dadanya dengan tetesan air matanya. Dia berdiri dengan tangan terlipat, mengambil kertas kertas tsb dan mendekapnya didadanya.

Ibu Kepala sekolah berdiri dan berkata, Kini suaranya terdengar rendah dan lembut,

 

“Gangga, putrimu akan dapat nilai 10/10 untuk test menulis essay nya. Ini tulisan terbaik tentang Hari Ibu sepanjang sejarah sekolah ini. Kami akan menyelenggarakan perayaan Hari Ibu lusa, kami  undang engkau sebagai tamu kehormatan.

 

Acara Hari Ibu kali ini mempersembahkan penghargaan tinggi bagi kasih sayang dan pengorbanan yang luar biasa yang dilakukan pria untuk membesarkan anaknya. Juga memperlihatkan kau tidak perlu jadi wanita untuk jadi ortu sempurna.

 

Yang terpenting mendorong, menghargai dan mengakui keyakinan putrimu untuk mu, membuatnya bangga, membuat seisi sekolah ini bangga,  kami punya ortu terbaik di bumi ini, seperti kata putrimu.

 

Engkau tukang kebun sejati, tidak hanya menjaga kebun kami tetap indah tapi juga karena kau berhasil menumbuhkan dan memelihara setangkai bunga berharga dalam hidupmu dengan cara indah dan tak terbayangkan. Nah. Gangga, apakah engkau bersedia menjadi tamu kehormatan kami pada acara tsb?” (PBU; dari grup WA-VN)-FR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita