REMBUGAN MASA DEPAN ANAK
Kaum tua harus tetap memperhatikan dan memberikan pengarahan yang benar kepada anak2-nya, yang berarti salah satunya : “Tetap kita harus memberi kesempatan mereka mendengar, melihat dan merasakan nilai nilai luhur yang selalu abadi dari ortunya” Demikian salah satu email yang beredar diantara 18 alumni MDP.
Lanjut email itu “Keteladanan, pandangan dan pendapat ortunya atas berbagai masalah dibelantara kehidupan, dan riwayat kekerabatan dan pertemanan orang tuanya supaya tahu possisi mereka dimana kemudian tahu kemungkinan pilihan jalan hidup mereka.”
“Kita membekali mereka dengan steady compass silahkan pilih sendiri arah mana dengan wawasan yang sudah kita berikan luas. TUHAN lah yang merencanakan kehidupan mereka, kita dititipi dengan tanggung jawab seperti diatas”.
”Saya kepingin Media Alumni dan web IAMDP getol membicarakan soal masa depan anak bangsa ini sebagai sumbangsih bagi Kebangsaan Indonesia dan peningkatan kehidupan mutu manusia seumumnya”.
Sedangkan @ lain menyatakan ”Saya setuju dengan kebebasan; Biar anak mengatur kita dihari tua dan biar mereka membangun kehidupannya sendiri kelangsungan hidup dunianya”.
Ngobrol tentang masa depan anak, bukan semata perihal akademis saja yang harus diperhatikan, ada banyak hal terkait dalam proses perkembangannya. Menentukan karier di masa depan merupakan salah satu di antaranya, namun sayangnya acap luput dari perhatian.
Tak heran jika ketika anak harus menentukan jurusan sekolah, ortu justru lebih berperan dan bersifat memaksakan kehendak ketimbang memberi arahan. Biasanya, tanpa disadari, ortu akan menuntut anak mengambil profesi yang serupa dengannya.
Jika hal ini tidak sesuai dengan keinginan anak, jangankan keberhasilan yang ingin dituai anak, justru bisa gagal di tengah perjalanan akademisnya. Agar hal tersebut tidak terjadi, ada baiknya menyimak beberapa kiat, cara memberi bekal untuk masa depan anak :
(1) Pelajari dan pahami hal yang disukai anak, akademis dan non akademis, mengingat tidak selalau profesi masa depan anak bersifat akademis. Jika anak terlihat menonjol di satu bidang, tak ada salahnya untuk terus mengasah kemampuannya lewat kursus dan pengembangan lainnya.
Doronglah anak untuk mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan sekolah dan di luar untuk semakin menguji kemampuan diri dan anak pun makin tertantang. Dalam hal ini, tak ada salahnya menjalin komunikasi dengan guru untuk mengetahui perkembangan anak secara detil.
Di sisi lain, hal ini pun bisa diasah sendiri di rumah dengan bimbingan ortu. Contohnya, jika anak senang dengan bidang sains, tak ada salahnya membuat percobaan-percobaan yang teorinya bisa didapatkan dari berbagai buku permainan sains.
(2) Beri bimbingan, bukan perintah. Seiring dengan anak semakin beranjak dewasa, berilah pemahaman secara menyeluruh tentang sebuah profesi, segi positif dan negatifnya. Dengan demikian, anak pun bisa membuat pertimbangan dengan lebih baik.
Namun sebelumnya, sebagai ortu Anda pun harus mencari informasi dengan baik suatu profesi karena profesi yang satu dekade lalu belum terlalu diminati dan cerah, bisa saja di masa kini yang terjadi sebaliknya.
(3) Perkenalkan anak dengan bermacam jenis profesi, sehingga wawasan anak lebih berkembang.
Di sisi lain, hal ini juga dapat memberi pilihan yang lebih banyak pada anak untuk menentukan karier bagi masa depannya. Tidak ada yang tahu jika anak Anda pun berbakat untuk menjadi pebisnis, terlebih dewasa ini peluang untuk berbisnis semakin terbuka.
(FatchurR-A69; diolah dari Kompas, 25/02/2008-Klasika)






Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 


Dijaman dulu karena kurang bekal sebagai Pemoimpin, Penguasa dan Pemuka agama serta ortu memang otoriter sehingga terjadi ada alumni kita yang mati matian berusaha punya ijazah sarjana karena kalau tidak ga bakal diberi warisan keluarga.
Teman yang dari Kalimantan sejak SMA sudah dibelikan rumah mewah dinilangan Jl.Ijen Malang, tetapi harus jadi dokter, kuliah di Surabaya dibelikan rumah dibilangan Jl.Darmo lulus kedokteran dibuang kemanpun dia praktek ga cari duit kakanya spesialis syaraf adiknya praktek didesa keduanya tanpa pungut duit.
Katanya dia jadi dokter karena berbakti pada orang tua, karena anak orang kaya raya dia ga cari duit dari prakteknya semata untuk menyenagkan orang tua dan masyarakat.
Dijaman sekarang orang tua yang harus duluan membekali diri dengan buku terbitan mutakhir sebelum punya anak bagaimana menjadi orang tua yang bertanggung jawab pada anak dan masyarakat.
kalau anaknya dibekali ortu dengan Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emotional, Kecerdasan Intelegensia yang ketiganya menjadi bekal leadership sianak ditambah Kecerdasan Finansiil, anaknya mau jadi apapun ga usah khawatir karena pasti bisa ” jadi orang ” yang bermanfaat bagi masyarakat dan sesama ciptaan TUHAN apalagi bagi keluarganya.
Dari Los Angelesa saya membaca Media Indonesia terbitan Los Angeles memberitakan
” Universitas China Tawarkan Kuliah Gratis ”
Ini hal yang harus diperjelas IAMDP dengan menulusurinya di Kedubes RRT di Jakarta karena bidang masa depan anak cucu kita kan juga jadi concern IAMDP.
Setelah jelas harap dimuat di MA 4 maupun segera di http://www.alumnimaterdei.com yang saya baca cuma keterangan secuil :
Tanggal 12 dan 13 Juni diNovotel mangga Dua Square Jak.
jam 13.00 hingga jam 17.00 WIB.
Menurut Ketua Pertukaran Mahasiswa Beijing Language&Culture Instutute ( BLCL ) SAMUEL WIYONO MBA:
Chongqing Medical University memberikan beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin jadi dokter umum maupun spesialis.
SOUTH CHINA Univ Of Technology di Guangzhow juga memberikan beasiswa gratis.
Juga Blue Mountain Hotel School of Suzhow
Tidak diperlukan sudah berkemampuan berbahasa Mandarin karena kuliah awal setahun memakai bahasa Inggris jadi bisa langsung kuliah sambil belajar Mandarin.
Cuma biaya hidup yang lebih murah dari Indonesia yang harus ditanggung sendiri menurut Rektor kedua Univ yang memerlukan datang ke Indonesia Prof.Dr,LEI HAN Rektor CQMU dan Ms.ELLEN LIAO Rektor SCUT dan Ms.HELEN LI dari Blue Mountain Hotel School
Saya wanti wanti agar yang mengelola http://www.alumnimaterdei.com segera mencari tau khabar baik dibidang pendidikan anak cucu ini.
Jangan khawatir terjadi lagi:
Keadaan politik berubah lalu anak cucu ini ga bisa pulang ke Indonesia, dunia sudah terbuka Pengelola Indonesia tentu melek belajar pengalaman bodoh jaman 1965 betapa berharganya putera terbaik yang belajar dengan beasiswa asing keluar negeri kalau tidak dimanfaatkan dinegeri Indonesia.
Kalau memang kelak terjadi kebodohan serupa ya biarlah relakan putera terbaik bangsa ini berkarya dimancanegara mengharumkan nama Indonesia dimata dunia. Orang tuanya maupun sanak keluarga sudah gampang nyambangi mereka yang terpandang dinegeri orang.
Ga masalah.
Apalagi sedang diusahakan semua pemegang paspor Indonesia akan selalu diaanggap tetap Indonesia meski sudah warga negara asing.
Salut dan terima kasih kepada pak Khing yang mau nyambangi Web ini dan memberikan masukan yang patut kita renngkan isinya. FR
Nah, pak Khing mulai muncul sesuai yang kita harapkan. Tentunya ini berkat belajar sama cucu semalaman untuk buka web sekalian belajar untuk nulis komentar ! Hahahaha ……Selamat , maju terus, dan ………… trims !
Iya saya wanti wanti segera dicarikan data selengkapnya urusan beasiswa anak cucu kalau belajar di RRT ini dan dimuat MA 4 dan segera di Web kita.