Perpustakaan yang diminati
Ketika meresmikan “Peningkatan kualitas Perpust dan Lab IT” tanggal 10/4/12, Suster melani dalam sambutannya antara lain : Bangga atas bantuan dari Alumni (IAMDP); Senang perpustakaan SMAK makin banyak peminatnya; Siswa-siswa juga banyak yang menyulkai buku Jadul sumbangan dan Ketua IAMDP ketika sidak ke perpust suatu hari, kaget melihat tampilan perpust yang berubah dan banyak siswa yang memanfaatkannya.
Tentu saja kita semua berharap, semoga sebagian kutipan tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,misalnya makin diminati para siswa dan jajaran sekolah. Menjadi ideal jika dilakukan jajak pendapat kepada siswa dan Guru tentang : “Buku apa yang paling diminati dan yang masih diharapkan ?”
Atau disediakan peluang beropini (kalau disebut diwajibkan, terlalu kontroversi, walau wajar) tentang “Upaya apa lagi yang harus dilakukan oleh Petugas perpust, Siswa, Guru, Manajemen SMAK agar Perpust ini makin diminati?”
Terlalu muluk upaya ini?, bisa jadi, namun jika diawali dengan jiwa besar dan ikhlas demi kemajuan Siswa, Guru dan Sekolah, tentu apapun dapat dilakukan, semoga (FatchurR)
Catatan : Jangan lupa juga membaca tulisan sebelumnya : di http://alumnimaterdei.com/maju-bersama-iamdp/smak-mdp-berpenampilan-baru.html





Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 


Kita boleh berlega hati Perpus Sekolah dimana kita dulunya juga dicerdaskan sudah semakin mapan.
Menyiapkan buku untuk Perpustakaan Sekolah bukannya menyediakan buku yang diminati Siswa atau Guru atau calon pembacanya. Hal ini memang beda dengan toko buku atau Perpustakaan seumumnya agar dibaca banyak orang.
Sediakan selengkap mungkin segala subjek bacaan referensi penambah segala Ilmu Pengetahuan bermutu nasional maupun International, baik yang sudah baku maupun yang masih kontroversi.
Tujuannya agar menjadi tantangan bagi Siswa yang memebacanya agar ada yang berminat menjadi Ilmuwan, kemudian mengkaji ulang segala sesuatu yang sudah dibakukan atau memperjelas apa yang masih menjadi kontroversi.
Sedangkan yang butuh referensi praktis bisa belajar dari Perpustakaan Sekolah, buku novel hendaknya yang sudah bermutu International maupun Nasional , yang sudah langgeng sepanjang jaman, ga lekang oleh panas ga……agar Siswa ga cupet wawasannya.
Semasa saya sekolah di Mater Dei Probolinggo, beberapa Guru bisa bercerita sekelumit isi Novel dari Nasional maupun Manca negara yang sudah terbukti langgeng sampai sekarang, kemudian minta kami menyelesaikan dengan mencari bukunya di Perpustakaan Kota Probolinggo yang Kepala Perpusnya adalah Ayah dari teman kelas: PRISWATI yang kakaknya juga A57.
Ada Siti Nurbaya, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk ( di Brondong Lamongan ), Beberapa Novel PRAMOEDYA ANANTA TOER, ABDUL MUIS, serial Tom Sawyer, serial Winetow, serial Disudut Sudut Balkan, Marcelinus Roti Dan Anggur dll.
Kami jadi doyan melahap baca buku apa saja!
Urusan Siswa meminati baca buku Ilmu Apa Saja, selain dorongan dari Guru dan Orang Tua, juga bisa dibuatkan sistem, misal:
Tiap Wali Kelas yang memang seharusnya bertugas tau bakat dan minat masing masing Siswanya, bekerja sama dengan Guru yang sesuai Bidangnya, bisa menyodorkan beberapa buku pilihan pada Setiap Siswa sebagai tugas bacaan yang harus dilahap habis dalam seminggu atau sebulan, tergantung tebal dan berat isi buku yang mau dipilih Wali Kelas yang kemudian dipilih Siswa.
Sebagai kontrol Siswa sudah membaca buku yang disodorkan Wali Kelas kemudian dipilihnya, Siswa harus menyertakan Sinopsis ( Ringkasan Isi Buku ) yang menjadi penilaian ketekunan belajar Siswa.
Sinopsis ini kemudian bisa disimpan di Perpustakaan juga, yang nantinya jadi perbandingan bagi penilaian Wali Kelas kemudian hari.
Maka sinopsis ini tidak boleh dibaca Siswa yang belum membaca bukunya sampai selesai.
Nah kalau bisa seideal ini tentu Kepala Sekolah, Wali Kelas dan Guru dengan Kelengkapan Perpus nya bisa berlega hati telah menyiapkan anak didiknya dengan arahan yang baik dan benar, menyumbang bagi Pembangunan Bangsa yang Berkwalitas Unggul.
Para Orang Tua pun akan semakin berminat menyekolahkan anak anaknya disekolah yang berdisiplin dalam mengajar Siswanya menjadi anak santun dan gemar membaca.
Dengan adanya sistem harus baca buku, maka ga ada masalah Perpustakaan ga diminati Siswa dan Guru.
Sekolah kan merupakan upaya paksan yang berbudaya bagi menyiapkan Generasi Muda Unggulan!
Saya setuju dengan penulis, opini atau apapun istilahnya tetap diperlukan baik dari guru maupun murid, supaya kita dari IAMDP tahu, apa yang mereka harapkan setelah ini. Kalau menurut saya pribadi, untuk saat ini koleksi buku masih kurang dan harus ditambah, tapi buku apa ? kita tanya Suster Kepala Sekolah.
Ada yang menitipkan pesan melalui komentar artikel ini sebagai berikut :
Saya serahkan enam buku untuk Perpust SMAK; (Sori namanya gak tercatat)
Judul bukunya adalah :
1. Guru yang menakjubkan
2. Prinsip manajemen kelas
3. Betapa dahsyatnya energy
4. Gangguan emosi
5. Rahasia bisnis Cina
6. Pilihan puzzle test IQ
Mudah mudahan buku tersebut ada manfaatnya bagi SMAK
Titipan koment lainnya :
Dipersilahkan kepada para alumni yang mau menyumbang buku baru maupun bekas yg masih layak baca, dapat mengirimkan langs ke SMAK MDP jln Panjaitan, Probolinggo. (SK)