PASSIVE INCOME-1
Perbincangan tentang Passive income, cukup hangat beberapa hari belakangan hingga kini, karena itu dipandang perlu menuliskan serial pendapat mereka dan berlanjut dengan artikel passive income. Mudah2an sajian yang sudah diedit tetap menarik dan bermanfaat bagi para pembacanya, semoga.
Passive income kalau menurut saya ya “TABUNGAN” dan untuk mencapai itu diperlukan “kemauan keras”. Sekitar tahun 1983/85, waktu mulai usaha, saya selalu mendepositokan uang hasil usaha setiap terkumpul Rp. 2.500.000,- di suatu Bank.
Deposito itu saya cairkan setiap kali menjelang jatuh tempo membayar harga barang dagangan, demikian seterusnya sampai deposito saya berputar yaitu setiap 2 sampai 4 hari ada yang jatuh tempo. Penghasilan dari deposito ini yang saya anggap sebagai passive income.
(1) Banyak orang yang gagal dalam menabung karena : Kurang kemauan untuk menabung dan terlalu bernafsu yaitu terlalu banyak menyisihkan hasilnya untuk ditabung, sehingga untuk menutup kebutuhan perbulannya tidak cukup dan diambillah tabungannya itu. Kebiasaan mencairkan tabungan, membuat tidak bisa menabung.
(2) Bagi yang terbiasa menabung dan mempunyai kemauan keras untuk menabung, abaikan tulisan ini, tapi bagi yang gak bisa menabung, biasakanlah menabung sedikit demi sedikit dan jangan pernah diambil kecuali untuk kebutuhan yang benar2 darurat. Anggaplah uang hilang meskipun masih ada.
(3) Tabungan sebagai passive income jika dikelola dengan sungguh2, tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi “dana abadi” meskipun untuk mencapai dana abadi ini makin lama makin sulit seiring dengan turunnya suku bunga deposito, contoh dana sebesar 10 milyard X bunga 7% : 12 bulan – pajak 20% = 10M x 7% : 12 x 80% = 46 jutaan / bulan.
Mengenai Amal, saya setuju, manusia sebagai mahluk sosial perlu beramal. Walau tidak besar asal berkesinambungan. Apalagi saat ini, penghasilan semakin sulit didapat sedangkan pengeluaran semakin banyak rangsangan dan kebutuhan
Anda masih belum puas dengan tulisan ini karena kurang lengkap ? ikuti terus tulisan berikutnya di ”Passive income-2” (Harry Sudjono Widjojo)







Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 


Semoga yang baca passive income ini nggak bingung karena asal usulnya dari diskusi via email dengan Bpk. Go Hwie Khing yang saat ini ada di LA-USA, sedangkan saya hanya dipihak yang menanggapi. Secara garis besar, tujuan diskusi tersebut membahas bagaimana supaya passive income bisa men-sejahterakan hidup dan anjuran supaya jangan ragu untuk memulai menabung agar bisa sebagai passive income. (HSW)
Biarlah bingung dulu, ntar akan disajikan artikel ilmiahnya (mudah-mudahan penulisnya masih sanggup)
Oooo gitu ta ilmu mengisi rubrik nya FATCH, pembaca di iming iming secuil biar bingung lalu mampir nunggui http://www.alumni materdei.com membaca kelanjutan bincang bincang saya dengan HARRY dan FRANZ.
Nah FATCH dikutil lagi saja bincangan kami kalau bisa diramu bumbu biar lebih sedap bisa kepedasan yang baca tetapi enak dimakan, dan menjadi jelas bahwa
” passive income “adalah posisi dimana keadaan investasi yang berasal dari satu gram emas sudah membuncit membuahkan usaha yang dengan sedikit pengelolaan kita menghasilkan penghasilan sebesar penghasilan terbaik kita saat jadi pegawai atau bos, sehingga kalau hasil jadi pegawai atau sebagai bos diamalkan pun tidak menurunkan kwalitas hidup.
Kita bisa hidup bermanfaat bagi masyarakat dengan beramal membantu karyawan maupun orang tidak dikenal yang membutuhkan, ikut berkarya bhakti menyelamatkan lingkungan hidup.