logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Move-On dari Era Disruption-Menyongsong Era Abundance

Era Abundance(teropongsenayan.com; Tulisan: Ahmad Faiz Zainuddin; Mahasiswa MBA Warwick Business School UK, dan Alumni Singularity Univ, Silicon Valley, Ca) :

“A good Golfer plays where the ball is, but A great Golfer plays where the ball going to be” (Earl Wood)

 

Kalimat itu nasehat Earl Wood pada anaknya, Tiger Wood yang di kemudian hari atas bimbingan sang ayah, ia menjadi pemain Golf legendaries. Karena di Indonesia permainan Golf lebih populer dibanding hockey, ijinkan saya menerjemahkan dalam dunia PERMAINAN GOLF:

 

“Kalau anda ingin jadi pemain Golf yang baik, cukup arahkan pandangan mata kearah bolanya. Tapi kalau anda ingin jadi pemain Golf hebat, arahkan mata dan seluruh kemampuan permainan anda ke arah dimana bola akan menuju”.

 

Era “disruption” adalah dimana bolanya sekarang. Era “abundance” adalah kemana bolanya akan menuju.

 

Kalau anda masih membahas wacana dan menghabiskan waktu bicara era disruption, anda jadi pemain yang baik. Tapi kalau anda menginginkan jadi pemain yang sukses besar (hebat), anda harus arahkan energi pikiran dan ikhtiar anda untuk menyongsong era abundance.

 

Penjelasan era disruption (penghancuran) vs era abundance (keberlimpahan).

Ini berawal dari thesis Ray Kurzweil, Co-Founder Singularity University. Di tahun 1999 beliau tulis buku “The Age of Spiritual Machines” dan mengeluarkan thesis tentang “The Law of Accelerating Return”.

 

Menurut penelitian beliau, Law of Moore tidak hanya berlaku dalam 50 tahun terakhir, tapi polanya telah hadir sejak 120 tahun terakhir, di mana teknologi bergerak eksponensial. Artinya, kecepatan prosesor komputer, daya tampung hard disk, dan segala hal yang disentuh keajaiban teknologi informasi, berlipat dua setiap 18 bulan, atau jadi lebih murah setengahnya.

 

Maka itu, gabungan teknologi yang ada di HP anda sekarang ini, harganya 1/10.000 dari 25 tahun lalu, dimana saat itu total harganya sekitar 1 juta dolar = Rp. 14 Milyar (karena di situ ada GPS, gyroscope, mesin fax, video recorder, radio, TV, kamera foto, ensiklopedi, kamus, telepon, scannner. dll).

 

Co-founder Singularity University yang satunya, Peter Diamandis, membuktikan bahwa KEMAJUAN TEKNOLOGI secara eksponensial ini melalui 6 tahapan, yang beliau sebut dengan “6D of Exponential Growth”, yaitu:

 

1-Digitalization (Transformasi dari analog menuju digital di hampir semua sektor)

2-Deception (Banyak orang terlena karena awalnya kelihatan pelan dan cuman riak-riak kecil, sampai pertumbuhan eksponensialnya menyentuh “knee of the curve” alias “titik lejit”)

 

3-Disruption (Titik lejit jadi reaksi atom yang mengguncang kemapanan. Ini yang sedang kita ributkan dan bikin banyak orang dan perusahaan panik. Tapi ini hanya fase transisi menuju 3D terakhir)

4-Dematerialization (semua produk kehilangan wadah fisik untuk ditransfer di “Cloud” alias awan digital tak bertepi.

 

5-Demonetization (Di dalam “awan digital” tempat menyimpan segala hal itu hampir semua biaya jadi turun drastis. Buku, musik, film, ilmu, informasi, komunikasi, dll tiba-tiba jadi membludak volumenya, dan makin lama makin murah harganya)

 

6-Democratization (Pada puncaknya, karena semua serba berkelimpahan dan berbiaya minimal sekali, maka terjadilah era “Abundance” atau disebut “Free Economy” dan “Sharing Economy”.

 

Sebenarnya saat ini anda sudah bisa merasakan yg disebut sbg Free Economy ini:

Kirim surat gratis (email); Telpon interlokal gratis (WA call); Sekolah gratis (khannacademy)

Kuliah gratis (coursera); Buku gratis (pdfdrive.net); Film dan musik gratis (youtube);

 

Rekaman ceramah, seminar dan training gratis (youtube); Disain gratis (canva); Main game gratis (online); Kumpul-kumpul ngobrol bareng 50 orang dari segala penjuru dunia gratis (zoom)

Penginapan gratis (couchsurging); dll.

 

Dan keGratisan (atau minimal harga murah sekali hingga terjangkau semua orang) ini makin lama akan makin masif, karena menular ke segala bidang yang lain, terutama energy, air, makanan, barang2, transportasi dan kesehatan. Anda bisa baca di bukunya Peter Diamandis: “Abundance: The Future is Better than You Think” tentang ulasan ilmiah ini semua terjadi sekarang, dan berjalan lebih massif lagi.

 

Diperkirakan Free Economy akan hampir meliputi segala hal saat terjadi era “Singularity”, yaitu saat kecepatan processing komputer seharga 1000 dolar AS menyamai kemampuan prosessing otak manusia (10 terabyte/second).

 

Ray Kurzweil, genius visioner MIT yang sejauh ini dari 150-an prediksi ilmiahnya terbukti 126 diantaranya benar-benar terjadi ontime atau bahkan lebih dulu dari prediksinya, memprediksikan era Abundance (Singularity) ini momentum besarnya terjadi di sekitar tahun 2035-2040.

 

Kalaupun perusahaan dan pekerjaan anda kini sedang, atau akan tergulung habis oleh disruptor, anda tidak perlu pesimis, takut atau marah. Mestinya anda bahagia karena revolusi teknologi ini insya Allah akan berakhir indah. Dan pekerjaan anda yang hilang itu cuman sebuah pertanda bahwa anda harus segera punya keahlian baru, kreativitas baru dan pekerjaan baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

 

Era disrupsi yang penuh gejolak ini adalah era transisi yang harus diterima dengan semangat dan optimisme, sebelum kita masuk era abundance. Nah pertanyaan paling pentingnya sekarang:

 

1-Peluang apa aja yang akan hadir di era Abundance?

Kemampuan menangkap peluang ini akan menentukan anda akan jadi The Have atau Super Have (tenang, masa yg akan dtg tidak akan ada yg jadi “The Have Not” yg kelaparan atau kurang sandang, pangan, papan).

 

2-Apa saja yang perlu anda persiapkan untuk menangkap peluang-peluang dahsyat ini?.

Siapkan diri, keluarga dan perusahaan anda saat era itu belum datang. Jangan baru siap2 saat dia sudah datang (seperti kasus demam “era disruption” saat ini). Belajarlah berenang sebelum banjirnya datang.

 

3-Apa saja efek samping yang akan terjadi, dan bagaimana kita mengatasinya ber-sama2?

Tentu seperti segala hal baik yang lain, kita tidak boleh tutup mata, akan ada efek samping yang perlu kita antisipasi. Tidak perlu khawatir berlebihan, manusia selalu berhasil mengatasi tantangan zamannya masing2.

 

Mari kita diskusikan di tulisan-tulisan berikutnya, karena saya tahu di jaman Now ini, kita males baca tulisan-tulisan yang panjang. Mari kita tebarkan Optimisme ini kpd Anak2 dan Cucu2 kita; (Bahan dari : http://www.teropongsenayan.com/78760-move-on-dari-era-disruption-menyongsong-era-abundance)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita