Walikota Gerakkanan Pencatatan Sejarah Kota Probolinggo

Pencatatan tentang sejarah perkembangan seni budaya lokal acapkali terabaikan. Masih banyak masyarakat bahkan budayawan dan seniman yang menganggap remeh dan enggan melakukannya. Pasalnya, mencatat sejarah itu bisa dilakukan suatu saat nanti atau lebih tepatnya menunda waktu untuk mencatat. Sebagian besar merasa lebih penting menghasilkan karya seni dibanding membuat cacatan sejarahnya.

Akibatnya, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan informasidan referensi yang berujung pada rendahnya pemahaman. Sekaligus minimnya pengetahuan akan kebudayaan lokal.

Keadaan ini tentu sangat mengkhawatirkan dan dapat mengancam kelestarian kebudayaan lokal. Selain itu dapat menghambat perekembangan budaya di masa depan.

Sebagaimana disampaikan dalam sambutan Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini.S.H, M.Si, saat membuka acara Seminar Budaya bertajuk “Invetarisi dan Aktualisasi Potensi Budaya Pendalungan Kota Probolinggo2014”. Seminar yang, dilaksanakan pada Hari Rabu (8/10) pagi, bertempat di Puri Manggala Bhakti. Seminar pagi itu diikuti sejumlah 100 peserta yang terdiri dari unsur seniman dan guru seni se-Kota Probolinggo.

“Banyak kasus pembajakan kebudayaan lokal terjadi disebabkan oleh, didaerah asalnya tidak dijaga kelestariannya. Bahkan banyak dijumpai sejumlah kesenian daerah mulai menghilang dan punah begitu saja”, kata Walikota Rukmini.

Menurut beliau, banyak kedudayaan lokal yang diklaim dan diakui oleh negara lain sebagai kebudayaan asli dari daerahnya. Kasus ini tidak hanya terjadi di daerah tetapi juga menimpa negara kita Indonesia.

“Untuk itu siapapun, kapanpun, dimanapun, diharapkan melakukan gerakan pencatatan sejarah. Sehingga memiliki catatan tentang perkembangan sejarah seni budaya. Manfaatnya, yakni untuk mencegah dari kepunahannya”, seru Rukmini disambut tepuk tangan ratusan peserta yang hadir.

Walikota Probolinggo, Rukmini SH,M.Si yang hadir sekaligus membuka gelaran Seminar pagi itu,  mengajak  para peserta  untuk membuat cacatan tentang sejarah Kota Probolinggo.

“Saya ingin ada hasil dari Seminar ini, bukan hanya acara Ceremonial saja. Saya ingin ada yang memperhatikan dalam rangka menggali potensi budaya daerah asli Kota Probolingo seperti,  ciri khas pakaian, kesenian, tarian, dan bahasanya,” ujar Rukmini.

“Jika ada catatan atau memori nantinya, akan mempermudah untuk mereverensikan kepada anak cucu di masa yang akan datang.” Mulai hari ini saya harapkan seluruh masyarakat, khususnya yang para peserta seminar, harus meluangkan waktu untuk melakukan Inventarisasi, Identifikasi, dan mengaktualisasikan Budaya Pendalungan,” ajak Rukmini yang disambut tepuk tangan dari seluruh audience yang hadir.

Sama halnya dengan Walikota Probolinggo, Kepala DISPOBPAR, Drs. Paeni M.H,  menyampaikan tujuan kegiatan pagi itu. “Harapan saya, lahirnyapemikiran-pemikiran kreatif, untuk bisamengangkat apa sih sesungguhnya budaya pendalungan itu?untuk itu perlu diinventarisir kemudian didaftar, dijadikan dokumen sebagaikonten untuk pengembangan budayaberikutnya, serta dapat diaktualisasikan dalam bentuk nyata, kebudayaan kitayang sebenarnya,” kata Paeni ketika diwawancarai Suara Kota.

Masih menurut penuturan Paeni bahwa Kebudayaan itu adalah kegiatan berproses, yang terus menurus. pada saat ini para seniman di Kota Probolinggo terus melakukan proses kebuadyaan. “Mereka adalah komunitas yang berkomitmen, tanpa disuruhpun tetap jalan dengan karyanya. Nantinya kita tahu potensi budaya local kota ini,” Imbuh Paeni.

Salah satu potensi local yang dimaksud Paeni seperti halnya penggunaan bahasa khas yang sebenarya untuk  menjadi komunikasi sehari-hari warga Kota Probolinggo. “Contohnya kalau di Surabaya  memiliki kekhasan gaya memanggil orang dengan istilah REK, kalau di Malang  gaya bahasanya di bolak balik  ONGIS NADE = SINGO EDAN, Nah kalau di Kota Probolinggo ini masih beragam, ada yang menyebut Arek, Cah, atau Bocah”, ungkap Paeni.

Selain itu, Paeni berharap melalui kegiatan Seminar sehari tersebut dapat menambah wawasan para Seniman dan Guru seni serta gagasan dari seminar ini akan terus berkelanjutan.(oke)

Sumber: http://2014.probolinggokota.go.id/index.php/berita?start=100

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita