LOH KAMU HAMIL TAH?
Dengan tubuh yang kecil dan wajahnya belia, dia tak dapat menyembunyikan usianya yang baru 16 tahun. Bisa saja dia ini mewakili generasi sebayanya, walau kejadian ini belum tentu semuanya demikian, minimal setidaknya sebagian dari mereka ada kesamaan.
Namanya Ervie, dan menghiba kepada ortunya agar dapat segera dinikahkan. Sebagai gurunya tentu saja terkejut. Aku mengenal benar “anak” ini. Ia pernah jadi “anak didik” saya yang cukup pandai.
“Mengapa begitu tiba-tiba ?”, tanyaku. “Saya hamil 4 bulan,pak”, jawabnya. “Hamil 4 bulan ?”
“Ya, pak”.
“Apa yang terjadi, dengan siapa ?” Lalu ia pun bercerita dari awal, tanpa beban. Setelah itu, giliranku menasehatinya. Karena penasaran, akhirnya kutanya, “Apa kamu tidak menyesal ?”.
“Jelas menyesal dong, pak”.
“Menyesal karena yang telah kau lakukan, atau karena kamu hamil ?”
“Ya karena saya hamil. Sebab sebenarnya saya masih pingin sekolah”.
“Itu artinya kamu tidak menyesal karena “dosa” yang telah kamu lakukan ?
“Yah, namanya anak muda” jawabnya enteng.
Kita wajib mewaspadai “seks pra-nikah” ini dengan serius. Bukan karena jumlahnya semakin banyak, tetapi terutama karena kegiatan ini dengan lambat, tapi pasti menjadikan kegiatan seksual ini seolah “normal”. Apalagi wabah HIV/AIDS, cenderung meningkat.
Banyak orang memilih diam atau mencela yang gak jelas juntrungannya. Mereka yang menolak seks pra-nikah dengan sepenuh keyakinan kian terpinggirkan. Karenanya, enggan menampilkan posisinya dengan lantang dan transparan.
Kebungkaman mereka terhadap masalah seks pra-nikah, adalah ke”diam”an yang berbahaya. Seperti ilustrasi dari eksperimen terkenal. Seekor katak ditaruh di sebuah wadah yang berisi air dingin. Dengan pelahan sekali, suhu air itu dinaikkan. Sedikit demi sedikit, sampai akhirnya ke titik didih.
Namun yang mengherankan, katak itu tenang saja. Tak sedikit pun ia berusaha menyelamatkan diri. Penyebabnya proses perubahan itu berlangsung begitu lambat, sehingga katak itu nyaris tak merasakan apa-apa. Karena kediamannya itulah katak tersebut mati.
Marilah maju bersama IAMDP, dengan selalu peka terhadap pengikisan budaya yang akan makin merusak moral generasi penerus kita, agar tidak makin memperparah keadaan. Semoga………….. (FatchurR, bahan dari Andre W-A68)






Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 


Usul : gimana kalo diadakan seminar Sex Education untuk Siswa / Siswi, agar adik2 kita tidak terjerumus terlalu jauh dalam masalah sex. Dengan demikian adik2 akan mengetahui buruk dan baiknya tentang pergaulan bebas.
Kan sudah ada rencana untuk diberikan pendidikan sex kepada para siswa/siswi SMAKMDP ? Hanya tinggal menyampaikan kepada pihak sekolah, dan mengatur waktunya .