LEPASKAN BELENGGU KEMALASAN
Sukib berminat berlatih angkat beban. Remaja ini kegemukan, karena suka makan dan kurang mau bergerak. Ketika ia bersama ayahnya melewati toko alat olahraga, Sukib minta dibelikan barbel seberat sepuluh kilogram.Ayahnya mengenal benar bahwa anaknya pemalas, maka ia bertanya, “Kalau Ayah belikan, apa kamu nanti akan memakainya tiap hari ?” Sukib menjawab, “O, tentu! Aku janji deh.” Sang ayah lalu membayar di kasir dan menyuruh Sukib membawa barbel itu ke mobil. Baru beberapa detik, Sukib sudah mengeluh, “Tolong bawakan dong, Yah! Ini berat sekali”
Kemalasan adalah rasa segan untuk bekerja atau berjuang. Para pemalas tidak mau bersusah payah mengeluarkan tenaga maupun pikiran. Jika diperhadapkan dengan perkara sulit, ia suka menunda-nunda. “Besok saja! Nanti saja”
Seorang pemalas bisa saja bercita-cita tinggi, tetapi ia ingin mencapainya dengan instan, mudah, nyaman, dan tanpa memeras keringat. Tentu saja ini mustahil. Kemalasan yang dibiarkan akan menggiring orang masuk ke jalan kemiskinan dan kekurangan.
Bagaimana cara keluar dari belenggu kemalasan ? “Lepaskan dirimu dari jerat”. Kita harus mendisiplin diri sendiri; berinisiatif untuk menuntaskan setiap tugas dan pekerjaan tanpa menunda-nunda.
Periksalah agenda hidup Anda. Adakah target yang tak tercapai karena Anda dibelenggu kemalasan ? Apakah Anda terus menunda waktu untuk menghubungi seseorang, membaca buku, merapikan rumah, berolahraga secara rutin, memeriksakan diri ke dokter, membuat rencana masa depan, berupaya bermanfaa bersama IAMDP ?
Hari ini juga, lepaskanlah diri Anda dari belenggu kemalasan. Kemalasan adalah kebiasaan untuk beristirahat sebelum ana benar-benar capek. (Andre Wahjudibroto)







Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 

