Selingkuh dan poligami

selingkuh_thinkstokSetiap pernikahan tidak mengharapkan perceraian. Tapi, data statistik berbicara lain. Data perceraian yang tercatat di Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) tercatat 319.066 pasangan melakukan perceraian sepanjang tahun 2013. Data resmi, diterbitkan 22 Sep 2014.

 

Ternyata poligami (yg tidak sehat) bukan alasan utama perceraian. Ternyata fFaktor penyebab utama perceraian adl ketidak-harmonisan pasangan suami-istri. Jadi, tiga besar penyebab perceraian adl: ketidak-harmonisan, tidak ada tanggung-jawab dan faktor ekonomi.

 

Pertama – Perceraian – krn tidak harmonis: 97.615 pasangan (30.6%)

Perceraian – tidak ada tanggung jawab: 81.266 pasangan (25.5%)

Perceraian – ekonomi : 74.559 pasangan (23.4%)

 

Perceraian – gangguan pihak ketiga 25.310 pasangan (8%)

Perceraian – krisis akhlak  10.649 kasus (3.3%)

Perceraian – cemburu 9.338 kasus  (3%)

Perceraian – poligami tidak sehat  : 1.951 kasus (0.6%)

Perceraian – kawin paksa : 3.380 pasangan (1%)

 

Jakarta – Setiap orang menikah tidak ada yang ingin berujung perceraian. Tetapi perceraian adakalanya tetap menjadi fakta yang tidak bisa terelakan apabila rumah tangga sudah di ujung tanduk. Lantas apa faktor terbesar alasan perceraian di Indonesia?

Berdasar data perceraian yang tercatat di Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) yang didapat detikcom, (22/9/2014), tercatat 319.066 pasangan melakukan perceraian sepanjang 2013 lalu. Mereka yang bercerai di Pengadilan Agama adalah pasangan yang sama-sama beragama Islam.

Dari jumlah itu, faktor terbanyak alasan perceraian yaitu karena tidak harmonis. Alasan ini mendorong 97.615 pasangan mengakhiri hubungan rumah tangga mereka. Di tempat kedua yaitu perceraian karena tidak ada tanggung jawab. Sebanyak 81.266 pasangan bercerai dengan alasan ini. Di posisi ketiga yaitu alasan ekonomi yaitu sebanyak 74.559 pasangan bercerai karena faktor ekonomi.

Lantas bagaimana dengan perselingkuhan? Hanya 25.310 pasangan yang memilih bercerai karena gangguan pihak ketiga atau berada di posisi keempat alasan perceraian. Setelah itu disusul karena krisis akhlak dan cemburu, masing-masing sebanyak 10.649 dan 9.338 kasus perceraian.

Lalu bagaimana dengan poligami? Ternyata perceraian karena poligami tidak sehat tidak menunjukan angka signifikan. Hanya 1.951 kasus saja dari total seluruh perceraian di Indonesia. Adapun perceraian karena kawin paksa menunjukan angka statistik pada 3.380 pasangan. (Salam, ThW; Sumber, asp/kha; http://news.detik.com/read/2014/09/22/083615/2696757/10/perselingkuhan-dan-poligami-bukan-faktor-terbesar-perceraian?nd772204btr)-Aguk

One Response to Selingkuh dan poligami

  • GoHwieKhing King Gaudi D50-A60 says:

    Perceraian pernikahan setelah perang dunia ke 2 semakin meningkat. Sebabnya adalah mulai bebasnya wanita menentukan jalan hidupnya, bekerja dibidang apapun dan berpenghasilan. Tentu saja kemudian kedaan jadi simbang pula dalam menentukan sikap atas pernikahan. Syukulah sekarang wanita sudah jamak mendapat hak dan tanggung jawab setara laki laki.

    Soal perceraiannya pasti kedua pihak ada bagiannya yang menjadi penyebab perceraian. Paling tidak sama sama gagal membangun leadeership masing masing, mengelola diri sendiri dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    Perkembangan situasi masyarakat juga membuat berpasangan langgeng semakin sulit. Banyak situasi dan cara hidup yang menyebabkan kepribadian individu menjadi tidak cocok untuk membangun keluarga. Jadi pikir matang matang kalau mau membangun keluarga. Jangan lagi karena kebutuhan dan maunya menuruti kebiasaan umum seseorang harus menikah tanpa pertimbangan pribadi masing masing cocokkah hidup berpasangan, kemudian menikah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita