logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Pangan RI di ekspor ke 4 benua oleh perempuan ini

Helianti Hilman-PT Kampung Kearifan IndonesiaJakaarta-Tak banyak orang tahu, produk pangan lokal kita diburu di pasaran luar negeri. Beberapa pangan lokal dibuat para petani di pedesaan ini kurang populer di masyarakat Indonesia. Namun pangan2 lokal ini punya harga mahal di luar negeri.

Helianti Hilman, lewat perusahaan yang dirintis 8 tahun lalu, PT Kampung Kearifan Indonesia dikenal (Javara), mengubah stigma pangan pedesaan jadi komoditas bernilai tinggi. Pangan2 dari : Kelapa, rempah2, madu, mie dari ubi, gula jawa, garam yang tak dilirik industri besar, jadi produk laris manis di luar negeri di tangan Heliati. Panganan lokal ini menembus pasar 21 negara di 4 benua.
Semua pangan yang mendunia itu bukan produk pabrikan, melainkan produk lokal yang dikembangkan dan diproduksi petani yang bermitra perusahaannya di daerah2. Berikut wawancara detikFinance dengan Helianti di kantor di kawasan Kemang, Jaksel (28/8/17).

Apa Javara, dan bagaimana Anda merintisnya?
Javara yang ber-tagline Indigenous Indonesia, artinya kita angkat pangan tradisional dan budaya Indonesia. Background saya pendidikan hukum, saya sering ke pedesaan saat kerja sebagai konsultan di lembaga asing. Saya pikir banyak produk lokal potensial.

Mulai beras, kacang2an, tepung, tambah gula kelapa, rempah2. Dimulai 8 petani dengan 8 produk, kini 52 ribu dengan 750-an produk, dan 250 standar organik Jepang dan Eropa.

 

Kenapa memilih pangan lokal?
Karena saya banyak kenal dengan jaringan pertanian berbasiskan kearifan lokal, dan petani pedesaan mempertahankan warisan pangan kuno, kayak beras kuno, dan tantangannya mem-branding lagi makanan2 ini.

Bagaimana menjadikan pangan lokal jadi komoditas ekspor?
Saya banyak travelling, masak danmakan. Tiap travelling ke luar negeri saya ke pasar/toko2 yang jual makanan gormey-premium, saya lihat produk kemasannya, stylenya, agar punya wawasan. Dari situ dapat inspirasi produk premium harus begitu, saya sudah ke 40 negara, jadi punya gambaran, di sisi lain saya punya jaringan pertanian dan harta karun keanekaragaman hayati Indonesia.

Saya pikir kalau dikemas, diolah begini, dilempar ke pasar laris. Kami desain kemasan, juga konsep produk. Kalau lihat pertama, lebih banyak berbahasa Inggris dalam kemasan, ini bagian dari branding.

 

Apa penyebab pangan lokal sulit masuk pasar ekspor?
Isunya bukan di raw material, tapi entepreneurship. Artinya kita punya harta karun kalau tidak ada yang menggali potensi itu, dikelola supaya bersstandar. Lacking di Indonesia hanya entepreneurship-nya.

Ini menajemen produksi, inovasi, standarisasi, sertifikasi, dsb. Jadi kalau punya harta karun enggak ada pengelolaan itu tak akan sampai ke pasar. Itu yang membedakan dengan negara lain : Thailand, karena di sana dikelola dan ditarget mendunia. Kalau kita tradisional, berpikirnya untuk kita di dalam negeri.

Javara bukan produsen makanan, kami perusahaan yang melahirkan usaha di tingkat pedesaan, di daerah terpencil, misinya melahirkan entepreneur. Jadi kami rancang konsep produk, inovasi, branding, marketing, sertifikasi. Produksinya tetap dari mitra2.

Strategi marketing Javara membuat pangan lokal mendunia?
Termudah dari kemasan, ada cerita proses di balik produk itu ada di kemasan. Kalau lihat di produk2 kita ada (keterangan) ceritanya, itu paling cepat (laku), kemasan bisa menceritakan dia sendiri.

Bermain komunitas untuk consumer education, karena ini produk2 kita kalau enggak di-educate  susah. Yang terefektif lewat chef atau koki, di dalam dan luar negeri, kita approach dulu, jadi kalau kita punya barang aneh2, kami kirim ke mereka duluan.

Kirim ke chef hotel2 di Jakarta dan luar negeri. Supaya mereka kasih respons balik, ini (produk) bisa dibuat ini dibuat itu, jadi peran dari keberadaan chef2 membantu endorse ingredient produk itu. Jadi untuk endorsing ingredient kita lakukan banyak demo, workshop, ikut event2, bikin buku, dan tulisan di medsos. Jadi perlu effort mengedukasi masyarakat.

 

Sudah ke berapa negara ekspor?
21 negara di 4 benua, Afrika yang belum, Insya Allah kita mulai dengan Afrika Selatan tahun depan.

Pasar paling besar yang sudah digarap?
AS dan Eropa dominan, yang lain Jepang, Australia, dsb.

Itu pengiriman rutin?
Rutin. Berapa ton agak sulit, karena kami ada 750-an produk yang tidak berdasar volume.

Bagaimana membangun jaringan pasar pangan lokal di luar negeri?
Jaringannya macam2, ada suplai langsung ke jaringan supermarket tanpa agen, distributor importir. Ada pula yang ke pabrik coklat untuk bahan baku di Belanda dan Ekuador. Mereka suka pakai gula kami buat coklatnya. Juga konsorsium yang ordernya bareng2 1 kontainer, untuk di-bagi2 200 toko.

Apa saja produk yang dijual Javara?
Makanan yang trending kuat coconut based product, jadi produk2 berbasis kelapa, kalau di kami ada gula kelapa, biskuit kelapa, minyak kelapa, selai kelapa, keripik kelapa. Coconut based ada 37 produk bersertifikasi organik.

Produk rempah2 banyak diproduksi di negara lain, tapi produk pertanian atau produk alam, enggak bisa dilepas dari ekologinya, misal lada Vietnam beda rasa lada Bangka dan Lampung lebih enak. Yang kita jual karakteristik original, misal garam Bali, kemiri Flores, ikan gabus dari Kalimantan, origin berpengaruh ke kualitas, karena di tempat lain beda rasa

Produk Javara dari banyak pelosok daerah di Indonesia, bagaimana mengonsolidasikannya?
Javara bukan produsen makanan, kita perusahaan yang melahirkan usaha di pedesaan, di daerah terpencil, misinya melahirkan entepreneur. Jadi kami rancang konsep produknya, inovasi, branding, marketing sertifikasi kita lakukan.

 

Produksinya dari mitra2. Wilayah operasi kita dari Aceh sampai Papua, jadi ada mitra champion yang kita perkuat. Kalau enggak punya mesin kami belikan mesin, kalau enggak punya kapasitas kami training, kalau enggak punya akses keuangan kami beri fasilitas modal.

Berapa omset Javara saat ini?
Tahun 2016 Rp 30 miliar, tahun ini target Rp 40M.

Porsi penjualan ekspor Javara saat ini?
Kalau boleh pilih saya lebih ke domestik, margin bisa besar karena mata rantai pendek dan distribusi mudah, kami mulai ekspor 2011. Komposisi ekspor 20% dan 80% domestik, ternyata growing ekspor 2014 itu tinggi sehingga membalik ekspor jadi 90%, dan 10% domestik.

Kami tertolong ada online seperti ojek online, jadi terbantu untuk penjualan domestik. Mereka datang ke toko saya 1x, order berikutnya dikirim via ojek online.  Kini domestik naik jadi 40%, kami juga banyak suplai ke supermarket yang premium di dalam negeri, sisanya 60% ekspor. (idr/wdl; Muhammad Idris)

 

Monggo lengkapnya klik aja :  https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3619152/hebat-di-tangan-wanita-ini-pangan-ri-diekspor-ke-4-benua)-FatchurR

3 Responses to Pangan RI di ekspor ke 4 benua oleh perempuan ini

  • Harry Reksosamudra says:

    Ibu Helianti Hilman dg Javara nya, sdh menggurita dg komoditi pangan lokalnya, berbasis dr hilir sp hulu shg posisinya mengakar kuat. Krn pd setiap sektor yg dilalui nya terjalin komunikasi timbal balik, menunjang peralatan & know how pengelolaan standard Intl dg kemasan up date. Dibantu online dan gojek, lbh mengguritanya pemasaran domestik kian besar. Selamat berjoang ibu Helianti !!!

  • fatkhurr says:

    Patut diteladani khususnya bisnis yang berorientadi ekspor

  • Harry Reksosamudra says:

    Orientasi export bisa perkuat cadangan devisa ngr shg manfaatnya ganda, yakni margin bisnis plus bantu isi cadangan devisa RI. Tapi porsi pemasaran domestik yg melampaui export, diakibatkan adanya online & gojek, volume export meningkat tp yg domestik peningkatan nya lbh banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita