Moziah B pengusaha cilik milyaran

Moziah-Bridges pengusaha cilik milyaranSabtu lalu pas saya berargue dengan ELSA yang melarang saya bertransaksi bisnis dengan Putera semata wayangnya, CAMERON 7 tahun. CAMERON menunjukkan kemampuannya membuat mug keramik yang diwarnai sesuai idenya. Saya beri order membuatkan saya, ta tanyai minta harga berapa, ISD 3 katanya. Si Ibu melarang, kok berdagang pada Grandpa! Saya bilang ini melatih kecerdasan anak, biarlah berkembang jadi pebisnis sejak kecil. Agak riuh juga seisi keluarga ikutan nimbrung. Pro Kontra.

 

Ini contoh yang pro. Biar jadi argumen para Alumni di web. Matur nuwun.

 

MEMPHIS, KOMPAS.com – Usia bukan menjadi penghalang seseorang untuk sukses dalam kehidupannya. Salah satu contohnya adalah Moziah “Mo” Bridges (11), yang di usinya yang sangat belia sukses mengelola perusahaan produsen dasi kupu-kupu.

Kesukaannya akan dasi kupu-kupu sudah dimulai sejak Mo berusia empat tahun. Dia selalu ingin berdandan rapi lengkap dengan dasi kupu-kupu kemanapun dia pergi, bahkan saat harus pergi ke toko sambil menunggang sepedanya.

“Saya senang berdandan rapi. Saya merasa nyaman mengenakan pakaian rapi. Itu membuat saya merasa menjadi seorang yang penting,” kata Mo.

Bocah asal Memphis, Tennessee ini kemudian mulai menjahit sendiri dasi kupu-kupunya saat berusia sembilan tahun. Awalnya, karena dia tak bisa menemukan dasi kupu-kupu yang sesuai dengan seleranya.

Dengan bantuan sang nenek yang mengajarinya cara menjahit, Mo kemudian merancang dan membuat sendiri dasi kupu-kupunya. Namun, dasi kupu-kupu pertama buatannya tidak terlalu bagus dan bahkan Mo sendiri mengatakan dasi itu hanya cocok dikenakan para badut sirkus.

Kegagalan itu justru memicu Mo belajar lebih giat. Dengan menggunakan mesin jahit milik neneknya, Mo terus berlatih hingga kemampuannya meningkat.

Akhirnya, sang nenek membelikannya sebuah mesin jahit sehingga Mo bisa semakin mengasah kemampuannya menjahit. Hanya dalam hitungan bulan, Mo sudah memiliki koleksi 30 model dasi kupu-kupu. Kegiatan Mo merancang dan membuat dasi kupu-kupu itu mendapat perhatian dari keluarganya.

“Mereka memuji saat saya mengenakan dasi kupu-kupu itu dan bahkan menginginkan dasi itu. Jadi saya pikir mengapa tak menjualnya saja,” papar bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu.

Saat itulah pada 2011, Mo mendirikan perusahaannya sendiri Mo’s Bows. Awalnya ibu dan neneknya ikut menjahit dasi itu yang kemudian dijual ke kalangan teman dan keluarga.

Tak diduga, bisnis dasi Mo berkembang lewat promosi di media sosial dan kabar dari mulut ke mulut. Semakin hari produksi dasi Mo’s Bows terus bertambah, sehingga dia harus menambah karyawan.

Kini, seorang nenek Mo yang lain, beberapa bibi, sepupu dan teman duduk di meja makan kediaman Mo membantunya membuat dasi kupu-kupu. Kadang-kadang Mo berjalan mengitari meja itu “mengawasi” para karyawannya.

Kini Mo bahkan tak lagi menggunakan kain-kain lama milik neneknya. Mo kini juga sudah menggunakan bahan-bahan baru untuk dasi kupu-kupunya, termasuk sutra dan satin. Lalu berapa penghasilan Mo dari bisnis ini? Sejak memulai bisnisnya pada 2011, penghasilannya terus meningkat.

Di tahun pertama, keuntungannya baru sekitar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp 120 juta. Namun di tahun ketiga, keuntungan Mo sudah berlipat hingga mencapai 90.000 dolar atau lebih dari Rp 1 miliar.

Dengan penghasilannya ini, Mo bisa menggaji pegawainya dan menyisihkan uang untuk biaya kuliahnya kelak. Bahkan Mo sudah mulai memikirkan kegiatan amal dengan memulai program ‘Go Mo’s Summer Camp’.

Ini adalah semacam program bea siswa untuk mengirim anak-anak tidak mampu ke kamp-kamp pelatihan musim panas. Meski sudah menjelma menjadi seorang pengusaha muda, Mo menyatakan kesuksesannya adalah berkat dukungan Tramica, bundanya.

“Ibu selalu mendorong dan memberi motivasi agar saya terus maju. Saya sangat beruntung mendapatkan dukungan banyak orang sehingga bisnis ini bisa berjalan,” tambah bocah itu. (Go Hwie Khing; http://pilkada.kompas.com/jatim/read/2014/09/12/16130741/Moziah.Bridges.Pengusaha.Cilik.Berpenghasilan.Rp.1.Miliar)

One Response to Moziah B pengusaha cilik milyaran

  • GoHwieKhing King Gaudi D50-A60 says:

    Saya pro pada ortu yang sejak dini mengajar anaknya Kecerdasan Finansiil agar anak semakin mantap menjalani hidupnya dalam situasi punya uang, materi ataupun tuna materi dan uang. Bahkan akan lebih punya akal walaupun kepepet materi atau uang. Ini termasuk melatih anak sejak dini ” dihadapkan pada kesulitan yang perlu ” sehingga kalau musti menghadapi kesulitan apapun dia sudah terbiasa putar otaknya sendiri. Apa perlu minta bantuan atau dengan cerdas bisa membereskannya sendiiri.

    Anak pandai sejal preschool sampai SMA sekalipun ternyata malah banyak yang jeblog saat masuk Universitas Ternama bermutu tinggi ( Ivy League di USA ). Dalam 2 tahun dropped out 73%. Sisa 27% yang lulus tepat waktu hanya 2%. Yang berprestasi dimasyarakat hanya 1%.Sedang anak yang mediocre tapi punya kelebihan diluar bidang pendidikannya, saat diberi kesempatan masuk Perguruan Tinggi Ivy League yang sama, hanya 18% yang dropped out. Sisa 72% yang lulus tepap waktu 16% yang berprestasi dimasyarakat 8%. Ini semata karena di Ivy League yang mapan ga tahan mengahadapi kesulitan pergaulan, mengejar kecepatan pelajaran, gara gara selama disekolah sebelumnya ga pernah mengalami kesulitan keuangan maupun pelajaran berkat dukungan Ortu yang ga belajar caranya mendidik anak. Yang sedang sedang prestasi pendidikan dan keuangannya bahkan minim, tendu saya biasa jungkir balik memenuhi kebutuhan pendidikan dan keuangan serta hambatan dipergaulan. Jadi masuk kolam besar Ivy League yang pertama malah merasa seperti ikan besar yang sesak napas dikolam kecil. Yang mediocre merasa seperti ikan kecil yang tiba tiba masuk kolam besar, santai. Contohnya BARACK HUSEIN OBAMA, yang dari Ayah sungsang sumbel, keuangan cekak, kelas sosial pas pas an ( di USA resminya tidak ada hambatan Ras, yang ada hambatan kelas sosial ) dia berjuang mengatasi semuanya, mendapat beasiswa masuk Perguruan Tinggi bermutu Ivy League lancar. Jadi Presiden!.

    Nah bagaimana kita mengelola anak kita? Dikembangkan Leadershipnya, Kecerdasan Finansiilnya dan Kesadaran Spirituil dalam Family Traditioan sejak dini atau….tanpa tanggung jawab diumbar sakarep dadine? Kita diharap membangun keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahma dalam masyarakat. Masing masing punya tanggung jawab ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita